Selasa, 05 Desember 2017

Dibalik Ketenangan-ku

Aku tenang,karena sudah memutuskan untuk membiarkanmu berjalan didepanku dengan atau tanpa mengucapkan salam terlebih dahulu. Aku tenang,karena aku telah melepaskan kamu yang memang mungkin masih belum ditakdirkan untukku. Aku tenang, karena menyadari segala hal yang terjadi ini memiliki esensi bagi diriku dan juga bagi dirimu. Aku tenang, karena telah melihatmu bersama dengan orang lain yang kini sudah mendampingimu di sisimu dan bahagia tentunya. Aku tenang,tuan.

Ketenanganku bukan tidak berdasar,bukan tidak tanpa ikhtiar. Ikhtiarku,doaku dan usahaku sudah ku lakukan sepenuhnya untuk melawan rasa tanpa harus mengungkapkan kata. Ikhtiarku bukan dengan mencoba berinteraksi denganmu,namun denganNya. Dengan sang pemilik hatimu,dengan sang maha esa yang membawamu bertemu dengan ku. Begitu indah bukan pertemuan kita dirancang sedemikan rupa oleh Nya ,lalu kamu dan aku tak pernah mendapat kesempatan untuk bersama namun berpisah kemudian. Aku tenang,karena aku sudah menggantungkan rasaku kepada Rabbky disetiap sujud dan doaku. Yang tentu tak pernah berhenti merapal namamu,yang tak pernah absen menceritakan tentangmu disetiap harinya. Ketika rindu tiba,aku kembali kepada rabbku bercerita banyak tentang kerinduanku denganmu. Ketika kekecewaanku tiba, aku kembali kepada Nya menceritakan keluh kesahku tentangmu. Bahkan ketika kamu memutuskan untuk bersama orang lain,aku juga masih kembali menceritakan mu kepada Nya. Agar senantiasa membawa mu kedalam tapak tapak jalan surga,agar senantiasa meliputi hidupmu dengan penuh kebahagiaan,agar senantiasa sehat dan kuat dalam menghadapi ujian disetiap hidupmu. Agar senantiasa menunjukkanmu kepada kebenaran yang hakiki yang selalu kau ajarkan kepadaku,tuan . Hm. Benar, aku tenang karena sudah melihatmu bahagia kini,meski bukan aku penyebabnya. Aku tenang doaku sudah allah sampaikan padamu untuk selalu membuatmu bahagia,dengannya. Selamat ya tuan. Percayalah,aku akan baik baik saja. Tak usah kau risaukan aku. Aku akan pulih dengan seiring berjalannya waktu.

Ketenanganku adalah bentuk ikhtiarku dalam menaruh rasa,memperjuangkan perasaanku membunuhnya dalam dalam dan membalutnya dengan rasa ikhlas dengan cinta rabbku. Aku berjanji padamu,aku akan tetap tenang. Walaupun  nantinya perasaan ini akan didera berbagai hal buruk dikemudian hari,aku janji aku akan tenang. Bukan untukmu,bukan. Tapi untuk rabbku,rabb yang tak pernah meninggalkanku sendirian. Rabb yang senantiasa mendengarkan keluh kesahku tentangmu. Dialah rabbku,ketenangan ini berdasar karena ada DIA. Sekali lagi,kuucapkan selamat padamu. Ku doakan setiap inci kebahagiaan untukmu,mas . Ku doakan setiap langkah kakimu akan selalu berpegang teguh pada perintahNya. Aku akan sangat merindukanmu. Pasti. Tapi akan kuusahakan semuanya baik baik saja. Tenang saja. Pergilah,jangan kecewakan dia yang sudah kau usahakan mati matian kebahagiaannya. Terimakasih sudah menguji ketenanganku Semoga engkau selalu dalam lindungan allah,dan selalu bahagia disetiap langkah yang kau pilih. Selamat Tinggal. 

Minggu, 26 November 2017

Jangan Lakukan Politik pada [Keluarga]Mu

Sebut sajalah mereka yang membersamaimu saat ini adalah orang orang yang begitu penting dalam prosesmu menuju tujuanmu. Mereka yang membersamaimu tentu orang orang yang sudah ditakdirkan Allah untuk menemani,membersamai dan berjalan sejajar denganmu. Allah atur pertemuan mu dengan mereka sedemikian rupa,hingga pada akhirnya kamu dan mereka bisa bertemu dan menjalin hubungan yang baik. Bukankah disaat kita jauh dari keluarga,mereka adalah bagian dari keluargamu? Mengapa Keluarga? Karena definisi keluarga sendiri adalah dimana kamu bisa merasakan sebuah rumah walaupun kau tak sedang dirumah. Tujuanmu kembali dan berkeluh kesah setelah rabbmu. Mereka yang nantinya menjadi tempatmu berbagi suka maupun duka akibat perjalanan panjang hidup yang melelahkan. Mereka juga yang akan selalu ada disisimu,membersamai mu dengan berbagai macam kekurangannya untuk melengkapimu. Lalu sanggupkah kamu berlaku tidak adil terhadap mereka? Sanggupkah? Kebenaran dibagian mana yang pada akhirnya membenarkan setiap orang untuk berlaku tidak adil terhadap saudaranya,apalagi membuat salah satunya saling mendzalimi? Tidak ada yang benar,saudariku. Ketidak adilan hanya akan membuatmu dirimu sakit,merasakan luka yang teramat dalam hingga membuatmu merasa sendiri. Politik kebaikan yang kamu lakukan ini,tidak akan menjadi episode akhir dari cerita nya saudariku,percayalah.

Tidak ada kebaikan yang benar benar bisa dirancang dan dipura purakan. Tidak ada ketulusan yang benar benar bisa kau buat buat,karena semuanya itu bukan buatan manusia,saudariku. Itu bagian dari tangan Allah ,yang melimpahkan rahmat kepada setiap hambanya sehingga dadanya berdesir damai dan menumbuhkan kebaikan serta ketulusan. Jangan kau politiki,Keluargamu saudariku. Mereka semua yang sedang membersamaimu sekarang adalah keluargamu. Jangan membuat mereka kecewa hingga harus berlaku tidak adil dengan berbagai cerita yang kau coba reka reka itu. Tidak semudah itu,itu hanya akan membuat mu sibuk untuk mereka reka alur cerita selanjutnya,percayalah itu merepotkanmu,saudariku. Tak perlu kau berpura pura menjadi orang lain,mereka keluargamu akan mengerti semua yang kamu resahka dan takutkan. Bahkan disaat orang lain tidak bisa mengertimu,mereka akan mengerti ketika kamu melakukan salah. Pulanglah,kembali dan berbagilah dengan mereka. Mereka akan mengertimu,lebih dari yang kau tau. Mungkin bisa saja mereka bisa mengertimu,lebih dari kamu mengerti dirimu sendiri. Belajar untuk berkhusnuzon ya saudariku. Tidak,aku tidak sedang menggurui siapa siapa ,aku juga masih sama sama belajar ,sama sepertimu. Alangkah baiknya kita bisa belajar bersama sama kan?

Mari berhenti saudariku,janganlah lagi kau pikirkan mengenai strategi strategi politik yang pada akhirnya akan menyakitimu dan menyakiti keluargamu. Yang pada akhirnya kau akan curangi mereka dan tidak berlaku adil pada mereka. Bukankah meringankan beban setiap saudara muslim adalah ganjaran pahala baginya juga? Kau pasti sudah mengerti,saudariku. Lihat dan datanglah kepadaa mereka,duduk lah satu meja dengannya dan tanyakan bagaimana kondisi mereka saat ini,apa yang sudah mereka lakukan untukmu. Tanpa sepengetahuanmu. Percayalah,prasangkamu itu akan membuatmu sedikit lebih tenang jika kau melihat mereka,mengerti apa yang mereka mau,bukankah keluarga memang harus saling mengerti ? Iyakan? Politik tidak pernah baik saudariku percayalah. Orang orang tinggi di Negara ini sudah banyak yang jadi korban karena politik. Politik menggadaikan kebaikan hati seseorang,jadi jangan lakukan ini pada keluargamu.


