Sabtu, 20 Mei 2017

LUKA YANG TAK KUNJUNG SEMBUH

Ku berjalan menyusuri setiap jalan setapak yang ingin kulalui bersama setiap langkah kaki. Ku berjuang menapaki setiap inci yang ada mmembarka segala kerikil menusuk setiap tapak kaki. Kubiarkan lukanya terasa sakit dan kubiasakan rasa sakitnya didalam diriku. Kunikmati setiap rasa sakit yang tumbuh,dan kubiarkan semuanya terasa sakit. Luka yang tak pernah kunjung sembuh. Luka yang selalu menguak duka lama. Luka yang disebabkan oleh setiap kisah baru yang ada. Pasti akan sembuh. Entah dalam jangka waktu yang lama ataupun jangka waktu yang cukup singkat. Disinilah aku sekarang,berdiri merengkuh setiap luka yang menyesakkan diri . Bukan karena masa lalu,bukan karena duka yang telah ada,atau duka karena yang sudah lama terkuak kembali. Bukan. Duka karena kisah baru bersama dengan orang baru .
                Tak bisakah dia melihat bagaimana aku tertatih menggenggam luka di tangan? Tak bisakah mereka melihat mata yang menyorot pada setiap kesedihan. Aku yang terlalu pandai menyembunyikan luka ataukah mereka yang terlalu buta melihat. Ku masih ingat betul,bagaimana kita disatukan dalam sebuah kerjasama yang membuat kita melakukan beberapa janji untuk selalu ada. Beberapa janji untuk berjalan sejajar,hingga jika ada yang terjatuh satu sama lain dapat membantunya berdiri. Tetapi kini kemankah mereka semu yang berjanji akan selalu ada. Berjanji akan membantu berdiri sendiri. Aku masih sendiri merengkuh luka memeluk duka dan berdamai dengan kesendirian kekosongan dan keterpurukan. Tidakkah satupun dari mereka melihat semuanya sedang tidak baik baik saja? Tidakkah?
                Apa yang salah denganku? Aku selalu mencoba berlari mengejar ketertinggalanku untuk berjalan sejaja denganmu,tapi mengapa kau biarkan aku terjatuh tersungkur sendirian? Inikah yang kau sebut dengan kebersamaan? Yang selalu kau teriakkan kepada ku bahwa kita adalah sebuah keluarga tak sedarah? Inikah? Bagaimana mungkin setiap keluarga bias membiarkan keluarga yang lain jatuh tersungkur sendirian. Menahan luka sendirian dan melawan kesendiriannya juga pun sendiri. Ku sudah muak dengan segala hal yag tak pernah ada akhir. Ku lelah melupakkan setiap inci dari rasa sakit yang kurasakan kini. Benar sekali,aku jatuh cinta pada setiap kebersamaan bersama mereka, Jatuh cinta pada setiap kenangan yang telah di lalui bersama. Namun,terlalu sakit untuk membuat semuanya terasa baik baik saja.

                Aku tak mengerti apa yang sedang luka lakukan padaku. Hingga setiap butirnya tak kunjung sembuh dan membaik. Semuanya masih terasa perih dan pedih. Taka da satupun yang bias kuajak berbagi untuk bersama sama berdiri. Ku sendiri,terpuruk dan tersungkur. Berpura pura segalanya sangat baik,dan berharap setiap lukanya akan sembuh. Sembuh pada waktu yang tepat bersama orang yag tepat.

