Kamis, 27 Desember 2018

"Kebaikan Itu Nyata",kataku

"Kebaikan itu nyata", kataku. Entah bagaimana datangnya, bagaimanapun asalnya dan bagaimanapun bentuknya, bagiku kebaikan itu nyata. Segala jenis kebaikan , kebaikan kepada sesama manusia, kebaikan kepada makhluk allah yang lain pun,segala hal yang baik pastilah benar. Dan segala hal yang benar belum tentu baik. Kenapa bisa begitu ya ? Iya, akupun juga tidak mengerti. Beberapa orang menghalalkan segala cara yang dianggapnya benar, namun melukai hati saudaranya sendiri. Sesama muslim, maksudku. Itukah yang dinamakan kebenaran? Adakah kebaikan disesuatu hal yang menyakiti hati orang lain? Tidak menurutku. Tidak juga bagiku. Jika itu benar, pastilah belum tentu baik. Jika itu baik, pastilah benar. InsyaAllah. Beberapa orang lagi berusaha menasehati hal yang benar kepada orang yang lain, dengan kata kata yang cenderung kasar, niatnya benar tapi apakah itu baik? Tidak juga, menurutku. Beberapa orang lagi, bersembunyi dibalik banyak orang yang lain mengatas namakan kebenaran, berkelompok kelompok untuk meraih kebenaran dengan menjatuhkan dan memfitnah kelompok atau golongan yang lain. Mungkin baginya benar, tapi apakah itu baik? Tidak juga, menurutku.

Hmm. Di akhir zaman ini, beberapa orang datang kepadaku, menangis tersedu sedu. Ada yang bilang mereka telah disakiti oleh teman dekatnya, ada yang bilang telah dikhianati kekasihnya, ada juga yang bilang bermasalah dengan keluarganya. Hatinya rapuh, pikirannya melayang, jiwanya goyah. Aku memeluk mereka dengan sangat erat, tanpa kata. Hanya itu yang bisa ku lakukan. Mendengar dan kemudian mendoakan. Beberapa orang lagi datang kepadaku, dengan wajah murung mata yang berkaca kaca lelah pada hidup hingga ingin berputus asa. Kupegang pundaknya lalu kupeluk dengan hangat sembari mengatakan "Kau masih punya Allah dan aku",bisikku pada telinganya. Tak ada lagi yang bisa kulakukan. Mendengarkan dan mendoakan, lagi. Beberapa lagi datang mengatakan bahwa kebaikan hanyalah ilusi,semua orang sedang memikirkan diri sendiri. Hmmm. Tidak. Kebaikan itu nyata. Jika tidak nyata, maka rasulullah salallahu alaihi wassalam pun tidak akan ada. Pada kenyataannya, beliau ada. Beliaulah yang menggambarkan dengan secara nyata bahwa kebaikan itu ada. Its exist. But we cant apply this to our life. Akhlaq beliau pada sesama adalah kebaikan yang nyata.

Hm. Inti tulisanku ini adalah, jika kita tidak bisa membuat ataupun menciptakan kebahagiaan pada hidup seseorang, setidaknya jangan membuat mereka berputus asa pada rahmat Allah. Maksudku, janganlah membuat asumsi pada pikiran mereka bahwa "orang baik" itu tidak ada. Setidaknya, jikalau memang kita adalah korban ketidak baikan karena seseorang, mari menjadi orang baik bagi mereka. Bagi orang orang disekitar kita. Jika kita adalah korban kekecewaan dari ketidak baikan saudara saudara kita yang masih terbelenggu nafsu dunia, mari kita menjadi orang baik itu. Aku percaya, segala hal yang baik akan berakhir baik. Aku percaya bahwa hal yang baik, akan memberi pengaruh baik pada orang orang disekitarmu.

Jadi, jikalau memanglah kebaikan itu tidak ada pada zaman ini, maka mari jadi satu satunya orang baik. Aku tau itu tidak mudah, tetapi bukan berarti tidak bisa. Setidaknya jika tidak banyak, masih ada satu orang baik disetiap lingkungan disekitarmu. Kamulah itu orangnya, yang sedang membaca tulisan ini, orang baik. 

Sabtu, 24 November 2018

Untukmu Yang Tengah Lelah Menapaki Jalan Dunia

Akhir akhir ini aku sering mendengar berbagai duka dari teman teman dan orang orang sekitar yang kusayangi. Ada yang kehilangan keluarga, ada yang kehilangan benda kesayangan, ada yang ditinggal teman lama karena menemukan tenan baru, ada yang berusaha melawan sakit demi orang orang yang disayang, ada yang bekerja keras demi menghidupi keluarga, ada yang mengorbankan segalanya demi mereka, orang orang penting dihidup mereka masing masing. Hm. Sedih. Semakin dewasa , aku semakin mengerti, semakin paham bahwa dunia semakin kesini akan semakin keras. Semakin kau berusaha mengejarnya, maka kau akan semakin lelah, kau akan semakin tersakiti , kau akan semakin banyak kehilangan. Semakin kau bergantung padanya, semakin kau bergantung pada makhluk maka kau akan semakin kecewa. Iya benar. Realita masyarakat yang terjadi,hal buruk yang ku alami, segala hal yang terjadi tidak luput karena aku sendiri menomor 2 kan tuhanku. Menomor 1 kan urusan dunia,hingga Allah cemburu. Untukmu yang juga merasakan lelah sepertiku, sadarkah kau bahwa sebenarnya allah sedang ingin bercakap cakap denganmu , oleh karena nya allah hadirkan hal hal buruk itu dalam hidupmu. Allah sayang padamu.