Jadilah dirimu sendiri,yang sederhana yang tak perlu menjadi orang lain yang ikhlas untuk setiap kekurangan kita dan kelebihan kita. Jangan takut oleh kekurangan saudariku,itu adalah hal yang biasa yang diberikan oleh Allah untuk kita. Dengan  kekurangan itu,muncul rahmat allah untuk saling bisa melengkapi diantara kita,bukan begitu? Akan ada banyak hal yang mungkin kau tidak mengerti,tapi prasangkamu akan membuatmu mengerti nantinya. Jangan takut,jangan bersedih hanya berusaha menjadi lebih baik. Doa keluargamu akan selalu menyertaimu. Mari luruskan niat bersama sama,marilah berjalan bersama ,mari bersejajar denganku.  Barakallahu fiik,saudariku.

Selasa, 07 November 2017

Berjibaku Dengan Prasangka

Semoga prasangkamu dan prasangkaku membawa kita menjadi pribadi yang lebih baik . Yang dekat dengan-Nya,yang semakin taat kepada perintah dan larangannya.

Saya tidak begitu mengerti apa yang sedang terjadi padamu dan padaku. Apa yang sebenarnya sedang mengganggu pikiranku,entah itu juga sedang mengganggu pikiranmu atau tidak. Entah seberapa dalam kecewamu terhadapku. Entah seberapa dalam rasa sakit yang kamu pun rasakan karena prasangkaku. Entah juga seberapa banyak doa yang kupanjatkan agar prasangkamu tak seperti yang ku prasangka kan saat ini. Hm . Ingin sekali ku jelaskan tapi kupikir akan membuang sangat banyak waktu,karena ku yakin kau juga tak akan mudah mengerti. Aku hanya takut,kamu tidak mengerti. Aku takut ada yang terluka diantara kita.  Entah kamu ataupun aku. Begini saja,kita sudah terluka bukan? Padahal kita tidak sedang berjalan kemana mana. Kita sudah terluka. Apalagi beranjak dan melakukan sesuatu,mungkin bisa lebih sakit dari ini. Kita hanya bercakap lewat doa saja semuanya menjadi sangat rancu hingga membuatku dan kamu sakit. Hingga prasangkaku dan prasangkamu saling menyakiti pada akhirnya. Kumohon maafkan aku. Aku yang bersalah, karena aku tak pernah mencoba membuatmu bertahan. Bahkan saat kau sudah memutuskan untuk melanhkah meninggalkan,aku masih saja terdiam dan tak mencoba menahanmu pergi. Kumohon maafkan aku. Bukan ku tak mau,bukan. Tentu saja aku mau menahanmu,tentu saja aku ingin membuat mu mengerti. Tentu saja aku ingin mengerti prasangkamu terhadapmu. Tentu saja. Tetapi lebih dari itu. Ada hal yang lebih penting dari itu. Aku tidak bisa melakukannya,karena memang aku tak seharusnya melakukannya. Aku terperangkap dalam jebakan setan yang membuatku jatuh cinta padamu. Iya benar,aku sudah jatuh cinta padamu. Pada akhlakmu. Pada santunmu,tatapanmu, percakapan kita. Aku jatuh cinta pada setiap inci euforia yang kau ciptakan saat kita sedang bercakap. Jatuh cinta pada setiap senyum yang selalu kau lemparkan pada setiap pertemuan. Walaupun tanpa ada kata. Tanpa ada perlakuan. Tatapanmu saja sudah cukup untukku.

Oleh karenanya,kuputuskan untuk berjalan mundur. Aku tak ingin cinta ini semakin menjadi. Cinta yang tak halal ini menjadi bomerang untukku sendiri. Sungguh,bukan dirimu yang ku tolak hanya rasa cinta yang belum halal ini yang ingin segera ku enyahkan dan ku bunuh dalam dalam . Agar tak pernah menyakitimu dan aku. Sungguh,akupun ingin menjelaskan semua ini padamu. Sungguh aku ingin kau tau bahwa doaku tak pernah berhenti merapal namamu. Sungguh prasangkaku tak pernah berubah haluan darimu. Semuanya masih sama . Seperti saat kau memulai segalanya. Masih sama walaupun pada akhirnya kita akan selesai saat ini juga. Maafkan aku. Maafkan prasangkaku. Maafkan keterbatasanku. Aku yakin ini berat untukmu mengerti ,karna tak sesuai dengan logikamu. Karena tak sesuai dengan jalan pikiranmu. Tapi sudahlah,kau tak seharusnya mengerti . Biar aku saja yang menanggung semuanya. Aku juga terluka karena sudah menyakitimu,mohon maafkan aku. Maaf tak bisa menahanmu pergi,maaf tak pernah mencoba menenangkanmu saat prasangka burukmu tentangku meluap luap di otakmu. Kau tak bisa sembunyikan itu. Tatapanmu sudah cukup menggambarkan bahwa kau sedang marah denganku. Bahwa kau sedang tak ingin melihatku. Sikap dinginmu sudah cukup membuktikan bahwa kau tak ingin ada aku lagi disana. Dihatimu. Kau sudah tutup rapat semuanya. Kau sudah akhiri semuanya tanpa meminta penjelasan dan klarifikasi apa apa padaku. Tapi baiklah ,ku tak bisa  melakukan apa apa. Aku mengerti kemarahanmu. Aku mengerti kekecewaanmu. Aku mengerti sakit hatimu. Sudahlah biar aku saja yang mengerti,kamu jangan .

Tuan,prasangkaku dan prasangkamu biarlah berjalan sesuai dengan jalan takdir yang sudah dipilihkan Nya untuk kita. Jikalau memang prasangkamu tak sesuai dengan prasangkaku,setidaknya aku akan terus mendoakanmu bahwa prasangka ini akan segera ada ujungnya. Akan selalu berujung pada kebaikan. Tuan. Ku sedang berjibaku membunuh prasangka prasangka buruk padamu,membunuh prasangka prasangka yang mampu membuatku tak henti memikirkanmu. Kamu benar tuan,kita memang seharusnya berhenti . Berhenti memprasanhkai siapapun dari kita. Memprasangkai satu sama lain. Sudahlah . Biar Allah saja yang tau prasangkaku dan prasangkamu. Karena hanya allah lah yang berhak atas keduanya. Yang berhak mengatur prasangka kita. Yang sudah lelah berjibaku dengan prasangka diri sendiri yang tak segera menemui arti.

Minggu, 13 Agustus 2017

Diluar kemampuan seorang Aku.

Aku. Masih menjadi subjek disetiap tulisan yang aku tulis pada setiap paragafrafnya. Aku. Yang masih berusaha menahan sesak yang begitu membuncah didalam dada yang tak pernah ada akhirnya. Aku yang selalu menahan setiap lara namun membalutnya bersama senyum penuh lara yang seolah olah tersamar menjadi senyum penuh bahagia. Aku yang selalu memberikan terbaik untuk mereka yang selalu aku utamakan dan prioritaskan. Aku yang selalu berusaha melakukan terbaik untuk mereka yang aku tak bisa hidup tanpa mereka.Aku dan mereka,orang orang yang selalu aku doakan disetiap sujud setiap akhir perbincangan ku dengan Rabbku. Mereka yang selalu ku sebut namanya disetiap akhir doa yang kupanjatkan kepada rabbku. Mereka yang mengisi hidupku,yang begitu memiliki porsi penting disetiap tempat didalam hati dan juga pikiranku. Mereka yang membuatku kuat setelah rabbku. Mereka yang begitu penting didalam hidupku hingga tak pernah sanggup aku menyakitinya. Jangan hanya membuat sakit,hanya sekedar melihat dia menahan sesak dadanya saja aku tak sanggup. Aku. Begitu. Menyayangi. Mereka.