Sabtu, 25 Maret 2017

Akhir Chapterku Tentangmu

Sudah. Sudah kuletakkan hatiku matang matang tepat didepanmu. Sudah kubiarkan semuanya berjalan untuk tak lagi menghadapmu. Sudah kuarahkan semua pikiranku dan semua pandangan untuk tak lagi berjalan searah denganmu. Semuanya sudah sangat berubah semenjak kau memutuskan untuk lebih memilih berjalan bersama dia dijalan yang bahkan kau tak pernah lewati bersamanya. Kau teruskan langkahmu berjalan berlalu membelakangiku,meninggalkan aku dan memilih untuk tetap bertahan melangkah kedepan tanpa melihatku yang dibelakangmu masih terduduk tersungkur menunggu kehadiranmu. Akankah ini menjadi akhir dari kisah cinta dan semua harapan harapan indah yang sudah kita panjatkan bersama? Inikah jawaban dari setiap doaku bersama tuhan disetiap malam yang tak pernah absen kusebutkan namamu untuk setiap baitnya? Apakah takkan ada lagi harapan yang akan terbentuk dan doa doa yang saling bertaut meskipun tak dijalan yang sama? Bisakah?

Oh tuan. Tak kah kau mengerti betapa hati telah mencoba mengukuhkan bentuknya hanya untuk bertahan denganmu. Bukankah kita sudah merangkai asa bersama untuk tetap berjalan di jalan yang sama? Lalu mengapakah kau kini memilih pergi bersama orang yang bahkan kau tak tau bagaimana dia akan membantu berdiri ketika kau jatuh? Bisakah dia lebih baik dari diriku? Akankah dia mengutamakanmu daripada dirinya seperti yang ku lakukan kepadamu disetiap waktuku? Tuan. Rintihan hatiku terus berteriak memanggil namamu,menangis berharap kau akan kembali bersama dengan asa yang telah kau simpan hanya untuk kita wujudkan bersama. Aku merangkak meraih setiap jengkal langkah kakimu hanya untuk bisa berdiri dan berjalan sejajar denganmu. Namun,kau tetap memilih pergi tanpa menengok sedikitpun kearahku.

Jikalah memang ini akhir dari setiap doa dan cinta yang telah kupertahankan selama ini kepadamu. Dan jikalah memang tak kan ada lagi cerita yang akan menceritakan tentang aku dan kamu pada setiap paragarafnya,maka kan ku biarkan kau pergi. Pergi untuk mencari setiap inci kebahagiaanmu yang mungkin aku tak pernah bisa memberimu. Kan ku lepaskan kau dengan hati yang ikhlas dan tak ingin berlari kearahmu sekali lagi . Semuanya akan kusudahi akhir dari setiap chapter yang selalu ku tulis masih tentang kamu. Tuan,cinta yang kupunya tak pernah bisa melihatmu tersakiti dan untuk iu akan berjalan berlawanan arah denganmu agar kita tak akan pernah bisa berjalan sejajar lagi. Tak kan ada yang mengusik hidupmu lagi bersamanya. Kan kubunuh dan kumusnahkan setiap inci dari hati yang masih mencoba mengingat tentangmu. Kan ku redam rasa rindu yang masih ingin merengkuhmu sekali lagi. Kan ku coba lagi untuk kesekian kalinya

Tuan,jikalah memang dia pilihan hati yang seharusnya bisa mendampingi hidupmu hingga nanti,maka aku akan mundur dan menjauh. Melupakan segala inci kenangan dari aku dan kamu yang mungkin bisa merajam hati dan melukai diri. Mengikhlaskan setiap langkah mu untuk pergi dan berjalan bersamanya. Tidak lagi bersamaku. Tidak lagi tentang aku. Dan tidak lagi tentang kita. Kusesalkan mengapa kau bertemu dengandia dan memilih berjalan bersamanya. Semoga tuhan selalu bersamamu tuan. Dan semoga dia bisa memberimu kebahagiaan sebanyak aku,mendoakanmu sesering aku menyebut namamu disetiap bait doaku. Inilah akhir kisahku dengan mu. Tak akan ada laginchapter yang kuceritakan tentangmu. Selamat tinggal,tuan.

Kamis, 16 Februari 2017

Di bagian manakah aku dan kamu ?