Untukmu yang tengah gelisah menapaki jalan kehidupan, yang tengah merasa sendiri karena semakin kerasnya dunia kepadamu. Tenanglah, Tuhanmu dekat. Dia hadir disetiap sepertiga malam dan turun di langit dunia untuk menemuimu, yang tengah bersujud mengeluh kepadanya. Sangat Romantis. Dia mendengar keluh kesah hambanya, satu persatu dan kemudian tanpa kau ketahui ditengah tengah sujudmu, Tuhanmu menyentuh kepalamu dan mengatakan "Tenanglah hambaku, Aku disini tak akan meninggalkanmu" . Bisa kau bayangkan, Tuhanmu tak pernah meninggalkanmu, Dia menyayangimu lebih dari seorang ibu menyayangi anaknya. Allah sayang padamu. Lalu, mengapa? Mengapa kau masih bersedih? Mengapa masih merasa sendiri? Segala yang kau miliki sekarang bukan milikmu, jadi jika kau kehilangan sudah semestinya begitu. Dirimu pun bukanlah milikmu. Dirimu sepenuhnya milik Allah, jika Dia memintamu pulang, maka kau akan pulang. Iya kan?

Untukmu yang tengah lelah berjalan menapaki jalan kehidupan, mari perbaiki niat dan tujuan untuk apa sebenarnya kau hidup didunia. Untuk apa kau berjalan menapaki dunia ini? Untuk siapa? Mari perbaiki, agar tidak mudah kecewa, agar tidak mudah sakit hati, agar hatimu terus melunak. Sejatinya, kita diciptakan didunia untuk beribadah. Maka, kembalikan tujuanmu hidupmu untuk beribadah. Jangan sampai menyakiti siapa siapa, jangan bergantung pada siapa siapa. Agar kau bahagia. Kembalikan keyakinanmu pada tuhanmu, sehingga setiap sedih atau lelah hadir mendampingimu, dengan mengingat tuhanmu saja kau akan tenang. Hati mu menjadi berlapang lapang, dan kau akan bahagia seketika. Dengan sekedar Alhamdulillah, semuanya menjadi baik baik saja, hatimu, pikirmu, kondisimu, semua akan membaik seperti layaknya magic .

Untukmu, mari berjalan berjajar bersamaku agar kau tidak sendiri, agar kau tidak kelelahan, mari memperbaiki niat bersamaku. Aku menunggumu. Kelak, kita akan saling membela pada hari pengadilan. Semoga. Amiiin.

Menulis untuk diri sendiri, menulis untuk mengingatkan diri sendiri.

Ditulis disebuah kamar, ditengah tengah senja, karena hati sedang gelisah memaknai setiap momen yang sedang terjadi. Mencari hikmah pada setiap hal yang terjadi baik pada diri sendiri maupun pada orang lain.
Surabaya, November 24th
6.10 P.M

