Selasa, 07 November 2017

Berjibaku Dengan Prasangka

Semoga prasangkamu dan prasangkaku membawa kita menjadi pribadi yang lebih baik . Yang dekat dengan-Nya,yang semakin taat kepada perintah dan larangannya.

Saya tidak begitu mengerti apa yang sedang terjadi padamu dan padaku. Apa yang sebenarnya sedang mengganggu pikiranku,entah itu juga sedang mengganggu pikiranmu atau tidak. Entah seberapa dalam kecewamu terhadapku. Entah seberapa dalam rasa sakit yang kamu pun rasakan karena prasangkaku. Entah juga seberapa banyak doa yang kupanjatkan agar prasangkamu tak seperti yang ku prasangka kan saat ini. Hm . Ingin sekali ku jelaskan tapi kupikir akan membuang sangat banyak waktu,karena ku yakin kau juga tak akan mudah mengerti. Aku hanya takut,kamu tidak mengerti. Aku takut ada yang terluka diantara kita.  Entah kamu ataupun aku. Begini saja,kita sudah terluka bukan? Padahal kita tidak sedang berjalan kemana mana. Kita sudah terluka. Apalagi beranjak dan melakukan sesuatu,mungkin bisa lebih sakit dari ini. Kita hanya bercakap lewat doa saja semuanya menjadi sangat rancu hingga membuatku dan kamu sakit. Hingga prasangkaku dan prasangkamu saling menyakiti pada akhirnya. Kumohon maafkan aku. Aku yang bersalah, karena aku tak pernah mencoba membuatmu bertahan. Bahkan saat kau sudah memutuskan untuk melanhkah meninggalkan,aku masih saja terdiam dan tak mencoba menahanmu pergi. Kumohon maafkan aku. Bukan ku tak mau,bukan. Tentu saja aku mau menahanmu,tentu saja aku ingin membuat mu mengerti. Tentu saja aku ingin mengerti prasangkamu terhadapmu. Tentu saja. Tetapi lebih dari itu. Ada hal yang lebih penting dari itu. Aku tidak bisa melakukannya,karena memang aku tak seharusnya melakukannya. Aku terperangkap dalam jebakan setan yang membuatku jatuh cinta padamu. Iya benar,aku sudah jatuh cinta padamu. Pada akhlakmu. Pada santunmu,tatapanmu, percakapan kita. Aku jatuh cinta pada setiap inci euforia yang kau ciptakan saat kita sedang bercakap. Jatuh cinta pada setiap senyum yang selalu kau lemparkan pada setiap pertemuan. Walaupun tanpa ada kata. Tanpa ada perlakuan. Tatapanmu saja sudah cukup untukku.

Oleh karenanya,kuputuskan untuk berjalan mundur. Aku tak ingin cinta ini semakin menjadi. Cinta yang tak halal ini menjadi bomerang untukku sendiri. Sungguh,bukan dirimu yang ku tolak hanya rasa cinta yang belum halal ini yang ingin segera ku enyahkan dan ku bunuh dalam dalam . Agar tak pernah menyakitimu dan aku. Sungguh,akupun ingin menjelaskan semua ini padamu. Sungguh aku ingin kau tau bahwa doaku tak pernah berhenti merapal namamu. Sungguh prasangkaku tak pernah berubah haluan darimu. Semuanya masih sama . Seperti saat kau memulai segalanya. Masih sama walaupun pada akhirnya kita akan selesai saat ini juga. Maafkan aku. Maafkan prasangkaku. Maafkan keterbatasanku. Aku yakin ini berat untukmu mengerti ,karna tak sesuai dengan logikamu. Karena tak sesuai dengan jalan pikiranmu. Tapi sudahlah,kau tak seharusnya mengerti . Biar aku saja yang menanggung semuanya. Aku juga terluka karena sudah menyakitimu,mohon maafkan aku. Maaf tak bisa menahanmu pergi,maaf tak pernah mencoba menenangkanmu saat prasangka burukmu tentangku meluap luap di otakmu. Kau tak bisa sembunyikan itu. Tatapanmu sudah cukup menggambarkan bahwa kau sedang marah denganku. Bahwa kau sedang tak ingin melihatku. Sikap dinginmu sudah cukup membuktikan bahwa kau tak ingin ada aku lagi disana. Dihatimu. Kau sudah tutup rapat semuanya. Kau sudah akhiri semuanya tanpa meminta penjelasan dan klarifikasi apa apa padaku. Tapi baiklah ,ku tak bisa  melakukan apa apa. Aku mengerti kemarahanmu. Aku mengerti kekecewaanmu. Aku mengerti sakit hatimu. Sudahlah biar aku saja yang mengerti,kamu jangan .