Aku terduduk dihadapanmu merintih lirih karena lukaku. Masih terekam jelas bagaimana kau mencoba untuk mengambil hatiku lalu memilih mematahkannya dihadapanku. Kau coba menerobos masuk melalui pikiranku dan kau memaksa keluar setelah kau tinggalkan luka yang begitu sukar untuk ku sembuhkan. Dan bahkan tanganku pun tak mampu meraihmu kembali saat kau memaksa kan untuk tetap berjalan ke depan. Dan Bahkan masih kau sempatkan untuk meraciki duri yang kau persembahkan untuk merajam hati. Mengapa kau lakukan ini kepadaku tuan? Mengapaa kau lakukan  ini kepada diriku yang sudah memberikan hatinya kepadamu? Tak pantaskah aku untuk mendapatkan butiran hati yang kau miliki? Mengapa kau memilih merajam hatiku hingga membuatnya menjadi kepingan kepingan yang tak bervolume lagi.

Tuan. Bagaimana mungkin kau tak bisa melihat aku yang tengah berusaha mendaki untuk meraih cintamu. Telah kuberikan hati dan jantung yang ku punya hanya untuk dirimu saja. Tunjukkan kepadaku tuan ,dibagian mana aku tidak pernah berjuang untukmu? Dibagian manakah aku tidak mencoba meraih tanganmu? Dibagian manakah. Tak pernah ada bagian yang menceritakan aku tidak memperjuangkanmu. Dalam kisah ini,akulah sang tokoh utama yang terluka karena mencintaimu. Akulah pemeran utama yang begitu bodoh telah menepikan hatinya hanya untukmu. Lalu,kau mengatakan bahwa kau telah memberikan segalanya untukku?

Tuan,kumohon tunjukkan padaku. Dibagian manakah kau mencoba untuk menggenggam tanganku? Dibagian manakah kau mencoba memperjuangkan aku seperti yang telah kau katakan dengan bibir indahmu itu. Dibagian manakah? Tidak ada satu cerita pun yang menunjukkan kau telah mencoba meraih tanganku. Kau pemeran utama yang telah merusak dan begitu tega membunuh dan merampas hatiku. Kau begitu kejam. Kau tinggalkan hati dan jantung yang telah kuberikan begitu saja. Kau patahkan setiap inci darinya dan kau buang dihadapanku. Kisah ini akan berakhir tragis bagiku. Sangat tragis.

Tuan. Kucoba membuka mataku setelah kejadian itu. Kulepaskan pandanganku kepada sekitarku dan tak pernah kutemukan dirimu lagi disana. Apakah kau sudah benar benar menghilang dari hidupku dan tak akan pernah kembali? Kau tak pernah lagi muncul dalam mimpiku dan tak pernah lagi ada didalam harapanku. Beginikah yang kau mau tuan? Bagian inikah yang memang kau rencanakan untukku? Meninggalkanku yang sedang meratapi kepergian mu karena hati dan jantungnya telah patah berkeping keping karena ulahmu. Kau benar kisah ini akan berakhir tragis bagiku. Karena disetiap bagiannya hanya ada aku yang memperjuangkanmu . Tak pernah ada kamu disana. Hanya ada bagianmu yang memilih pergi dan menyisakan luka berbalut sesak yang tak pernah akan sembuh. 

Rabu, 08 Februari 2017

Setiap kisah cinta memiliki takdirnya sendiri

Setiap kisah cinta selalu memiliki akhir dari ceritanya sendiri. Entah itu menyedihkan menyenangkan ataupun bahkan kematian. Setiap kisah cinta memberi isyarat kepada setiap tokohnya untuk mengerti dan memahami apa yang sebenarnya amanat yang sedang dia mainkan didalam perannya. Seperti aku yang berperan mencintaimu dengan sangat sederhana. Dan kamu yang berperan sangat  baik untuk memilih pergi dan tak menginginkanku. Ini kisah cintaku yang begitu singkat untuk disebut kisah cinta namun begitu dalam untuk disebut kisah dongen belaka. Karena cinta selalu membuat hal yang sederhana menjadi tak sederhana yang terlihat oleh kasat mata,bukan kah begitu?