Minggu, 18 November 2018

Tulisan Terakhirku Untukmu

Aku tidak tahu sudah berapa banyak tulisan yang tertulis ikhlas untukmu. Dan mungkin ini akan menjadi tulisan terakhir yang aku tulis untukmu dan mengenaimu . Mengapa aku begitu yakin? Iya, karena aku sudah melihat jawaban dari matamu, kusudah melihatnya dengan sangat jelas. Bahwa kamu memang bukan untukku , entah seberapa keras aku berusaha untukmu, akan menjadi kesia sia an yang nyata. Entah seberapa lama aku memperjuangkanmu dan bagaimanapun upayaku untuk membuatmu bahagia semua akan sia sia. karena kau tidak pernah memilih aku. Belum selesai dengan kisah masa lalumu, yang harus kucoba lawan aku sudah melihatmu dengan orang yang baru. Foto berjajar berdua dengan dia, yang bahkan ku tak mengenalnya siapa dia. Kau memang orang baik, kamulah rahmat bagi banyak orang sedemikian sehingga banyak yang mengangumimu. Aku mengerti mengapa dia mengagumimu, pun juga dengan aku.  Bisa kau bayangkan perasaanku? Iya seperti itu, sedikit kecewa karena ulahku sendiri. Karena salahku sendiri:) Aku yang membuat harapan itu ada dan menyakitiku sendiri. Aku tang salah mengartikan segala bentuk kebaikanmu, padahal kau pun melakukan hal yang sama pada mereka. Padahal kau sudah punya pilihan hati sendiri. Tapi ketauhilah, aku bukanlah perempuan yang mudah terbawa perasaan. Jika kau baca tulisan ini, berati kau akan mengetahui bagaimana aku yang sebenarnya. Aku bukanlah tipikal orang yang mudah jatuh cinta pada siapapun, hanya pada orang orang tertentu yang bahkan aku tidak tau mengapa alasannya. Itulah sebabnya aku tidak mudah melupakan , tetapi tunggu. Aku akan berusaha, karena tidak mudah bukan berati tidak bisa. Cara ini salah, jadi aku akan mengakhirinya.   Aku pikir ini memang sudah jalan kita, jalan kita berbeda.  Aku tau kita berbeda cara pandang kita berbeda akan menyikapi satu hal. Seandainya kau tau bahwa aku ingin sekali melihat sesuatu sama dengan caramu melihat. Seandainya aku bisa menjadi dia, maka aku ingin mebjadi seperti dia yang kau pilih. Seandainya , kau bertemu denganku lebih dulu daripada dia. Seandainya kau tau bahwa aku benar benar ingin mendampingimu hingga pada titik terbawahmu. Mendengar keluh kesahmu akan hal yang membuatmu marah dan kesal, mendengar setiap inci masalahmu. Dengar, walaupun organisasi membuatku menjadi lebih tinggi darimu, tapi aku akan lebih memilih menjadi pendampingmu. Akan tetap mendengar hal hal yang kamu nasihatkan dan melakukannya. Ketauhilah aku lebih suka dipimpin olehmu. Karena bagaimanapun kodrat wanita adalah dipimpin dan dibimbing,kuharap dialah kamu.  Ah sudahlah berandai andai itu tidak baik. Menyalahi takdir itu tidak baik.


Dengar, bukanku ingin pergi bukan. Tapi kamu yang memintaku pergi. Sikapmu yang dingin, ditambah dengan foto fotomu bersama orang lain. Juga dengan berbagai hal yang menunjukkan bahwa aku sedang buang buang waktu padamu. Kau tau? Bunda khadijah saja saat tertarik pada akhlaq rasulullah beliau berusaha mencari tau. Pun juga denganku yang sedang berusaha mencari tau, tapi sayangnya kau tutup semua jalan. Kau tak pernah membiarkan aku masuk. Dan kumengerti, karena kau sudah memiliki dia. Mohon maafkan aku.  Seandainya kau tau aku sedang menunggu. Doaku tak pernah habis menyebut namamu. Doaku tak pernah habis untuk segala kebaikan mu. Tapi sudahlah memang ini yang terjadi, aku harus merelakanmu untuk yang terakhir kali. Semoga kau sehat selalu, semoga dia mampu menjaga dan mendoakanmu tanpa henti. Semoga dia akan mendampingimu dalam susah dan sedihmu. semoga dialah yang kau mau, semoga dia jawaban dari doa doa panjangmu. Semoga dia menjaga dirinya sebaik aku. InsyaAllah.  Semoga kamu bahagia. Akan kuakhiri dengan segala kesedihan didalam hati, akan kuakhir dengan keikhlasan yang InsyaAllah tidak membutuhkan waktu lama untuk stagnan dalam kesedihan.  Akan kuusahakn, akan kupaksakan. Aku tertarik padamu karna Allah, karna akhlaqmu karna ketaqwaanmu,karena kebaikanmu pada sesama umat. Terimakasih untuk hal hal indah dan segala kebaikan  yang pernah kita lalui semoga kamu tidak melupakannya.

Dariku, yang selalu ingin mendampingimu tapi tak bisa. Dariku yang sudah memperjuangkanmu tapi tak pernah berhasil. Segala hal yang berawal akan selalu memiliki akhir. Seperti halnya kisahku denganmu ini.
Selamat tinggal.
Ditulis disebuah kamar , dengan keraguan yang membuncah melawan sakit hati namun juga rindu. Meredam amarah sekuat tenaga agar tidak menyakiti siapa sipa. Selamat tinggal, B. Semoga Allah melindungimu, mrnjagamu dan bahagia selalu ya. :)
Minggu 4 november 2018 8.17 a.m

Minggu, 21 Oktober 2018

Perempuan Yang Kau Anggap Tegas Itu Sebenarnya..