Begitu dalam rasa sayang yang kumiliki,tak terasa juga akulah sang tokoh yang tersakiti. Berperan sangat terpuji namun tetaplah aku yang menjadi objek didalam cerita ini. Akulah yang satu satunya menahan tangis ditengah tengah mereka. Aku lah yang menahan rasa hampa,luka dan patah asa. Aku lah yang menahan sesaknya dada hanya untuk memberikan senyuman tipis diwajah mereka. Aku lah mengalah hanya untuk sekedar membuat mereka lega. Terkadang aku merasa ketidak adilan ini begitu menyelimuti hingga membuatku jatuh terpuruk tak kuasa menahan perih. Hingga-mataku selalu berkunang kunang ketika melihat satu persatu mata orang yang kusayangi itu. Selalu ada bulir air mata ,selalu ada rasa sakit dibawah dada,selalu ada sesak yang tak pernah bisa dijelaskan saat mereka bertanya "kau kenapa". Kebahagiaan ataukah kesedihan ? Aku juga tak mengerti. Apa yang sedang ku rasakan. Seharusnya aku juga ikut tersenyum saat melihat satu persatu dari mereka bahagia. Melapangkan dadaku menerima apapun yang sudah mereka putuskan untuk ku. Untuk takdirku. Memilih tinggal dan peduli atau memilih pergi dan tidak peduli. Mataku terus saja berkunang kunang menahan agar setiap bulirnya tak jatuh dipipi. Agar tak ada yang melihat bahwa hatiku sedang tidak baik. Sedang membuncah tak baik,sedang bergerilya memberontak tak ada arah.

Aku,yang merasa memiliki mereka. Yang kupikir tak akan pernah merasakan sepi. Pada akhirnya aku sendiri. Dalam kesendirian air mata jatuh tak  bisa kukendalikan. Rintihan bibir seolah olah ingin berteriak tapi tak bisa kulakukan. Kuhanya menahan rasa sesak dadaku dan menutup mulutku rapat rapat agar tak menimbulkan suara ditengah tengah jatuhnya air mataku. Dalam kesepian aku meradang. Dalam kediaman aku tersungkur lemah tak berdaya. Dalam ketidak adilan aku sudah mempercayakan kebahagiaan yang ku kira akan membuatku lebih baik. Tak ada. Tak ada yang membuatku bisa baik hari ini. Aku sudah tak ada . Hatiku sudah rusak dan mati. Cintaku dan rasa kasihku sudah tak terasa didalam hati. Tersisa perih dan luka. Aku hanya bisa merajut sisa sisa harapan yang ada didalam dada untuk membuatku sedikit bergerak dari ketidakberdayaanku. Walaupun raut tak bisa kusembunyikan setelahnya,walaupun mata bengkak akan terlihat setidaknya aku bisa menyembunyikan hati yang sudah tak karuan bagaimana keadaannya. Aku. Kehilangan. Diriku sendiri. Aku sudah tak ada lagi. Aku sudah mati. Bersama mereka yang sudah memilih pergi.

Tidak lagi akan ada aku. Tidak lagi akan ada aku. Tidak lagi akan ada aku,yang peduli untuk mereka. Yang memilih membahagiakan mereka yang tak pernah memilih membahagiakan ku. Tidak lagi akan ada aku. Bulir air mata yang terjatuh menjadi saksi bisu mengapa aku tak mampu. Mengapa aku tak bisa. Mengapa aku tak kuasa menahan semuanya. Bagaimana bisa kuceritakan kepada mereka yang ku rasakan jika alasan yang menyakitiku adalah mereka? Bisakah kau jelaskan? Sanggupkah dirimu menceritakan batinmu yang tersiksa kepada mereka yang sudah membuatnya hancur dan berantakan. Sanggupkah dirimu? Kuyakin tak akan sanggup. Ku yakin kau tak akan bisa. Rasa sayangmu yang membuatmu pada akhirnya memilih mundur dan memilih menajamkan pisau lukanya kedalam dadamu. Kau saja yang memilih mati daripada mereka yang kau sayangi terlukai. Sudah kubilang kan? Semuanya tidak mudah,sayang. Tidak akan pernah mudah. Aku yang selalu dibersamai mereka yang kusayangi.nyatanya aku sendirian ,aku tak bisa apa apa,aku terluka,aku yang mengalah dan kemudian aku yang memilih mundur. Dan kemudian aku tak bisa bertahan untuk lebih lama. Tak akan ada lagi aku.

Selasa, 01 Agustus 2017

Teruntuk Kamu,Jodohku di Lauful Mahfuz

                Assalamualaikum kamu yang sedang menunggu indahnya penantian. Wahai kamu yang saat ini sedang berusaha mati matian memperbaiki diri untuk meraih RidhoNya. Kamu yang selalu tak henti kusebut namanya dalam setiap sujud disepertiga malamku. Mas. Yang kelak menjadi calon imamku nanti. Apakabar kamu sekarang? Mengapa kamu terlihat ragu seperti itu? Mengapa kau takut kita tak akan bertemu? Mas,percayalah Allahku tak akan pernah mengecewakanmu atau siapapun. Kita akan bertemu pada wakttu dimana takdir sudah mengizinkan episodenya untuk kita.
                Mas,Bukankah kita pernah bertemu di Lauful Mahfuz? Saat aku dan kamu belum diutus oleh Rabbku ke dunia yang fana ini. Kita pernah dipertemukan,bercengkrama bersama hingga kita sudah saling jatuh cinta bukan? Hingga pada akhirnya Allah mengutus kita ke dunia dan memberi ujian kepada kita untuk melupakan satu sama lain. Tapi tidakkah kita akan bertemu lagi di dunia? Bisajadi dengan cerita yang indah di atas kesucian cinta bernama pernikahan. Mas,percayalah walopun aku tak pernah tau bagaimana rupa dan fisikmu,aku sudah mencintaimu dan mendoakanmu disetiap sujudku. Tidakkah kau tau mas? Ku pendam rindu yang amat dalam ini agar aku Allahku tak cemburu. Kubisikkan rinduku kedalam sujudku yang kemudian mengangkasa bersama di langit dan mungkin kau bisa merasakannya,bukan?
                Untukmu ,jodohku di Lauful Mahfuz. Yang namanya sudah dituliskan berdampingan bersama dengan namaku di Lauful MahfuzNya. Aku sedang berusaha memperbaiki diriku mati matian agar aku bisa menjadi istri yang baik untukmu. Ibu yang baik untuk anak anak kita. Bukankah madrasah pertama bagi anak anaknya adalah ibunya? Iyakan mas? Mas,Aku sedang berusaha menjaga kehormatanku agar aku tak mengecewakanmu. Bukankah setiap istri adalah mahkota bagi suaminya? Aku tak ingin karena diriku kau harus merasakan pedihnya api neraka karena tak bisa membimbingku. AKu juga tak ingin kau yang menanggung dosa dosa yang sudah ku perbuat. Mas,Aku tau aku punya masa lalu yang sangat buruk begitupun juga dengan dirimu. Tapi sudahlah mas biarlah masa lalumu milikmu dan masa lalu milikku,tetapi masa depan adalah milik kita. Ku terima dirimu dengan segala kekurangan yang kau miliki,cukup dengan ridho Allah saja kita akan bahagia. Mas,kusedang belajar agama lebih dalam agar aku tak salah memperlakukan mu sebagai surgaku yang sesuai dengan syariat islam,aku tak ingin mengecewakanmu. Aku juga sedang menambah hafalan hafalanku agar aku bisa menemani anak anak kita untuk belajar al quran dan aku tidak malu ditanya olehnya.

                Wahai kamu jodoh yang sudah ditakdirkan untukku,aku akan selalu menunggumu dipintu rumahku. Menunggumu untuk bertemu ayahku dan segera menghalalkanku. Aku tak membutuhkan apapun untuk kau dapat mengkhitbahku,hanya dirimu dan keberanian mu saja itu sudah cukup. Niatkan karena allah mas,agar cinta kita di Ridhai Oleh Nya. Aku tak akan pernah letih menunggumu dan memperbaiki diriku menjaga kehormatanku hanya untukmu,hingga kau datang meminangku. Mas,Akan selalu kusampaikan rinduku disetiap sujudku untukmu.Akan selalu kusampaikan doaku untukmu,walaupun kita tak pernah bertemu. Aku mencintaimu karena Allah mas. Bahkan aku jatuh cinta padamu sedari aku belum pernah melihatmu,aku sudah jatuh cinta padamu dan merindukanmu. Aku tunggu kedatanganmu menemui ayahku mas,Semoga allah selalu menjagamu untukku. Barakallah fiikum,jodohku .