Kau datang membawa sejuta harapan dengan beberapa tangkai doa ditanganmu. Kau buka tangan mu kau lemparkan  tanganmu ke hadapanku yang sedang terjatuh tersungkur dan tak ingin berdiri lagi. Sejenak aku mengerjap ngerjapkan mataku melihat ke arahmu menajamkan pandangan ku seolah olah aku ingin meneliti setiap jengkal wajahmu. Sepertinya,aku pernah mengenalmu. Ah iya,kau adalah bagian dari masa laluku dahulu. Dan kini kau mencoba membuatku berdiri ditengah keterpurukanku karena dia. Kau terduduk didepanku meraih kedua bahuku dan mengangkatnya pelan hingga aku sekarang sudah sejajar berdiri di sampingku. Kau buka tanganku kau letakkan tangkain doa dan harapan di tanganku dan kemudian kau menutupnya dan menginginkan aku menyimpannya.

Hari begitu indah ketika kau membuatku begitu sangat berharga. Kau tunjukkan padaku bahwa hidup yang kualami kemarin adalah sebuah kesia siaan. Kau tunjukkan aku masa depan yang indah kau tunjukkan aku bagaimana cara tersenyum begitu dengan sangat ikhlas. Aku begitu bahagia ada di sampingmu,tuan. Kau membawaku berlari ke tempat yang bahkan tak pernah ku jamah dan kau tunjukkan bahwa hidup ini begitu indah jika aku harus tersungkur sendirian. Kau mengatakan padaku bahwa kau akan selalu menjadi samuraiku saat ada yang akan mencoba menyentuhku. Kau tak akan pernah membiarkan siapapun akan melukaiku. Itu sangat manis tuan. Sangat manis. Hingga dadaku terasa sesak dengan deru nafas bahagia yang tak bisa kuungkapkan dengan kata kata.

Waktu berjalan begitu cepat,hingga aku terlupa bahwa kau adalah tetap kau. Kau yang pernah menyakitiku 3 tahun silam. Kau pernah meninggalkanku begitu kejam dan kau juga yang telah membuat tersungkur karena lelah mengejar mu. Dan kini kau menyadarkanku dari mimpi mimpi indahku bersamamu. Kini,kau menginginkan semuanya dariku. Kau menginginkan aku menghilangkan kesedihanmu dan kamu ingin aku pergi dari hidupmu sekali lagi. Kau mengatakan bahwa akulah penyebab dari setiap kesedihan yang menimpamu,setiap kesedihan yang menderu dadamu. Akulah yang menciptakan drama agar dia yang kau cintai meninggalkanmu. Omong kosong apa ini tuan? Apa yang sebenarnya sedang kau coba tunjukkan lagi padaku? Tidak tuan. Kau mengatakan bahwa aku adalah si pembuat karma dalam hidupmu dan akulah yang membuat segala hal berjalan menjadi tidak baik. Oleh karena itu kau membuatku bahagia agar kau bisa menghilangkan kutukan karma yang menimpamu,begitu? Ketidaklogisan apa yang sedang kau pikirkan di otakmu?

Aku terduduk tersungkur lagi melihat kenyataan bahwa kau telah merebut kebahagiaan ku sekali lagi. Kau membiarkan aku menari dengan kesedihan yang kau buat sekali lagi. Fairy tale macam apa ini,drama percintaan apa yang sedang kau mainkan. Kau berhasil membuatku jatuh cinta kepadamu begitu dalam dan kau juga berhasil membuatku begitu patah dengan jarak yang tak terlalu lama. Ini begitu sakit tuan. Kau tak akan pernah mengerti. Memang benar aku sangat mencintaimu dengan singkat , tapi bukan berarti kau juga bisa menjatuhkan dengan sangat singkat. Salahku yang terlalu menaruh kepercayaan dan kebahagiaanku padamu. Terimakasih sudah membuatku tersadar dari mimpi indahku. Terimakasih atas jutaan luka yang kau rajamkan didadaku hingga semuanya terasa sesak dan mataku kunang kunang berurai titik sedu. Terimakasi telah mendorongku begity kuat dan menghantamkanku begitu dalam hingga aku tak kuat berdiri lagi. Kamu memang pemain drama terbaik yang pernah akuLihat. Kau adalah penulis skenario yang tak pernah kupikirkan sebelumnya.