Perempuan yang banyak bicara itu, perempuan yang terlihat kuat dan tegas itu, sehingga banyak membuat laki laki tidak percaya diri untuk mendampinginya adalah tidak seperti yang kau lihat. Perempuan yang suka mengatur itu, tidak sekuat dan setegas kelihatannya. Bagaimanapun dia adalah perempuan. Hati dan pikirannya tetaplah sebagai mana perempuan seharusnya. Menggunakan perasaan tetaplah menjadi cara dan jalannya, namun dia memilih menutup semuanya saat dia diposisikan sebagai pemimpin ,pengatur dan banyak bicara. Kondisinya saat ini bukanlah dia yang sesungguhnya. Itu semua hanyalah perkara kondisi, kondisi yang mengharuskannya banyak bicara, pengatur dan tegas. Sebenarnya tidak. Didalam hati kecilnya dia mengharapka kehadiran sosok laki laki yang mampu mengambil alih dirinya. Laki laki yang dengannya mampu untuk memimpin, mengatur dan mengayominya. lelaki yang akan didengar oleh perempuan tegas itu. Setegas apapun dia, dia akan tetap mendengarkan kata kata laki laki nya kelak. Perempuan itu akan bersedia mendengarkanmu, laki laki yang kelak akan dipilihnya untuk menghentikan ketegasannya dan mengabdikan hidupnya. Dia akan siap mendapingimu bagaimanapun kondisimu, dia akan kuat berjalan berdampingan dengan berbagai kondisi sulit dihidupmu karena dia sudah terlatih. Dia akan siap menjadi tempatmu pulang dan mengeluh saat kau lelah dengan duniamu, dia akan menjadi tempat yang kau sebut pulang ke rumah. Itu semua hanyalah karena dia sudah terlatih kuat didalam hidupnya. Maka,masuklah kedalam hidupnya, telisik lah hidupnya pelan pelan , dia tak sesempurna seperti yang kau lihat dikhalayak umum. Sesekali dia menangis, ditengah kesendiriannya, sesekali dia mengeluh sesekali dia menyalahkan dirinya sendiri akan segala kondisi yang kini menerpanya.  Dia yang selalu kau lihat banyak bicara dan selalu tertawa itu adalah dia yang tengah rapuh dan bahkan sedang mencari cara untuk menapaki hidupnya, untuk terus kuat saat orang orang bersandar padanya, terus kuat saat orang orang bergantung padanya, sedang ia tidak tau harus mengandalkan siapa. Jika hal buruk terjadi pada mereka, dia akan tidak segan menyalahkan dirinya atas apa yang terjadi. Baginya, orang lain adalah segalanya diatas dirinya sendiri.

Perempuan yang kau lihat tegas itu, adalah perempuan banyak mimpi. Yang tau bagaimana cara meraih mimpinya tepat sasaran hingga step by step untuk mendapatkannya. Perempuan yang tegas itu  , adalah perempuan yang memiliki ambisi tiada henti untuk mendapatkan apapun yang dia inginkan secara detail dan jelas. Jika kau bertanya padanya bagaimana hidup yang diinginkannya 2 tahun depan, maka dia akan bisa menjelaskan padamu secara tepat jelas dan nyata. Dia akan merincikan bagaimana keinginannya dan harus bagaimana cara untuk mendapatkannya. Dia kuat, pemimpi namun juga lemah dan rapuh. Banyak orang menyebutnya multitalent dalam segala bidang, tapi sebenarnya tidak itu semua hanya cara untuk mendapatkan 1 tujuan yang diinginkannya. Dia takut Allah marah padanya, dia takut hidupnya tidak dihabiskan untuk kebermanfaatan sesama. Oleh karenanya, dia mengabdi untuk kebaikan banyak orang. Menomor duakan diri sendiri. Bahkan jika kau tau bagaimana mimpi kedepannya tidak lain dan tidak bukan adalah untuk kebahagiaan orang orang disekitarnya. Untuk orang tuanya, untuk pasangannya kelak, untuk sahabat dan kerabat. Tidak ada mimpi yang dituliskan untuk memuaskan dirinya sendiri, karena puas baginya adalah melihat senyum di bibir orang orang yang dicintainya. Oleh karenanya, sosoknya benar benar beda. Jika kau temui dia di tempat umum dengan jika kau temui dia secara berdua saja, diluar rutinitasnya. Maka kau akan temui sosok yang lemah dan rapuh itu, sosok introvert yang susah untuk membuka dirinya. Sosok pendiam yang bahkan tak banyak bicara. Benar benar berbeda dengan saat ditempat umum. Karena saat dia sendiri tak ada yang perlu dibuatnya nyaman untuk mengobrol, tak ada yang perlu dibuat tertawa oleh guyonan guyonan yang kadang tak masuk akal, hanya dirinya sendiri. Yang mengerti bagaimana dirinya sendiri. Dia seperti itu karena dia ingin setiap orang yang afa disekitarnya merasa nyaman, merasa akrab dan akhirnya bisa membuat mereka bahagia.