Selasa, 18 Juli 2017

Kau Penyebab Perpindahan Bernama Harapan

                Ada batas dimana aku tak pernah bisa memahami setiap detak jantung yang ditimbulkan bersama dengan momen yang sedang kualami. Ada saat dimana aku hanyalah seorang hamba yang tak pernah bisa melangkah jauh tanpa ridho rabbku. Aku haruslah mengikuti setiap aturan yang ada. KU harus mengikuti aturan main dunia yang semakin tak menentu kemana arahnya. Ku harus siap dijatuhkan kapanpun waktunya. Dan disinilah aku sekarang. Masih tertunduk terpaku berusaha berdiri berkali kali namun tak menemui perpindahan sama sekali. Tak menemui adanya perbedaan jarak . Tak menemui arti dari sebuah perbedaan. Disinilah aku sekarang yang masih berkutat dengan masa lalu yang tak bisa dibilang indah juga tak bisa dibilang sempurna. Yang masih merintih menahan sakit untuk bekas luka yang ditimbulkan oleh sisa sisa masa lalu. Apa yang sedang terjadi padaku? Memori segala kenangan kehilangan memutar dikepalaku,tak bisa kuenyahkan begitu saja. Kesendiran,kesepian serta keterpurukan kembali melanda. Hingga kau hadir lagi sebagai sosok baru dan mencoba merubah segalanya. Bolehkah kusebut itu,”Harapan Baru?” bolehkah?
                Ya,tuan kau datang tanpa beban. Kau masuk kedalam ruang yang dulunya telah dihancurkan dengan begitu parah. Kau masuk kedalam ruang yang didalamnya aku masih takut akan terjadi lagi seperti dahulu. Traumakah aku? Mungkin saja. Tuan,kau tunjukkan aku segala hal yang kau sebut dengan duniamu. Kau berikan tanganmu untuk membantuku yang sedang duduk sendiri ,kau bantu aku bangkit dari rasa sakit yang sudah kupendam satu tahun lamanya. Hanya saja ku takut,aku tak bisa memberikan apa apa kepadamu karena keterbatasanku atas kewajibanku sebagai hamba untuk rabbku. Ku tak bisa menjanjikan apa apa selain mendoakanmu disetiap akhir dari sujudku. Tidakkah itu lebih penting dari setiap kata yang harus kukatakan kepadamu? Bukankah yang diam diam itu jauh lebih indah daripada yang berterus terang? Dengar tuan,kehadiranmu memang istimewa. Tapi tetap saja ku tak bisa melakukan apa apa. Ku hanya bisa mendoakanmu untuk setiap langkah yang kau pilih. Atau bahkan jika kau harus tak dibersamakan denganku,ku bisa apa tuan? Tidakkah takdirNYA jauh lebih baik daripada kita? Ku hanya bisa berikhtiar mendoakanmu,selanjutnya? Biarkan tuhan yang memilihkan jalan kemana kamu dan aku akan melangkah. Akupun tak tau apa yang kau rasakan sekarang. Sekedar singgahkah? Atau menetap? Ku serahkan semuanya hanya kepada rabbku.

                Kehadiranmu membuatku mengerti art perpindahan yang dibalut dengan rasa bahagia akibat dari HARAPAN BARU. Aku bahkan tak mengerti apa apa saja yang sudah kau lakukan untuk itu? Padahal hanya hal hal  sederhana tapi rasanya kau sudah memberikan GAYA yang cukup besar hingga membuat perpindahan terjadi. Tapi tetaplah ingat tuan,bukan ku menyembunyikan apapun bukan ku ingin menyakitimu hanya saja aku masih takut. Seandainya saja ku bisa ceritakan semuanya. Seandainya saja kau bisa mengerti. Seandainya saja perpindahan yang kau buat bukan perpindahan yang tak berarah. Seandainya saja perpindahan itu bertujuan.  Ah sudahah apa yang sedang kupikirkan? Aku tak bisa berharap apa apa dari perpindahan yang kau berikan. Aku tak bisa berharap apa apa bahkan dari yang kusebut HARAPAN BARU. Tapi  aku percaya setiap perpindahan kecil terjadi atas seizinNYA. Juga bersama nya dihadirkan setiap INCI HARAPAN BARU YANG POSITIF. INSHAALLAH.

Sabtu, 08 Juli 2017

Bukan Sekedar BPH Biasa

           Pernah percaya takdir tuhan yang dirancang sedemikian rupa sehingga terlihat indah pada akhirnya? Itu yang ku alami saat ini. Takdir indah yang mempertemukan aku dengan  4 orang hebat yang begitu penting dalam keberlangsungan skillku dalam berorgnisasi. Takdir membawaku kedalam sebuah himpunan mahasiswa yang begitu hangat akan kekeluargaan. Takdir membawaku bertemu mereka. Yang pada awalnya aku tak pernah mengerti apa maksud dari ketidak tahuan didalam hati. Keraguan hadir dalam setiap sudut pandang yang menyertai langkah kaki untuk setiap tujuannya. Mengapa tuhan begitu romantic membawaku kedalam cerita menakjubkan bersama dengan BPH HMJ FISIKA 17? Bersama dengan keluarga yang begitu hangat di HMJ FISIKA 17?
            BPH HMJ FISIKA 17 atau biasa disebut dengan Badan Pengurus Harian Himpunan Mahasiswa Fisika 2017 terdiri dari 6 orang yang diharuskan membimbing dan bertanggung jawab atas keberlangsungan Himpunan ini. Banyak cerita yang ingin ku tuliskan dalam setiap paragrafnya bersama mereka. Keluarga kedua bagiku yang tak pernah henti ku doakan untuk setiap kebaikan didalamnya. Bukan karena jabatan yang tinggi yang membuat ku bangga menjadi bagian darinya. Tapi,karena tanggung jawab yang begitu besar yang harus kami pikul untuk HMJ ini membuatku ingin terus belajar dan tak ingin mengecewakan siapapun. Menjaga amanah dan juga menyatukan pikiran agar sejalan tak pernah begitu mudah. Perbedaan jalan pikiran ,debat yang tak henti bahkan sempat ada waktu dimana kami tak bicara satu sama lain. Semua itu hanyalah proses untuk saling mengenal dan saling mengetahui satu sama lain.Semua itu hanyalah bentuk rasa sayang yang tak pernah bisa diungkapkan hanya dengan bibir saja. Percayalah,Lebih dari itu.
            Di BPH ini aku dipertemukan dengan 4 orang tangguh yang penuh sabar dalam membimbing. Juga dipertemukan dengan partner kerja hebat yang bahkan sifat dan perilaku nya berbeda denganku secara pribadi namun tetap bisa tertawa dan berpikir pada suatu hal kecil yang sama. Mas Ismail Hasan sebagai komando kami ,sosok kahima yang begitu sabar dan penuh tanggung jawab. Kahima yang begitu perhatian yang kadang membuatku sedikit sebal dengan kata kata panjangnya dan banyak. Tetapi terkadang nasihat nasihat darinya begitu bermanfaat dan terbukti kebenarannya pada akhirnya. Mas Rahmad Alvian . Wakahima tersabar dan terkadang menyebalkan karena perubahan moodnya sangat drastic dan bisa terjadi kapan saja dan dimana saja. Tetapi beliau sangatlah perhatian  dan penuh sabar jika harus membimbing anggotanya. Tak jarang banyak humor yang dibuatnya walau kadang juga tak lucu pada dasarnya. Tetapi bahagia memang harus diciptakan tidak ditemukan,bukan? Takdir membawaku bertemu dengan sosok  dewasa yang begitu baik dan nyaris sempurna sebagai perempuan,Mbak Shofilia Branchais. Bagaimana tidak? Beliau  sangatlah rendah hati,taat agamanya,dewasa cara berpikirnya hingga bisa membuatku banyak terinspirasi banyak darinya. Karena beliau juga aku bisa berubah banyak dan menemukan apa yang seharusnya ku cari. Ya,Mbak Shofi yang membimbingku dengan sangat sabar untuk menjalani jobdis ku di BPH ini. Hanya saja kadang sikap cuek yang mungkin begitu melekat padanya sedikit membuatku sebal kepadanya. Selanjutnya takdir membawaku bertemu dengan Mbak Novyanti Nur F. ,bendahara terbaik yang pernah ku temui. Karena tak ada yang setegas beliau untuk mengatur keuangan HMJ ini. Aku saja sudah pusing melihat keuangan HMJ yang begitu pelik,but she is not. Tak ada yang sedetail dan seteliti mbak Novy. Mbak yang terlihat garang didepan semua orang tapi pada dasarnya gampang sekali terbawa perasaan. (Actually,like me) Hahah. Selanjutnya partner 2 periode untuk bekerja di HMJ yaitu Putri Zulaiha R.A . Partner tersabar terbaik ter yang mengerti kondisiku. Yang bersedia memback up jobdis ku ketika kondisi ku tak memungkinkan melakukannya. Partner yang benar benar bisa mengertiku dan memahamiku saat tak ada yang bisa mengerti. Sifat kami benar benar bertolak belakang yang bahkan tak pernah ada kesamaan diantara kami. Tetapi Inshaallah,kami akan lakukan yang terbaik untuk HMJ Fisika kedepannya. That’s all orang orang hebat yang  dipertemukan denganku secara tidak sengaja oleh takdir yang dibuat oleh Tuhan. BPH ini sudah kuanggap seperti keluarga kedua,saudara yang bahkan tak sedarah. BPH ini adalah segalanya. Sangat romantic dan mengesankan. Begitu banyak duka,marah yang mungkin masih tersimpan tapi ku percaya ini hanyalah sebuah proses yang akan berakhir indah. Tidakkah novel yang terkenal itu membutuhkan konflik yang begitu menegangkan tapi tetap berakhir menyenangkan dan membahagiakan? Begitu yang selalu ku terapkan pada BPH ini. 6 orang yang masih mencoba saling mengenal namun dipaksa untuk saling menguatkan dan saling mengerti satu sama lain. Sangat sempurna. Tak ada yang semenarik takdir yang sudah dituliskan  tuhan hingga bisa seperti ini.