Kisah cinta. Kisah cintaku denganmu sangatlah singkat dan terlalu dalam jika disebut cinta namun terlalu sakit jika hanya disebut selaksa peristiwa. Aku benar mencintaimu tuan,dan kisah cinta ini sudah mengajarkanku bahwa mencintaimu membutuhkan beberapa luka disekujur tubuh dan bahkan itu tak merubah alur kisah cintanya. Kini ku mengerti kisah cinta akan memilih jalannya sendiri sesuai dengan takdir tuhan yang merestuinya. Kisah cinta,menurutlah kepada takdir yang baik. Dan takdir yang baik,bersamalah dengan kisah cinta yang tak pernah akan berakhir seperti kisah cintaku. Ini kisah cinta sedihku.

Selasa, 03 Januari 2017

Duka Apakah Ini?

                Ku buka mata perlahan melihat semuanya tak lagi sama. Merasa sesuatu yang tak biasa ku rasa. Ku rasa sepi beraroma kopi ditangan,bernada sunyi dan bertamengkan duka. Apa yang sebenarnya terjadi padaku? Duka apa yang sedang kurasakan hingga tak mampu ku deskripsikan dengan bait kata yang akan ku tulis. Entahlah,semuanya begitu asing dan begitu sakit. Dadaku terasa sesak saat menyadari semua yang telah kujalani kini jauh berbeda. Setiap waktu memang berputar ,membawa setiap kenangan yang ada kepada dua pilihan, tetap ada atau tehapuskan. Memungkinkan terbentuknya suatu kenangan baru yang mungkin juga akan dilupakan. Semuanya memang sudah sangat berbeda. Aku merintih melirih merasakan sakit saat melepaskan dia bersama dengan orang lain. Aku meratap meluapkan apa yang ku rasakan saat membiarkan sahabatku lamaku pergi. Inikah kehidupan? Inikah yang tuhan katakan bahwa cinta diciptakan pada setiap jiwa manusia? Sesakit inikah mencintai seseorang?
                Semuanya begitu gelap sangat gelap seperti saat aku melepaskanmu hanya demi mencintai rabbku. Semuanya masih begitu perih saat aku melepaskan sahabat lamaku bersama dengan sahabat lamanya. Rasaku masih sama seperti saat aku tuliskan setiap lembar kata yang ada pada setiap draft yang ku buat. Rasanya masih ada. Rasa yang sama. Namun cerita dan waktunya sudah sangat berbeda. Duka apakah ini ? Begitu sakit saat mengingat kenangan kenangan indah yang seharusnya sudah terbuang begitu saja. Mengapa masih ada duka? Bukankah aku sudah mencoba merelakan segalanya,tuhan?Duka apakah ini? Bisakah kau jelaskan padaku tentang sakit yang kurasakan saat aku mengingat mereka yang sudah pergi?
                Ku diamkan diirku sejenak. Duduk tersungkur beralaskan lutut. Bertekuk meratapi apa yang sudah terjadi. Tak lama kemudian,ku rasakan air jatuh membasahi tanganku. Apa ini? Air matakah? Duka apa yang sebenarnya sedang ku rasakan hingga sakit dan air mata pun bertemu. Separah inikah dukanya hingga aku tak sadar bulir air mata jatuh menetes. Begitu pilu kisahku hingga aku tak bias merasakan sakit yang begitu membuat dadaku sesak dan mataku berkunang kunang. Sebegitu pilukah?

                Aku memang bukanlah orang yang ingin bertopengkan kepura puraan. Aku hanyalah seorang manusia yang hanya punya rasa. Mengandalkan cinta sebagai anugrah dari apa yang sudah tuhanku firmankan. Kesedihanku,kepiluanku dan kedukaanku juga menjadi bagian dari setiap jalan hidupku. Aku percaya akan ada hal indah yang akan kutemui setalah merasakan duka ini.Yang kutahui,rabbku begitu adil,dan tak pernah berbuat curang. Semua yang dilakukanNya adalah setiap keindahan yang bahkan kita masih belum bias mengerti. Aku sangat percaya akan ada anugrah tuhan yang akhirnya membuatku mengerti,duka apakah ini?.