Perempuan perempuan seperti ini adalah perempuan perempuan yang membutuhkan sosok laki laki yang kuat. Jauh lebih kuat sebelum menguatkannya, yang mampu menguatkan ditengah dia lelah menghadapi hidupnya di kala ia sendiri. Perempuan ini adalah perempuan pemimpi.Perempuan yang memilih untuk mendengarkan, daripada mengatakan. Jika ingin mengetahui kehidupannya, maka temui saat ia sendiri tanpa ada hiruk pikuk banyak orang. Karena akan banyak hal dan cerita mengenai hidupnya yang akan kau mengerti. Perempuan seperti ini tidak akan mudah bercerita pada dasarnya, karena mereka akan terus memilih mendengar saat ia di khalayak ramai. Kehidupan yang kau tau didepan itu, akan berbeda dengan kehidupannya yang sebenarnya. Kehidupan yang akan membuatmu terkejud, hingga mampu membuatmu terbelalak tidak mengerti. Perempuan seperti ini adalah dia, yang kau anggap tegas, namun rapuh pada nyatanya.

Rabu, 29 Agustus 2018

Sebaik baik manajemen waktu

Banyak hal yang terlintas dipikiran saat berpikir mengenai hal yang sia sia. Kau tau jawabannya? Iya benar waktu. Waktu adalah harta yang paling berharga yang sudah Allah berikan pada kita secara cuma cuma. Allah baik ya? Diberikan intensitas dengan jangka yang sangat panjang 24 jam sehari dengan 30 hari disetiap bulannya. Tetapi banyak orang menghabiskannya dengan hal hal yang sia sia. Banyak orang yang membiarkannya berlalu begitu saja tanpa memberi bekas pada setiap detik yang bergerak padanya. Sayangnya, setiap detik yang bergerak akan dipertanggung jawabkan perihal untuk apa ia dihabiskan. Berat kukatakan, memang. Jika tidak berat , maka bukanlah dunia. Penuh tipu daya yang tiada habisnya.

Manajemen waktu. Sebenarnya bukan ilmu, bukan juga tips dan taktik yang harus dipelajari oleh kita , khususnya kaum muda. Tetapi memang harus dimiliki oleh kita. Dengan waktu kita bisa merubah, dengan waktu kita bisa menerka, dengan waktu kita bisa merubah takdir Allah. Indah ya? Bersama dengan keindahannya itu, juga ada hal yang membuat hati sedikit dag dig dug, kita tidak tau sedetik nanti kita akan jadi apa dan bagaimana. Kita tidak tau sedetik kemudian kita masih bisa bernafas atau tidak? Sedang amal dan ibadah rasanya tidak pernah cukup untuk membela diri saat pada hari pengadilan. Sedih.

Menelisik pada diri sendiri apa yang sudah dilakukan untuk menghabiskan waktu, apa perihal baik yang sudah direalisasikan berkenaan dengan waktu. Terlihat sederhana tetapi berat pertanggung jawabannya. Lebih berat daripada soal soal mata kuliah yang sudah diajarkan dosen pada mahasiswanya. Lebih berat daripada sekedar menyelesaikan permasalahan duniawi yang jika diteruskan tidak akan ada habisnya. Dunia hanya tipu daya,kukatakan sekali lagi.

Wahai diri, yang kini sedang berlama lama dalam belenggu kesedihan. Wahai diri yang selalu berharap harap keajaiban datang tanpa melakukan apa apa. Wahai diri yang menghabiskan waktu dengan banyak kesia siaan. Maukah berubah untuk belajar mengontrol waktu? Setidaknya menghabiskan nya dengan mengambil manfaat dengan beribadah atau yang lainnya. Pastinya, sebaik baik manajemen waktu yang kita lakukan adalah yang membawa kita menuju jalanNya, sebaik baik manajemen waktu adalah yang mampu membela kita dihari pengadilanNya,kelak.

Sabtu, 02 Juni 2018

Seperti Yang DIA Mau

"You just dont understand",kataku sekali lagi sembari menatap matanya lekat lekat sekali lagi. Mata yang selalu membuatku tenggelam bersama kenangan
"I do understand" ,tegasnya meraih tanganku. Aku mengelak dan berjalan mundur sejenak.
"Kamu egois. Kamu ga peduli sama orang lain",katanya dengan nada sedikit tinggi dan masih menatapku,tapi kini mata ku sudah beralih menatap kakiku.
Aku merunduk,tak berani menatap matanya,menahan bulir bulir yang se akan jatuh dari mata . Panas,batinku.
"Iya. Kamu benar,maka dari itu pergilah",jawabku dengan nada sangat pelan dengan bibir bergetar . Kulihat tangannya berusaha meraih daguku,ku elakkan tangannya jauh jauh.
"Haram",elakku. Dia mendengus kesal,berbalik sambil menggerutu mengacak acak rambutnya yang kini sudah tak setebal dulu.
"Aku ngga ngerti apa maumu,sampai kamu memilih untuk tidak bersamaku. Kamu bilang ini harapan,lalu kenapa kamu menyuruhku pergi",tanyanya panjang lebar dengan gerak gerik yang mengatakan seolah olah dia ingin tau jawabannya dariku.
"Tidak ada hubungan,laki laki dan peremouan bagaimana pun caranya ,apapun namanya selain pernikahan",ku tatap wajahnya yang kini berubah menjadi sangat sendu. Sendu sekali. Matanya mulai berkaca kaca. "Maaf",kataku sekali lagi berusaha menenangkannya yang mungkin sedikit kacau dan berbalik badan lalu pergi. Kudengar isak tangisnya  kini  dan aku masih terus berjalan meninggalkan.