            Semua cerita yang terjadi dan terukir akan selalu dirindukan jika ceritanya sudah menjadi sebuah kenangan. Segala hal yang kita rasakan pada akhirnya akan tersingkirkan karena kebersamaan tetap akan mengalahkan kebencian,kekecewaan,kemarahan serta kesedihan. Kebersamaan akan mengalahkan segalanya. Kebahagiaan akan tetap menjadi subjek yang akan selalu membawa objeknya merasa lebih baik. Aku percaya,jikalau memang ada sesuatu hal yang tidak sempurna pada masing masing ,itu karena kami hanyalah makhluk yang penuh dengan keterbatasan yang tentu tak bisa disalahkan untuk itu. Aku beruntung mengenal mereka. Aku bersyukur bertemu dengan mereka. Aku berterimakasih pada cara kerja takdir yang sampai saat ini tak pernah berhenti menyiapkan setiap kisah indah untukku.Doa dan harapan selalu ku panjatkan untuk kebaikan BPH ini dan HMJ ini.  Aku sangat percaya ,setiap kesedihan sakit hati dan kekecewaan pada setiap diri manusia akan hilang pada waktunya. Akan hilang bersama dengan  waktu,seiring dengan takdir yang mengubah plot ceritanya. Berganti dengan tawa kebahagiaan yang akan membuat setiap diri manusia merasa takjub dan tak akan menyesalinya. THAT’S HOW “TAKDIR” WORKS. Thanks a lot BPH HMJ FISIKA 17. Thanks a lot HMJ FISIKA 17. Lets start this all over again,so would ya? Bismillah.

Rabu, 28 Juni 2017

Waktu Sudah Berubah Tapi Aku...

Kumengadah menatap langit yang dipenuhi ledakan ledakan kecil kembang api  yang menyatu bersama hitam pekat warnanya. Kulihat ledakan yang indah bersama dengan kombinasi warna yang sangat menakjubkan. Ya benar,ledakan yang sangat indah untuk momen yang indah pula. Ramadhan segera pamit untuk pergi,namun bulan syawal sudah menunggu untuk ditemui. Waktu berlalu dengan sangat cepat,atau aku yang terlalu menikmati setiap detik bulan yang penuh berkah ini hingga tak terasa akan berlalu pergi. Bulan Syawal tiba,Lebaran pun tiba. Waktu berjalan tanpa kuduga sangat cepat berlalu. Segala momen terjadi seiring dengan perubahan setiap mili detiknya. Berbagai momen terjadi dan berbagai perubahan juga terjadi. Lebaran tahun ini sangat berbeda dengan tahun tahun sebelumya. Dimana aku harus beradaptasi dengan segala perubahan yang ada. Senang berbalut duka yang mengganggu hati tak bisa dikondisikan. Tak terasa eluh bening jatuh menetes pada pipi mengingat segala hal yang sudah terjadi. Sebegitu sayangnya kah tuhanku kepadaku? Namun aku masih saja terus melupakan kewajibanku sebagai hamba yang lemah dan tak berdaya.Ah aku mengadah lagi menatap langit ,kuucapkan syukur dalam hati atas setiap hal yang sudah Tuhan berikan untukku hingga saat ini bersama dengan perubahan waktu. Setiap perubahan yang terjadi atas setiap perubahan momen yang terjadi kusyukuri setiap incinya.

Lebaran ini memang begitu berat dimana aku harus menjalaninya tanpa sosok kakek yang senantiasa selalu ada pada setiap lebaran lebaran sebelumnya. lebaran pertama kali yang mengharuskanku datang dan menari bersama air mata di pusara kakek. Begitu berat,dadaku terasa sesak saat ku sentuh nisan yang tertuis nama kakek diatasnya. Masih ku tatap lekat lekat nisan itu menyadari bahwa aku harus ikhlas. Semua sangat berbeda tanpa kakek. Di mobil yang sama tempatku pulang ke kampung halaman,momen yang sama,bahkan kampung halaman yang sama. Tetapi rasanya berbeda. Bersama orang yang berbeda,kondisi yang berbeda. Perubahan Waktu mengharuskanku beradaptasi dengan hal hal yang baru. Suasana hati yang baru serta pribadi yang baru. Betapa perubahan waktu begitu membawa dampak yang besar bagi kehidupan setiap manusia. Betapa momen yang berubah disetiap detiknya penuh dengan rasa bahagia bersama dengan rasa sesal.

Waktu. Mengharuskanku berubah. Mengharuskan setiap momen berubah. Mengharuskan setiap hal yang dilaluinya berubah. mengharuskan perasaan dan suasana hati berubah. Terlihat sangat sepele dan remeh tapi sangat penting. Betapa waktu dengan sekejap dapat merubah segalanya. Dadaku terasa sesak mengingat setiap momen yang sudah terjadi. Hatiku terasa pilu melihat mereka yang juga meneteskan air mata kehilangan dengan penuh sesal karena harus beradaptasi akibat perubahan. Momen yang terekam tak akan pernah bisa diulang. Segala hal yang berubah tak akan bisa dikembalikan sama persis seperti yang semula. Orang yang pergi tak akan pernah bisa kembali.

Waktu. Terlihat sederhana tapi sangat rumit untuk dimengerti. Nikmati segala hal yang terjadi pada setiap detiknya. Jaga baik baik mereka yang sudah Tuhan karuniakan kepada kita sebagai rezeki kita. Karena jika tuhan memerintahkan waktu untuk mengambil semua yang sudah terjadi dan merubahnya,kita tak akan pernah bisa berbuat apa apa. Tak akan ada lagi. Hanya ada luka,duka dan kenangan. Tetap limpahkan syukur kepadaNya. Ikhlaskan segala hal yang sudah berubah bersama dengan waktu, Karena Waktu juga yang akan membawa sebuah kebaikan dibalik segala perubahan yang terjadi dengan seizin Tuhanku. Karena aku percaya,Tuhanku sayang padaku,Tuhanku maha tau yang tak ku ketahui. Dan perubahan waktu adalah bentuk kasih sayang Tuhanku kepadaku.