Rabu, 14 Desember 2016

Antara Kau dan Rabbku

Hari ini gelap,sangat gelap. Berbalut angin dan dinginnya air hujan , disinilah diriku dan ragaku yang seketika membeku melihatmu berlalu berselimuti abu. Kegelapan ini membuat bibir ku tertahan membungkam seribu cerita. Tak mampu berkata apa apa saat kau memutuskan untuk pergi berlalu karena ulahku. Angin dingin malam ini begitu menusuk tulang menemani setiap tetesan air mata yang terjatuh hingga tak bertepi. Dada ini terasa sesak bagai terhujam ribuan peluru merajam jantung hingha tak mampu berdetak . Kumohon,jangan kau lakukan ini kepadaku. Ini terlalu sakit hingga membuatku tak mampu lagi berdiri gagah didepanmu.

Kau lakukan ini karna kau tak pernah mengerti apa arti dari setiap laku yang ku buat. Kau tak pernah mengerti rasa yang ingin kuucap setiap kali aku melihatmu. Taukah kau? Aku ingin merengkuhmu di pelukanku hingga tak ingin kehilanganmu lagi. Tetapi aku tau ini begitu salah. Rabbku melarangku melakukannya. Rabbku menegaskanku bahwa aku harus benar benar melepaskan dirimu begitu saja. Mengorbankan semua yang ku rasakan. Mematikan rasa yang ku buat dan mencekik leherku yang berasa tak mampu lagi menahan napas. Ini begitu sakit. Bukan ku tak menghiraukanmu,bukan ku tak membalas semua perhatian indahmu. Bagaimana mungkin aku tidak melayang layang ketika kau memberikan perhatian kecil yang begitu manis? Itu sangat mustahil tuan. Tapi semakin aku merasakan    hal itu,maka semakin aku harus membunuh diriku untuk terus bergerilya melupakanmu.

Benar tuan,rabbku berkata jodohku sudah tertulis di lauful mahfuz hingga aku tak mungkin mencintaimu begitu saja. Cinta adalah anugrah yang diberikanNya namun aku tak bisa membiarkan diriku memilihmu. Itu sangat tidak mungkin tuan. Sudahlah. Kubiarkan dirimu pergi dengan sejuta benci dan luka karena sikapku. Kumohon maafkan aku yang tak berdaya ini tuan. Aku hanya menaati apa yang sudah rabb ku tetapkan untukku. Biarlah dirimu pergi dengan berbagai persepsi aku tak mengharapkanmu dan bahkan aku sangat tidak menghargaimu. Biarlah kau pergi dengan rasa sakit yang menggilamu karena ulahku. Biarlah kau pergi dan membenciku. Mungkin itu lebih baik. Sehingga kau tak pernah merasakan bagaimana harus membunuh cinta dan rasa dan membuat orang yang kau sayangi pergi dengan membencimu. Jangan ini terlalu sakit tuan.

Aku mencintaimu dengan segala kekurangan yang kumiliki , dengan mengikuti ajaran rabbku. Aku hanya bisa berdoa kepadaNya agar kau bisa selau bahagia. Setidaknya jika kita tak pernah bisa disatukan di dunia Nya maka aku berharap kau akan disandingkan dengan perempuan yang tentunya jauh lebih baik dariku. Tetapi aku selalu berdoa untukmu. Untuk setiap jengkal langkah kakimu untuk setiap waktu kebahagiaanmu. Tak pernah ada cara lain ku untuk merangkulmu kecuali di setiap lantunan doaku kepada Rabbku. Benar tuanku aku memang mencintaimu tetapi aku lebih mencintai rabbku. Dan karenaNya aku masih disini dan tetap dengan rasa yang sama di setiap waktu.