Beberapa tahun silam,percakapan itu benar benar kini sedang berlari lari di pikiranku. Setelah kejadian itu aku memutuskan untuk tidak bersama siapapun ,untuk menjauhinya hingga waktu yang tak ditentukan lagi. Itu percakapan yang begitu membuatku teringat oleh laki laki yang kini sedang berada didepanku. Iya benar ,laki laki yang sama,namun dengan situasi dan kondisi berbeda. Kini dia sudah dewasa , sudah mapan dan sudah berani untuk bertanggung jawab kepadaku. Pria yang dulu masih acak  acakan gayanya,kini sudah berubah menjadi sosok yang luar biasa tanpa kuduga,celana cingkrang jenggot sedikit  terlihat diujung dagunya yang manis itu.
"Aku mengerti sekarang",katanya pelan menghancurkan lamunanku seketika yang kini ada didepan pintu rumahku.
"Mengerti apa ? Mau apa kesini?",tanyaku gugup dan semakin khawatir. Bagaimana jika tetangga tau,bagaimana jika ayah dan ibu tau ada teman laki laki datang kerumah.
"Tenang,aku kesini tidak untuk bertemu kamu. Aku tidak ada urusan denganmu,aku ingin bertemu bapakmu". Deg. Kata katanya membuatku semakin menjadi jadi tak karuan perasaan.
"Siapa mbak? Suruh masuk saja jika ingin ketemu bapak",teriak bapak yang sudah sedari tadi duduk diruang tamu. Aku yang masih bingung apa yang akan dilakukannya segera mempersilahkan dia masuk . Dia pun menyalami ayahku,dan kemudian aku diminta ayah untuk membuatkannya minum. Aku berbalik badan tak sengaja mendengar perkataan mereka samar samar. Ada apa dengan mereka berdua,batinku.
Aku membawakan 2 buat gelas teh hangat dan meletakkannya tepat di depan meja 2 orang laki laki yang kini tengah menatapku. 
"Duduklah nak",pinta ayah mengagetkanku secara tiba tiba. Aku masih bingung dan membisu . Apa yang sedang terjadi disini. Mengapa suasana menjadi sangat tegang,hingga detik jam dinding di ruang tamu sangat terdengar olehku.
"Ini nak Hazel,dia ingin melamarmu",kata kata itu terlepas begitu saja dari bibir ayah dan membuat dadaku penuh sesak ,entah sesak bahagia atau sesak kaget tak karuan.
"Apa? Melamar? Ba Ba Bagaimana bisa?",Kataku dengan mata melotot menatap ayahku yang kini sudah berganti raut menjadi senyum bahagia.
"Kau mengenalnya bukan?",tanya ayah menggoda yang membuat ku semakin tak karuan rasanya.
"Benar,dia temanku waktu aku kuliah. Tetapi kita tidak pernah menjalin hubungan apapun,yah.",jelasku menyangkal adanya fitnah dan pikiran negatif yang bisa saja timbul dari ayah.
"Ya benar,Tris. Kau benar semenjak kejadian dimana kau meninggalkanku terisak sendiri,aku pun menyadari. Memang seharusnya begitu,pernikahan adalah jalan satu satunya bentuk cinta seorang laki laki dan perempuan. Terimakasih sudah mau menjaga dirimu untuk pasangan halalmu. Dan kini,aku ingin membuktikan padamu bahwa cinta yang ku maksud dulu adalah cinta yang memang benar benar karna Allah. Aku jatuh cinta pada akhlaqmu Tris. Karena sakit hati yang kau berikan padaku,aku belajar dan mencari alasan mengapa kau pergi begitu saja. Dan kini aku mengerti",matanya bebinar bahagia .
Mata yang sama dengan kondisi berbeda yang kutemui 5 tahun lalu. Yang dulunya sendu kini mata itu membuatku semakin tenang dan percaya.
"Tapi,kuliahku saja belum selesai yah. Aku masih harus mengurus beberapa hal untuk wisudaku.",terangku kepada ayah sembari menuturkan kondisiku yang sebenarnya
"Ayah terserah kamu tris,yang penting kebahagiaanmu nomor 1 kau tau mana yang baik bagimu dan mana yang tidak. Kau boleh terima lamarannya,atau kau boleh menolaknya. Untuk kuliah,kau pun bisa menikah dengan menyelesaikan wisudamu",jawah ayah dengan sangat menenangkan hatiku sembari mengusap kepalaku lembut sekali.
"Aku siap membiayaimu,lahir dan batin. Membimbingmu ke jalan yang menurut sunnah rasulullah,menuntunmu ,melindungimu,hingga Allah yang memisahkan kita",katanya meyakinkanku. Aku terdiam sangat lama,mataku berkunang kunang bahagia. Laki laki yang dulu sempat singgah dan kubunuh rasanya mati matian kini ada didepan ku untuk meminangku. Laki laki yang namanya tak henti aku doakan kebaikannya,kini sedang bersama ayahku untuk memintaku menjadi pendamping hidupnya.
"Aku ingin kamu yang menjadi madrasah pertama bagi anak anakku,tapi Ku hargai keputusanmu jika kau masih belum siap tris. Dan juga....",kata katanya menggantung begitu saja
"Ya. Aku mau" Jawabku dengan tegas dan cepat. Ayahku langsung menatap ku lekat lekat dan memelukku dengan sangat hangat. Ku lihat dia disela sela pelukan ayahku,raut wajahnya berubah bahagia. Bulit bulir bening terjatuh dari mata teduh itu. Allah,inikah bahagia yang kau janjikan atas dasar cinta kepadamu? batinku.