Kamis, 01 Juni 2017

Hijrahku Tak Semulus Doaku

Hijrah yang telah ku lakukan hingga sampai detik ini,membuatku sadar dan bangun dari mimpi yang selama ini ku rasakan. Semua hal yang ada disekitarku berubah hingga 180 derajat. Banyak hal yang membuatku mengerti bahwa keyakinan saja tidak pernah cukup untuk melakukan kewajiban besar seorang muslimah ini. Ketaqwaan saja tidak cukup karena kau tak sedang berhubungan dengan Allah saja ataupun iblis saja. Namun kau juga sedang berdiri melawan arus serta melawan orang orang yang kau sayangi sendiri. Orang orang yang kau bahagiakan ,orang orang yang kau sayangi serta orang orang yang begitu penting di setiap bagian hidupmu. Bisa kau bayangkan,bagaimana rapuhnya aku saat itu? Benar sekali,aku tak kuasa melawan mereka yang ku sayangi. Mereka yang dengan jelas dan dengan terang mengatakan tidak pada perjalanan hijrahku. Mereka yang menolak perubahan yang ada pada diriku. Mereka yang mengatakan ketidak relaannya kehilanganku karena proses hijrahku. Ketakutan mereka terhadap hijrahku membuat aku terasa lemah. Tak mampu lagi berpikir jernih hingga sampai Tuhanku membantuku berdiri ,memberiku kemantapan hati . Dan disinilah aku sekarang,berdiri sendiri berusaha tegar dihantam dengan berjuta caci maki maupun hina karena masa laluku. Cacian yang begitu merajam hati dengan daalamnya.

Dengarlah wahai saudaraku,aku tak pernah benar benar berubah. Aku masih saja temanmu yang dulu sahabatmu yang akan memelukmu dengan sangat hangat. Yang akan tetap menjadi payung teduhmu untukmu berkeluh kesah. Aku tak pernah kemana mana dan tak akan pergi kemana mana. Hanya saja jalan yang ku tempuh kini sudah berbeda,jalan yang ku tempuh kini hanya ingin meraih RidhoNya ,tak pernah ada yang lain. Jalan yang membuatku kini merasa sendiri dan berjalan sendirian. Meratapi setiap langkah yang mengharuskan ku kehilangan satu persatu mereka yang kusayangi. Begitu perih,begitu menyakiti hati hingga semuanya terasa hampa dan hanya tinggal kekosongan, Mereka yang kusayangi satu per satu berjalan mundur. Berjalan menjauh dan membelakangiku. Yang tersisa hanyalah kesendirian kesepian serta tangis bermunajat kepada Rabbku. Ingin ku keluhkan,tetapi inilah pilihanku.

Tak cukup sampai disitu saja,mereka yang tidak cukup mengenalku juga tak sungkan meghujat menghina serta memaki, Pandangan tajam yang begitu menusuk jantungku,kata kata kasar yang begitu  membuat telingaku perih. Perlakuan yang begitu tidak sopan pun ku terima. Kata kata "Teroris,seperti ibu ibu dann wanita munafik" pun juga ku terima. Aku terima semua yang mereka berikan padaku. Ku terima setiap hal yang mereka limpahkan padaku. Walaupun begitu sangat menyakiti,begitu perih untuk didengar bahkan begitu sakit untuk dirasakan. Aku akan tetap mencoba berdiri setiap kali aku jatuh oleh mereka. Tak kan ku benci apapun yang sudah mereka lakukan. Mereka hanya belum mengerti indahnya jatuh cinta dengan Rabbku. Mereka hanya belum mengerti yang ku sebut dengan kebahagiaan hakiki.

Saudaraku,aku hanyalah wanita akhir jaman. Yang bahkan masa lalunya masih penuh dengan lumuran dosa yang tak bisa dihitung berapa jumlahnya. Aku hanyalah gadis biasa seperti mereka yang tidak pernah sempurna dari dosa . AKupun masih belajar menjadi pribadi yang lebih baik untuk tidak melakukan dosa di masa laluku. Hidayah Nya juga tak tau kapan datangnya dan aku tak bisa menebaknya. Aku terima semua caci maki yang memang ditujukan untukku. Aku terima semua perlakuan kasar mereka kepadaku. Aku selalu mengadu kepada Rabbku untuk kebaikan mereka semua bersama dengan air mata disetiap sepertiga malamku. bersama dengan sujud dan bermunajat atas luka dan perih yang mereka beri kepadaku. Kuharapkan setiap kebaikan datang kepada mereka. Untuk mereka yang selalu aku sayang disetiap doaku tak pernah absen kusebutkan.
Perjalanan hijrahku sangat tidak mudah bahkan tak pernah mulus. Tak semulus harapanku yang selalu kupanjatkan kepada RAbbku. Tak semulus doa yang selalu ku munajatkan disepertiga malamku. Tapi inshaallah tidak akan luntur niatku. Tidak akan aku berhenti belajar, Mungkin hatiku bisa remuk berkali kali karena mereka yang mencaci,namun Rabbku bisa membuatnya Utuh berkali kali juga untuk tetap berdiri walaupun sendiri. 

Sabtu, 20 Mei 2017

LUKA YANG TAK KUNJUNG SEMBUH

Ku berjalan menyusuri setiap jalan setapak yang ingin kulalui bersama setiap langkah kaki. Ku berjuang menapaki setiap inci yang ada mmembarka segala kerikil menusuk setiap tapak kaki. Kubiarkan lukanya terasa sakit dan kubiasakan rasa sakitnya didalam diriku. Kunikmati setiap rasa sakit yang tumbuh,dan kubiarkan semuanya terasa sakit. Luka yang tak pernah kunjung sembuh. Luka yang selalu menguak duka lama. Luka yang disebabkan oleh setiap kisah baru yang ada. Pasti akan sembuh. Entah dalam jangka waktu yang lama ataupun jangka waktu yang cukup singkat. Disinilah aku sekarang,berdiri merengkuh setiap luka yang menyesakkan diri . Bukan karena masa lalu,bukan karena duka yang telah ada,atau duka karena yang sudah lama terkuak kembali. Bukan. Duka karena kisah baru bersama dengan orang baru .
                Tak bisakah dia melihat bagaimana aku tertatih menggenggam luka di tangan? Tak bisakah mereka melihat mata yang menyorot pada setiap kesedihan. Aku yang terlalu pandai menyembunyikan luka ataukah mereka yang terlalu buta melihat. Ku masih ingat betul,bagaimana kita disatukan dalam sebuah kerjasama yang membuat kita melakukan beberapa janji untuk selalu ada. Beberapa janji untuk berjalan sejajar,hingga jika ada yang terjatuh satu sama lain dapat membantunya berdiri. Tetapi kini kemankah mereka semu yang berjanji akan selalu ada. Berjanji akan membantu berdiri sendiri. Aku masih sendiri merengkuh luka memeluk duka dan berdamai dengan kesendirian kekosongan dan keterpurukan. Tidakkah satupun dari mereka melihat semuanya sedang tidak baik baik saja? Tidakkah?
                Apa yang salah denganku? Aku selalu mencoba berlari mengejar ketertinggalanku untuk berjalan sejaja denganmu,tapi mengapa kau biarkan aku terjatuh tersungkur sendirian? Inikah yang kau sebut dengan kebersamaan? Yang selalu kau teriakkan kepada ku bahwa kita adalah sebuah keluarga tak sedarah? Inikah? Bagaimana mungkin setiap keluarga bias membiarkan keluarga yang lain jatuh tersungkur sendirian. Menahan luka sendirian dan melawan kesendiriannya juga pun sendiri. Ku sudah muak dengan segala hal yag tak pernah ada akhir. Ku lelah melupakkan setiap inci dari rasa sakit yang kurasakan kini. Benar sekali,aku jatuh cinta pada setiap kebersamaan bersama mereka, Jatuh cinta pada setiap kenangan yang telah di lalui bersama. Namun,terlalu sakit untuk membuat semuanya terasa baik baik saja.

                Aku tak mengerti apa yang sedang luka lakukan padaku. Hingga setiap butirnya tak kunjung sembuh dan membaik. Semuanya masih terasa perih dan pedih. Taka da satupun yang bias kuajak berbagi untuk bersama sama berdiri. Ku sendiri,terpuruk dan tersungkur. Berpura pura segalanya sangat baik,dan berharap setiap lukanya akan sembuh. Sembuh pada waktu yang tepat bersama orang yag tepat.

