Sabtu, 24 November 2018

Untukmu Yang Tengah Lelah Menapaki Jalan Dunia

Akhir akhir ini aku sering mendengar berbagai duka dari teman teman dan orang orang sekitar yang kusayangi. Ada yang kehilangan keluarga, ada yang kehilangan benda kesayangan, ada yang ditinggal teman lama karena menemukan tenan baru, ada yang berusaha melawan sakit demi orang orang yang disayang, ada yang bekerja keras demi menghidupi keluarga, ada yang mengorbankan segalanya demi mereka, orang orang penting dihidup mereka masing masing. Hm. Sedih. Semakin dewasa , aku semakin mengerti, semakin paham bahwa dunia semakin kesini akan semakin keras. Semakin kau berusaha mengejarnya, maka kau akan semakin lelah, kau akan semakin tersakiti , kau akan semakin banyak kehilangan. Semakin kau bergantung padanya, semakin kau bergantung pada makhluk maka kau akan semakin kecewa. Iya benar. Realita masyarakat yang terjadi,hal buruk yang ku alami, segala hal yang terjadi tidak luput karena aku sendiri menomor 2 kan tuhanku. Menomor 1 kan urusan dunia,hingga Allah cemburu. Untukmu yang juga merasakan lelah sepertiku, sadarkah kau bahwa sebenarnya allah sedang ingin bercakap cakap denganmu , oleh karena nya allah hadirkan hal hal buruk itu dalam hidupmu. Allah sayang padamu.

Untukmu yang tengah gelisah menapaki jalan kehidupan, yang tengah merasa sendiri karena semakin kerasnya dunia kepadamu. Tenanglah, Tuhanmu dekat. Dia hadir disetiap sepertiga malam dan turun di langit dunia untuk menemuimu, yang tengah bersujud mengeluh kepadanya. Sangat Romantis. Dia mendengar keluh kesah hambanya, satu persatu dan kemudian tanpa kau ketahui ditengah tengah sujudmu, Tuhanmu menyentuh kepalamu dan mengatakan "Tenanglah hambaku, Aku disini tak akan meninggalkanmu" . Bisa kau bayangkan, Tuhanmu tak pernah meninggalkanmu, Dia menyayangimu lebih dari seorang ibu menyayangi anaknya. Allah sayang padamu. Lalu, mengapa? Mengapa kau masih bersedih? Mengapa masih merasa sendiri? Segala yang kau miliki sekarang bukan milikmu, jadi jika kau kehilangan sudah semestinya begitu. Dirimu pun bukanlah milikmu. Dirimu sepenuhnya milik Allah, jika Dia memintamu pulang, maka kau akan pulang. Iya kan?

Untukmu yang tengah lelah berjalan menapaki jalan kehidupan, mari perbaiki niat dan tujuan untuk apa sebenarnya kau hidup didunia. Untuk apa kau berjalan menapaki dunia ini? Untuk siapa? Mari perbaiki, agar tidak mudah kecewa, agar tidak mudah sakit hati, agar hatimu terus melunak. Sejatinya, kita diciptakan didunia untuk beribadah. Maka, kembalikan tujuanmu hidupmu untuk beribadah. Jangan sampai menyakiti siapa siapa, jangan bergantung pada siapa siapa. Agar kau bahagia. Kembalikan keyakinanmu pada tuhanmu, sehingga setiap sedih atau lelah hadir mendampingimu, dengan mengingat tuhanmu saja kau akan tenang. Hati mu menjadi berlapang lapang, dan kau akan bahagia seketika. Dengan sekedar Alhamdulillah, semuanya menjadi baik baik saja, hatimu, pikirmu, kondisimu, semua akan membaik seperti layaknya magic .

Untukmu, mari berjalan berjajar bersamaku agar kau tidak sendiri, agar kau tidak kelelahan, mari memperbaiki niat bersamaku. Aku menunggumu. Kelak, kita akan saling membela pada hari pengadilan. Semoga. Amiiin.

Menulis untuk diri sendiri, menulis untuk mengingatkan diri sendiri.

Ditulis disebuah kamar, ditengah tengah senja, karena hati sedang gelisah memaknai setiap momen yang sedang terjadi. Mencari hikmah pada setiap hal yang terjadi baik pada diri sendiri maupun pada orang lain.
Surabaya, November 24th
6.10 P.M