Senin, 05 Desember 2016

SURAT KECIL UNTUK SAHABAT LAMAKU


Hasil gambar untuk sahabat lamakuHalo kawan? apakabarmu hari ini? Semoga kebahagiaan selalu bersamamu dan semoga tuhan selalu melindungi mu dan mendampingimu di setiap perjalanan hidupmu. Masih ingatkah kau denganku? Masih ingatkah kau dengan kenangan yang telah kita buat bersama sahabatku? Masih kah kau ingat hari dimana kita selalu menertawkan hal yang menurut orang lain itu sangat tidak lucu. Masih kah kau ingat setiap kata yang terucap dari setiap canda yang kita buat? Masih ingatkah kau tentang janji yang kita buat untuk selalu ada satu sama lain? Kini kemanakah kamu wahai sahabatku? Kemanakah dirimu yang sempat mendampingiku disetiap cerita ku? Kemanakah dirimu? Tidakkah kau mengerti aku sangat merindukanmu. Merindukan setiap detik kebersamaan kita ,merindukan setiap momen kita . Aku merindukanmu,sahabatku. 

Aku masih ingat benar betapa sangat bahagia kita saat itu. Betapa kita selalu bergantung satu sama lain untuk setiap kebahagiaan kita. Betapa kamu selalu memanggil namaku dan aku selalu memanggil namamu. Kita selalu mengatasi setiap masalah bersama, Kita selalu menghadapi apaun dengan gagah dan tak kenal patah. Kita selalu berdoa mengharapkan kebahagiaan semoga selalu meneylimuti persahabatan ikhlas kita. Persahabatanku suci dan tulus padamu. Aku sangat mengasihimu sama seperti aku mengasihi setiap orang yang ku sayang. Kamu sudah seperti menjadi bagian dari tubuhku yang selalu ada untukku. Aku tak pernah bisa menjalani hidupku sendirian,kawan. Lalu mengapa kini kau pergi?

Hari memang telah berganti dan segala hal sudah berubah. Musim pun juga telah berganti bahkan matahari pun sanggup untuk terbit dan kemudian tenggelam. Sama seperti kita bukan? Kini kau telah pergi kawan,karena kesalahan yang telah kubuat. Keras kepalaku mengalahkan semuanya hingga membuatmu pergi dariku. Tetapi bukankah setiap persahabatan saling mempertahankan sesulit apapun keadaan?  Kini kau sudah menggantikan ku dengan dirinya. Dia yang mungkin bisa menemanimu lebih baik dari aku. Dia yang mungkin bisa membuatmu bahagia disetiap harimu.. Dia yang bisa berbagi suka dan dukamu tentang dunia ini. Tetapi ketahuilah sahabatku,sejauh apapun kau mencoba pergi dan berlari aku tak akan kemana mana. Aku akan tetap disini.

Kutahu kau telah melupakan segala momen tentang persahabatan kita. Kau mengira akulah yang bersalah dan menyebabkan dirimu bersedih dan membuatmu pergi. Mohon maafkan sahabatmu yang payah ini,mohon maafkan setiap kata yang kuucap hingga membuatmu begitu ikhlas memutuskan tali persahabatan kita. Kumohon maafkan aku. Kini hidupku berubah setelah kau memilih pergi kawan. Bagaimana bisa satu anggota tubuh bisa bertahan tanpa anggota tubuh yang lain? Tidak akan bisa seprti saat bersamamu kawan. Semua tidak akan sama seperti saat itu. Tidak akan sama. Kau akan selalu mempunyai tempat tersendiri didalam benak dan hati dan pikiranku. Tak akan pernah ku coba melupakanmu ataupun membencimu. Semoga tuhan selalu membuatmu bahagia dengan kawan barumu. Dan semoga kawan barumu bisa memperlakukanmu sebaik aku dan bahkan pasti lebih baik. Hingga dia bisa menggantikan posisiku saat ini. Selamat berbahagia kawan. Aku begitu menyayangimu dan begitu merindukan kita. 


Sincerely,
Sahabat lamamu