Sabtu, 25 Maret 2017

Akhir Chapterku Tentangmu

Sudah. Sudah kuletakkan hatiku matang matang tepat didepanmu. Sudah kubiarkan semuanya berjalan untuk tak lagi menghadapmu. Sudah kuarahkan semua pikiranku dan semua pandangan untuk tak lagi berjalan searah denganmu. Semuanya sudah sangat berubah semenjak kau memutuskan untuk lebih memilih berjalan bersama dia dijalan yang bahkan kau tak pernah lewati bersamanya. Kau teruskan langkahmu berjalan berlalu membelakangiku,meninggalkan aku dan memilih untuk tetap bertahan melangkah kedepan tanpa melihatku yang dibelakangmu masih terduduk tersungkur menunggu kehadiranmu. Akankah ini menjadi akhir dari kisah cinta dan semua harapan harapan indah yang sudah kita panjatkan bersama? Inikah jawaban dari setiap doaku bersama tuhan disetiap malam yang tak pernah absen kusebutkan namamu untuk setiap baitnya? Apakah takkan ada lagi harapan yang akan terbentuk dan doa doa yang saling bertaut meskipun tak dijalan yang sama? Bisakah?

Oh tuan. Tak kah kau mengerti betapa hati telah mencoba mengukuhkan bentuknya hanya untuk bertahan denganmu. Bukankah kita sudah merangkai asa bersama untuk tetap berjalan di jalan yang sama? Lalu mengapakah kau kini memilih pergi bersama orang yang bahkan kau tak tau bagaimana dia akan membantu berdiri ketika kau jatuh? Bisakah dia lebih baik dari diriku? Akankah dia mengutamakanmu daripada dirinya seperti yang ku lakukan kepadamu disetiap waktuku? Tuan. Rintihan hatiku terus berteriak memanggil namamu,menangis berharap kau akan kembali bersama dengan asa yang telah kau simpan hanya untuk kita wujudkan bersama. Aku merangkak meraih setiap jengkal langkah kakimu hanya untuk bisa berdiri dan berjalan sejajar denganmu. Namun,kau tetap memilih pergi tanpa menengok sedikitpun kearahku.

Jikalah memang ini akhir dari setiap doa dan cinta yang telah kupertahankan selama ini kepadamu. Dan jikalah memang tak kan ada lagi cerita yang akan menceritakan tentang aku dan kamu pada setiap paragarafnya,maka kan ku biarkan kau pergi. Pergi untuk mencari setiap inci kebahagiaanmu yang mungkin aku tak pernah bisa memberimu. Kan ku lepaskan kau dengan hati yang ikhlas dan tak ingin berlari kearahmu sekali lagi . Semuanya akan kusudahi akhir dari setiap chapter yang selalu ku tulis masih tentang kamu. Tuan,cinta yang kupunya tak pernah bisa melihatmu tersakiti dan untuk iu akan berjalan berlawanan arah denganmu agar kita tak akan pernah bisa berjalan sejajar lagi. Tak kan ada yang mengusik hidupmu lagi bersamanya. Kan kubunuh dan kumusnahkan setiap inci dari hati yang masih mencoba mengingat tentangmu. Kan ku redam rasa rindu yang masih ingin merengkuhmu sekali lagi. Kan ku coba lagi untuk kesekian kalinya

Tuan,jikalah memang dia pilihan hati yang seharusnya bisa mendampingi hidupmu hingga nanti,maka aku akan mundur dan menjauh. Melupakan segala inci kenangan dari aku dan kamu yang mungkin bisa merajam hati dan melukai diri. Mengikhlaskan setiap langkah mu untuk pergi dan berjalan bersamanya. Tidak lagi bersamaku. Tidak lagi tentang aku. Dan tidak lagi tentang kita. Kusesalkan mengapa kau bertemu dengandia dan memilih berjalan bersamanya. Semoga tuhan selalu bersamamu tuan. Dan semoga dia bisa memberimu kebahagiaan sebanyak aku,mendoakanmu sesering aku menyebut namamu disetiap bait doaku. Inilah akhir kisahku dengan mu. Tak akan ada laginchapter yang kuceritakan tentangmu. Selamat tinggal,tuan.

Kamis, 16 Februari 2017

Di bagian manakah aku dan kamu ?

Aku terduduk dihadapanmu merintih lirih karena lukaku. Masih terekam jelas bagaimana kau mencoba untuk mengambil hatiku lalu memilih mematahkannya dihadapanku. Kau coba menerobos masuk melalui pikiranku dan kau memaksa keluar setelah kau tinggalkan luka yang begitu sukar untuk ku sembuhkan. Dan bahkan tanganku pun tak mampu meraihmu kembali saat kau memaksa kan untuk tetap berjalan ke depan. Dan Bahkan masih kau sempatkan untuk meraciki duri yang kau persembahkan untuk merajam hati. Mengapa kau lakukan ini kepadaku tuan? Mengapaa kau lakukan  ini kepada diriku yang sudah memberikan hatinya kepadamu? Tak pantaskah aku untuk mendapatkan butiran hati yang kau miliki? Mengapa kau memilih merajam hatiku hingga membuatnya menjadi kepingan kepingan yang tak bervolume lagi.

Tuan. Bagaimana mungkin kau tak bisa melihat aku yang tengah berusaha mendaki untuk meraih cintamu. Telah kuberikan hati dan jantung yang ku punya hanya untuk dirimu saja. Tunjukkan kepadaku tuan ,dibagian mana aku tidak pernah berjuang untukmu? Dibagian manakah aku tidak mencoba meraih tanganmu? Dibagian manakah. Tak pernah ada bagian yang menceritakan aku tidak memperjuangkanmu. Dalam kisah ini,akulah sang tokoh utama yang terluka karena mencintaimu. Akulah pemeran utama yang begitu bodoh telah menepikan hatinya hanya untukmu. Lalu,kau mengatakan bahwa kau telah memberikan segalanya untukku?

Tuan,kumohon tunjukkan padaku. Dibagian manakah kau mencoba untuk menggenggam tanganku? Dibagian manakah kau mencoba memperjuangkan aku seperti yang telah kau katakan dengan bibir indahmu itu. Dibagian manakah? Tidak ada satu cerita pun yang menunjukkan kau telah mencoba meraih tanganku. Kau pemeran utama yang telah merusak dan begitu tega membunuh dan merampas hatiku. Kau begitu kejam. Kau tinggalkan hati dan jantung yang telah kuberikan begitu saja. Kau patahkan setiap inci darinya dan kau buang dihadapanku. Kisah ini akan berakhir tragis bagiku. Sangat tragis.

Tuan. Kucoba membuka mataku setelah kejadian itu. Kulepaskan pandanganku kepada sekitarku dan tak pernah kutemukan dirimu lagi disana. Apakah kau sudah benar benar menghilang dari hidupku dan tak akan pernah kembali? Kau tak pernah lagi muncul dalam mimpiku dan tak pernah lagi ada didalam harapanku. Beginikah yang kau mau tuan? Bagian inikah yang memang kau rencanakan untukku? Meninggalkanku yang sedang meratapi kepergian mu karena hati dan jantungnya telah patah berkeping keping karena ulahmu. Kau benar kisah ini akan berakhir tragis bagiku. Karena disetiap bagiannya hanya ada aku yang memperjuangkanmu . Tak pernah ada kamu disana. Hanya ada bagianmu yang memilih pergi dan menyisakan luka berbalut sesak yang tak pernah akan sembuh. 

Rabu, 08 Februari 2017

Setiap kisah cinta memiliki takdirnya sendiri

Setiap kisah cinta selalu memiliki akhir dari ceritanya sendiri. Entah itu menyedihkan menyenangkan ataupun bahkan kematian. Setiap kisah cinta memberi isyarat kepada setiap tokohnya untuk mengerti dan memahami apa yang sebenarnya amanat yang sedang dia mainkan didalam perannya. Seperti aku yang berperan mencintaimu dengan sangat sederhana. Dan kamu yang berperan sangat  baik untuk memilih pergi dan tak menginginkanku. Ini kisah cintaku yang begitu singkat untuk disebut kisah cinta namun begitu dalam untuk disebut kisah dongen belaka. Karena cinta selalu membuat hal yang sederhana menjadi tak sederhana yang terlihat oleh kasat mata,bukan kah begitu?