Minggu, 18 November 2018

Tulisan Terakhirku Untukmu

Aku tidak tahu sudah berapa banyak tulisan yang tertulis ikhlas untukmu. Dan mungkin ini akan menjadi tulisan terakhir yang aku tulis untukmu dan mengenaimu . Mengapa aku begitu yakin? Iya, karena aku sudah melihat jawaban dari matamu, kusudah melihatnya dengan sangat jelas. Bahwa kamu memang bukan untukku , entah seberapa keras aku berusaha untukmu, akan menjadi kesia sia an yang nyata. Entah seberapa lama aku memperjuangkanmu dan bagaimanapun upayaku untuk membuatmu bahagia semua akan sia sia. karena kau tidak pernah memilih aku. Belum selesai dengan kisah masa lalumu, yang harus kucoba lawan aku sudah melihatmu dengan orang yang baru. Foto berjajar berdua dengan dia, yang bahkan ku tak mengenalnya siapa dia. Kau memang orang baik, kamulah rahmat bagi banyak orang sedemikian sehingga banyak yang mengangumimu. Aku mengerti mengapa dia mengagumimu, pun juga dengan aku.  Bisa kau bayangkan perasaanku? Iya seperti itu, sedikit kecewa karena ulahku sendiri. Karena salahku sendiri:) Aku yang membuat harapan itu ada dan menyakitiku sendiri. Aku tang salah mengartikan segala bentuk kebaikanmu, padahal kau pun melakukan hal yang sama pada mereka. Padahal kau sudah punya pilihan hati sendiri. Tapi ketauhilah, aku bukanlah perempuan yang mudah terbawa perasaan. Jika kau baca tulisan ini, berati kau akan mengetahui bagaimana aku yang sebenarnya. Aku bukanlah tipikal orang yang mudah jatuh cinta pada siapapun, hanya pada orang orang tertentu yang bahkan aku tidak tau mengapa alasannya. Itulah sebabnya aku tidak mudah melupakan , tetapi tunggu. Aku akan berusaha, karena tidak mudah bukan berati tidak bisa. Cara ini salah, jadi aku akan mengakhirinya.   Aku pikir ini memang sudah jalan kita, jalan kita berbeda.  Aku tau kita berbeda cara pandang kita berbeda akan menyikapi satu hal. Seandainya kau tau bahwa aku ingin sekali melihat sesuatu sama dengan caramu melihat. Seandainya aku bisa menjadi dia, maka aku ingin mebjadi seperti dia yang kau pilih. Seandainya , kau bertemu denganku lebih dulu daripada dia. Seandainya kau tau bahwa aku benar benar ingin mendampingimu hingga pada titik terbawahmu. Mendengar keluh kesahmu akan hal yang membuatmu marah dan kesal, mendengar setiap inci masalahmu. Dengar, walaupun organisasi membuatku menjadi lebih tinggi darimu, tapi aku akan lebih memilih menjadi pendampingmu. Akan tetap mendengar hal hal yang kamu nasihatkan dan melakukannya. Ketauhilah aku lebih suka dipimpin olehmu. Karena bagaimanapun kodrat wanita adalah dipimpin dan dibimbing,kuharap dialah kamu.  Ah sudahlah berandai andai itu tidak baik. Menyalahi takdir itu tidak baik.


Dengar, bukanku ingin pergi bukan. Tapi kamu yang memintaku pergi. Sikapmu yang dingin, ditambah dengan foto fotomu bersama orang lain. Juga dengan berbagai hal yang menunjukkan bahwa aku sedang buang buang waktu padamu. Kau tau? Bunda khadijah saja saat tertarik pada akhlaq rasulullah beliau berusaha mencari tau. Pun juga denganku yang sedang berusaha mencari tau, tapi sayangnya kau tutup semua jalan. Kau tak pernah membiarkan aku masuk. Dan kumengerti, karena kau sudah memiliki dia. Mohon maafkan aku.  Seandainya kau tau aku sedang menunggu. Doaku tak pernah habis menyebut namamu. Doaku tak pernah habis untuk segala kebaikan mu. Tapi sudahlah memang ini yang terjadi, aku harus merelakanmu untuk yang terakhir kali. Semoga kau sehat selalu, semoga dia mampu menjaga dan mendoakanmu tanpa henti. Semoga dia akan mendampingimu dalam susah dan sedihmu. semoga dialah yang kau mau, semoga dia jawaban dari doa doa panjangmu. Semoga dia menjaga dirinya sebaik aku. InsyaAllah.  Semoga kamu bahagia. Akan kuakhiri dengan segala kesedihan didalam hati, akan kuakhir dengan keikhlasan yang InsyaAllah tidak membutuhkan waktu lama untuk stagnan dalam kesedihan.  Akan kuusahakn, akan kupaksakan. Aku tertarik padamu karna Allah, karna akhlaqmu karna ketaqwaanmu,karena kebaikanmu pada sesama umat. Terimakasih untuk hal hal indah dan segala kebaikan  yang pernah kita lalui semoga kamu tidak melupakannya.

Dariku, yang selalu ingin mendampingimu tapi tak bisa. Dariku yang sudah memperjuangkanmu tapi tak pernah berhasil. Segala hal yang berawal akan selalu memiliki akhir. Seperti halnya kisahku denganmu ini.
Selamat tinggal.
Ditulis disebuah kamar , dengan keraguan yang membuncah melawan sakit hati namun juga rindu. Meredam amarah sekuat tenaga agar tidak menyakiti siapa sipa. Selamat tinggal, B. Semoga Allah melindungimu, mrnjagamu dan bahagia selalu ya. :)
Minggu 4 november 2018 8.17 a.m