Setelah kejadian itu,akupun melaksanakan berbagai tahap tahap taaruf yang sesuai menurut syariat islam dan kami pun menikah. Dengan prosesi ijab qobul yang sakral,dan resepsi yang sederhana saja aku sudah bahagia. Yang kupikirkan,hanya dia. Yang kini sudah halal menjadi suamiku,surgaku,dan kepadanya kini aku mengabdikan hidupku. Serasa Cinta diam diam fatimah dan ali. Bahagia sekali.
"Terimakasih ya mas,sudah mau menghalalkanku",kataku disela sela resepsi pernikahan kita. Yang hanya dihadiri oleh teman dan kerabat dekat saja.
"Mengapa trimakasi? You deserve this. Dan ini caraku untuk memperlihatkan padamu cinta 5 tahun yang kusimpan diam diam itu",katanya sambil tersenyum simpul. Aku memeluknya dengan sangat hangat pria itu.
Dapatkan sesuatu yang baik dengan cara yang baik pula,dengan cara yang Allah Mau. Cinta apa yang kau akan takut kurang mendapatkannya,sedangkan kau adalah hamba dari yang Maha Pemilik Cinta.


Ditulis Pukul 01.30 A.M Untuk Menenangkan Setiap Hati Yang Kini Tengah Letih Menanti Pertemuan Yang Akan Di-Ridhai Illahi

Jumat, 25 Mei 2018

Is it Unfair?


         That’s how life work,isn’t? You’re in love with someone that you never have a chance to tell them. Sometimes life is just unfair for us. For people who thinks about someone else’s happiness first than them. It sound sad and poor. But  for me,it is a truly love. Just some people who can do this. Some,it means not much. They give everything for other’s need but they forget about their self . Include, how their life should go on,how their own happiness, how their own condition. They don’t think much. Just do something that make people around them happy. That’s it. And Im really appreciate this. They have a kind heart,so they shouldn’t be selfish to get what they want. Just treat people good,they get the happiness through everyone’s eyes. That simple happiness.
            Maybe no one will take care of them except their self,but its ok. Allah is really  kind to them,they give their grateful and so everything will be perfect easily. Don’t you ever think about people around you that try harder for your happiness or fight really hard for your business? Don’t you? Make it simple as you think about your parents. Do you ever think about them? How condition,how life was go on  ,whats the problem that may disturb their mind? You may don’t understand. A simple things for you it must be a biggest things for them. As you give them your news about how your school,or about how your friends,what menu that you have breakfast today,its simple but its precious for them.
            Yes,sometimes we really easy get bored for something that may not really important for our life  and forget about someone’s effort for us. That’s sound creepy right? As the day changed,as your life go on,appreciate them. People who always beside you,support you ,whenever you want. It doesn’t matter about who,its everyone . Who want  walk side by side with you,listen about every single problem that you’ve been through. Believe me they will listen you,a simply things that maybe make a simply smile on their face . We re too busy with our business so we forget about “them”.
            Actually,I don’t know what the things that I would tell you through this. But I just want to share something that diturb my mind. About how “fair” life should go on. People deserve their “part” from anyone who their fight with. They deserve happiness as much as they give to others . It should be balance ,that’s the meaning about “give and give” just not “take and give” . It so you and allah. You don’t need to ask him ,what you want because he already know everything. Maybe the things that you never tell to anyone,he knows. That’s why I really like that time,on my prayers. It feels like I talk to him without a words. That’s too romantic,isn’t? Give people the things that  they should get. Don’t be unfair . Its not about how fair life or not. It just about us. When we do the good things as our way,it wont be someone would get hurt and feeling the things are always not fair for him/her. Do the little things ,it maybe “little” for you. But it must be “something” for someone else. Because you worth,and so them. Because allah is fair ,and so you.

Jumat, 20 April 2018

Aku sebut ini,Amarah.