Kau datang membawa sejuta harapan dengan beberapa tangkai doa ditanganmu. Kau buka tangan mu kau lemparkan  tanganmu ke hadapanku yang sedang terjatuh tersungkur dan tak ingin berdiri lagi. Sejenak aku mengerjap ngerjapkan mataku melihat ke arahmu menajamkan pandangan ku seolah olah aku ingin meneliti setiap jengkal wajahmu. Sepertinya,aku pernah mengenalmu. Ah iya,kau adalah bagian dari masa laluku dahulu. Dan kini kau mencoba membuatku berdiri ditengah keterpurukanku karena dia. Kau terduduk didepanku meraih kedua bahuku dan mengangkatnya pelan hingga aku sekarang sudah sejajar berdiri di sampingku. Kau buka tanganku kau letakkan tangkain doa dan harapan di tanganku dan kemudian kau menutupnya dan menginginkan aku menyimpannya.

Hari begitu indah ketika kau membuatku begitu sangat berharga. Kau tunjukkan padaku bahwa hidup yang kualami kemarin adalah sebuah kesia siaan. Kau tunjukkan aku masa depan yang indah kau tunjukkan aku bagaimana cara tersenyum begitu dengan sangat ikhlas. Aku begitu bahagia ada di sampingmu,tuan. Kau membawaku berlari ke tempat yang bahkan tak pernah ku jamah dan kau tunjukkan bahwa hidup ini begitu indah jika aku harus tersungkur sendirian. Kau mengatakan padaku bahwa kau akan selalu menjadi samuraiku saat ada yang akan mencoba menyentuhku. Kau tak akan pernah membiarkan siapapun akan melukaiku. Itu sangat manis tuan. Sangat manis. Hingga dadaku terasa sesak dengan deru nafas bahagia yang tak bisa kuungkapkan dengan kata kata.

Waktu berjalan begitu cepat,hingga aku terlupa bahwa kau adalah tetap kau. Kau yang pernah menyakitiku 3 tahun silam. Kau pernah meninggalkanku begitu kejam dan kau juga yang telah membuat tersungkur karena lelah mengejar mu. Dan kini kau menyadarkanku dari mimpi mimpi indahku bersamamu. Kini,kau menginginkan semuanya dariku. Kau menginginkan aku menghilangkan kesedihanmu dan kamu ingin aku pergi dari hidupmu sekali lagi. Kau mengatakan bahwa akulah penyebab dari setiap kesedihan yang menimpamu,setiap kesedihan yang menderu dadamu. Akulah yang menciptakan drama agar dia yang kau cintai meninggalkanmu. Omong kosong apa ini tuan? Apa yang sebenarnya sedang kau coba tunjukkan lagi padaku? Tidak tuan. Kau mengatakan bahwa aku adalah si pembuat karma dalam hidupmu dan akulah yang membuat segala hal berjalan menjadi tidak baik. Oleh karena itu kau membuatku bahagia agar kau bisa menghilangkan kutukan karma yang menimpamu,begitu? Ketidaklogisan apa yang sedang kau pikirkan di otakmu?

Aku terduduk tersungkur lagi melihat kenyataan bahwa kau telah merebut kebahagiaan ku sekali lagi. Kau membiarkan aku menari dengan kesedihan yang kau buat sekali lagi. Fairy tale macam apa ini,drama percintaan apa yang sedang kau mainkan. Kau berhasil membuatku jatuh cinta kepadamu begitu dalam dan kau juga berhasil membuatku begitu patah dengan jarak yang tak terlalu lama. Ini begitu sakit tuan. Kau tak akan pernah mengerti. Memang benar aku sangat mencintaimu dengan singkat , tapi bukan berarti kau juga bisa menjatuhkan dengan sangat singkat. Salahku yang terlalu menaruh kepercayaan dan kebahagiaanku padamu. Terimakasih sudah membuatku tersadar dari mimpi indahku. Terimakasih atas jutaan luka yang kau rajamkan didadaku hingga semuanya terasa sesak dan mataku kunang kunang berurai titik sedu. Terimakasi telah mendorongku begity kuat dan menghantamkanku begitu dalam hingga aku tak kuat berdiri lagi. Kamu memang pemain drama terbaik yang pernah akuLihat. Kau adalah penulis skenario yang tak pernah kupikirkan sebelumnya.

Kisah cinta. Kisah cintaku denganmu sangatlah singkat dan terlalu dalam jika disebut cinta namun terlalu sakit jika hanya disebut selaksa peristiwa. Aku benar mencintaimu tuan,dan kisah cinta ini sudah mengajarkanku bahwa mencintaimu membutuhkan beberapa luka disekujur tubuh dan bahkan itu tak merubah alur kisah cintanya. Kini ku mengerti kisah cinta akan memilih jalannya sendiri sesuai dengan takdir tuhan yang merestuinya. Kisah cinta,menurutlah kepada takdir yang baik. Dan takdir yang baik,bersamalah dengan kisah cinta yang tak pernah akan berakhir seperti kisah cintaku. Ini kisah cinta sedihku.

Selasa, 03 Januari 2017

Duka Apakah Ini?

                Ku buka mata perlahan melihat semuanya tak lagi sama. Merasa sesuatu yang tak biasa ku rasa. Ku rasa sepi beraroma kopi ditangan,bernada sunyi dan bertamengkan duka. Apa yang sebenarnya terjadi padaku? Duka apa yang sedang kurasakan hingga tak mampu ku deskripsikan dengan bait kata yang akan ku tulis. Entahlah,semuanya begitu asing dan begitu sakit. Dadaku terasa sesak saat menyadari semua yang telah kujalani kini jauh berbeda. Setiap waktu memang berputar ,membawa setiap kenangan yang ada kepada dua pilihan, tetap ada atau tehapuskan. Memungkinkan terbentuknya suatu kenangan baru yang mungkin juga akan dilupakan. Semuanya memang sudah sangat berbeda. Aku merintih melirih merasakan sakit saat melepaskan dia bersama dengan orang lain. Aku meratap meluapkan apa yang ku rasakan saat membiarkan sahabatku lamaku pergi. Inikah kehidupan? Inikah yang tuhan katakan bahwa cinta diciptakan pada setiap jiwa manusia? Sesakit inikah mencintai seseorang?
                Semuanya begitu gelap sangat gelap seperti saat aku melepaskanmu hanya demi mencintai rabbku. Semuanya masih begitu perih saat aku melepaskan sahabat lamaku bersama dengan sahabat lamanya. Rasaku masih sama seperti saat aku tuliskan setiap lembar kata yang ada pada setiap draft yang ku buat. Rasanya masih ada. Rasa yang sama. Namun cerita dan waktunya sudah sangat berbeda. Duka apakah ini ? Begitu sakit saat mengingat kenangan kenangan indah yang seharusnya sudah terbuang begitu saja. Mengapa masih ada duka? Bukankah aku sudah mencoba merelakan segalanya,tuhan?Duka apakah ini? Bisakah kau jelaskan padaku tentang sakit yang kurasakan saat aku mengingat mereka yang sudah pergi?
                Ku diamkan diirku sejenak. Duduk tersungkur beralaskan lutut. Bertekuk meratapi apa yang sudah terjadi. Tak lama kemudian,ku rasakan air jatuh membasahi tanganku. Apa ini? Air matakah? Duka apa yang sebenarnya sedang ku rasakan hingga sakit dan air mata pun bertemu. Separah inikah dukanya hingga aku tak sadar bulir air mata jatuh menetes. Begitu pilu kisahku hingga aku tak bias merasakan sakit yang begitu membuat dadaku sesak dan mataku berkunang kunang. Sebegitu pilukah?

                Aku memang bukanlah orang yang ingin bertopengkan kepura puraan. Aku hanyalah seorang manusia yang hanya punya rasa. Mengandalkan cinta sebagai anugrah dari apa yang sudah tuhanku firmankan. Kesedihanku,kepiluanku dan kedukaanku juga menjadi bagian dari setiap jalan hidupku. Aku percaya akan ada hal indah yang akan kutemui setalah merasakan duka ini.Yang kutahui,rabbku begitu adil,dan tak pernah berbuat curang. Semua yang dilakukanNya adalah setiap keindahan yang bahkan kita masih belum bias mengerti. Aku sangat percaya akan ada anugrah tuhan yang akhirnya membuatku mengerti,duka apakah ini?.