Kenapa berhenti berjalan? Karena aku merasa lelah. Mengapa Lelah? Karena merasa baik baik saja tanpa diberi kesempatan untuk berbagi kebahagiaan maupun kesedihan itu bukanlah hal yang mudah. Mengapa? Karena bagaimana bisa kau berpura pura seakan akan tidak ada hal yang terjadi padamu entah baik maupun buruk kau tetap harus tenang. Terpaksa atau dipaksa akupun tak tau. permainan apa yang sedang dibuat buat merka untukmu. Untuk tetap menguntungkan satu pihak dan merugikan yang lain. Ini adalah bagian dari dunia yang tak pernah kusukai. Egois. Keras Kepala. Diri sendiri. Hal yang sangat kubenci dengan berbagai asumsi didalamnya,hal yang selalu aku sesalkan hadir pada setiap orang orang yang ku bersamai. Hingga membuatnya sadar atau tidak sadar telah menyakiti siapapun termasuk aku. Bagaimaba tidak? Begitu tak berbentuk sekarang hati yang sudah memperjuangkan doa dan kebahagiaan bagi orang lain yang bahkan melihat saja tidak,memperhatikan saja tidak hingga harus menyakiti . Mengapa harus menyakiti,jika memang tidak bisa? Kutanya pada mereka uang kini terduduk membisu tak bisa menjawab hingga membuat lidah mereka kelu? Jika tak bisa melakukan apa apa mengapa harus menyakiti? mengapa tidak senyum saja? Melukiskan lengkungan di bibir saja setidaknya bisa membuat hati siapapun tenang. Senyum itu,mungkin tak berati bagimu tetapi berarti bagi mereka yang memperhatikanmu dan memperdulikan kebaikan-mu. Yang membiarkan waktu berdoanya habis hanya untuk berdoa untuk segala kebaikanmu.

Benar benar tidak adil.

Kekecewaanku sekarang sangatlah tak biasa. Hingga membuat ubun ubunku terasa mau meluncur dari tempatnya,membuat mataku terasa perih menahan sesuatu yang jatuh dan membuat bibirku merasa kelu hingga tak mampu bicara. Dadaku terasa sesak terpenuhi segala hal yang akan membuncah dengan hebat. Iya aku marah. Iya aku kecewa. Aku sudah lelah dengan segala ke pura puran yang terlalu dibuat buat. Dengan segala lengkung bibir yang sengaja dibuat karena sesuatu hal. Pun dengan berbagai kata yang mengharapkan kebaikan tetapi pada akhirnya membuat hati terasa sakit saat mendengarnya. Aku sudah lelah berjuang. Lagi. Aku sudah tak ingin berjalan menapaki rel yang seharusnya ku tapaki. Aku menatap rel yang terpampang didepanku. Kurasa cukup,batinku. Episode ini akan segera kuakhiri. Dengan segala peran yang akan kuhabisi,dengan segala aktor dan aktria yang ada didalamnya akan ku akhiri. Tidak akan ada lagi aku,tidak akan lagi kau temukan diriku yang dulu. Yang hangat,yang selalu membuatmu bahagia,yang mensupport setiap hal yang kau lakukan,yang menanyakan kondisimu dahulu tanpa kau tanya balik,yang mengutamakan kepentinganmu diatas kepentingannya. Tidak akan kau temukan dia lagi. Tidak akan.

Aku akan terus berbalik menjauhi rel yang seharus ya kutempuh. Ku tak sanggup lagi, kata ku pada diriku sendiri. Ku tatap cermin didepanku dalam dalam ku tatap sosoknya lekat lekat. Ku tatap nanar sosok itu dengan rasa pilu penuh kasihan. Mata yang hampir tak bisa melihat dengan jelas karena menahan sesuatu didalamnya untuk tidak jatuh. Bibir yang bergetar karena menahan sesuatu untuk diungkapkan. Ku tatap lagi sosok itu dalam dalam. Aku mengasihani diriku sendiri saat ini. Benar benar mengasihani diriku sendiri. Ku berbalik dan membelakangi cermin itu,dan kuputuskan untuk terus berjalan menjauh dari rel itu. Tidak akan ada yang mengerti ,batinku. Akan menjadi sia sia. Kan kubuat jarak agar aku bebas bergerak. Kan kubuat tempat agar aku tak dapat disekat. Kan kubuat diriku tenang,kan ku buat hatiku lapang. Mungkin hanya butuh beberapa waktu. Kan kubuat semuanya kembali baik. Baik. Tetapi tidak bisa seperti semula. Baik versiku tentu saja. Kan kubuat semuanya menjadi baik tanpa menyisakan kecewa lagi untuk siapa siapa . Kecewaku akan ku akhiri,begitupun juga peranku akan ku akhiri. Amarah yang meledak ledak di otakku akan kuredam tetapi tidak akan kubiarkan teredam sebelum waktunya. Aku. Benar Benar. Kecewa. Tanpa. Ada. siapapun. Disisiku. Saat. Ini. Yang. Mengerti. kondisiku. Aku-lah satu satunya yang terluka. Aku-lah satu satunya yang menyerah.