Tuan,prasangkaku dan prasangkamu biarlah berjalan sesuai dengan jalan takdir yang sudah dipilihkan Nya untuk kita. Jikalau memang prasangkamu tak sesuai dengan prasangkaku,setidaknya aku akan terus mendoakanmu bahwa prasangka ini akan segera ada ujungnya. Akan selalu berujung pada kebaikan. Tuan. Ku sedang berjibaku membunuh prasangka prasangka buruk padamu,membunuh prasangka prasangka yang mampu membuatku tak henti memikirkanmu. Kamu benar tuan,kita memang seharusnya berhenti . Berhenti memprasanhkai siapapun dari kita. Memprasangkai satu sama lain. Sudahlah . Biar Allah saja yang tau prasangkaku dan prasangkamu. Karena hanya allah lah yang berhak atas keduanya. Yang berhak mengatur prasangka kita. Yang sudah lelah berjibaku dengan prasangka diri sendiri yang tak segera menemui arti.

Minggu, 13 Agustus 2017

Diluar kemampuan seorang Aku.

Aku. Masih menjadi subjek disetiap tulisan yang aku tulis pada setiap paragafrafnya. Aku. Yang masih berusaha menahan sesak yang begitu membuncah didalam dada yang tak pernah ada akhirnya. Aku yang selalu menahan setiap lara namun membalutnya bersama senyum penuh lara yang seolah olah tersamar menjadi senyum penuh bahagia. Aku yang selalu memberikan terbaik untuk mereka yang selalu aku utamakan dan prioritaskan. Aku yang selalu berusaha melakukan terbaik untuk mereka yang aku tak bisa hidup tanpa mereka.Aku dan mereka,orang orang yang selalu aku doakan disetiap sujud setiap akhir perbincangan ku dengan Rabbku. Mereka yang selalu ku sebut namanya disetiap akhir doa yang kupanjatkan kepada rabbku. Mereka yang mengisi hidupku,yang begitu memiliki porsi penting disetiap tempat didalam hati dan juga pikiranku. Mereka yang membuatku kuat setelah rabbku. Mereka yang begitu penting didalam hidupku hingga tak pernah sanggup aku menyakitinya. Jangan hanya membuat sakit,hanya sekedar melihat dia menahan sesak dadanya saja aku tak sanggup. Aku. Begitu. Menyayangi. Mereka.

Begitu dalam rasa sayang yang kumiliki,tak terasa juga akulah sang tokoh yang tersakiti. Berperan sangat terpuji namun tetaplah aku yang menjadi objek didalam cerita ini. Akulah yang satu satunya menahan tangis ditengah tengah mereka. Aku lah yang menahan rasa hampa,luka dan patah asa. Aku lah yang menahan sesaknya dada hanya untuk memberikan senyuman tipis diwajah mereka. Aku lah mengalah hanya untuk sekedar membuat mereka lega. Terkadang aku merasa ketidak adilan ini begitu menyelimuti hingga membuatku jatuh terpuruk tak kuasa menahan perih. Hingga-mataku selalu berkunang kunang ketika melihat satu persatu mata orang yang kusayangi itu. Selalu ada bulir air mata ,selalu ada rasa sakit dibawah dada,selalu ada sesak yang tak pernah bisa dijelaskan saat mereka bertanya "kau kenapa". Kebahagiaan ataukah kesedihan ? Aku juga tak mengerti. Apa yang sedang ku rasakan. Seharusnya aku juga ikut tersenyum saat melihat satu persatu dari mereka bahagia. Melapangkan dadaku menerima apapun yang sudah mereka putuskan untuk ku. Untuk takdirku. Memilih tinggal dan peduli atau memilih pergi dan tidak peduli. Mataku terus saja berkunang kunang menahan agar setiap bulirnya tak jatuh dipipi. Agar tak ada yang melihat bahwa hatiku sedang tidak baik. Sedang membuncah tak baik,sedang bergerilya memberontak tak ada arah.

Aku,yang merasa memiliki mereka. Yang kupikir tak akan pernah merasakan sepi. Pada akhirnya aku sendiri. Dalam kesendirian air mata jatuh tak  bisa kukendalikan. Rintihan bibir seolah olah ingin berteriak tapi tak bisa kulakukan. Kuhanya menahan rasa sesak dadaku dan menutup mulutku rapat rapat agar tak menimbulkan suara ditengah tengah jatuhnya air mataku. Dalam kesepian aku meradang. Dalam kediaman aku tersungkur lemah tak berdaya. Dalam ketidak adilan aku sudah mempercayakan kebahagiaan yang ku kira akan membuatku lebih baik. Tak ada. Tak ada yang membuatku bisa baik hari ini. Aku sudah tak ada . Hatiku sudah rusak dan mati. Cintaku dan rasa kasihku sudah tak terasa didalam hati. Tersisa perih dan luka. Aku hanya bisa merajut sisa sisa harapan yang ada didalam dada untuk membuatku sedikit bergerak dari ketidakberdayaanku. Walaupun raut tak bisa kusembunyikan setelahnya,walaupun mata bengkak akan terlihat setidaknya aku bisa menyembunyikan hati yang sudah tak karuan bagaimana keadaannya. Aku. Kehilangan. Diriku sendiri. Aku sudah tak ada lagi. Aku sudah mati. Bersama mereka yang sudah memilih pergi.

Tidak lagi akan ada aku. Tidak lagi akan ada aku. Tidak lagi akan ada aku,yang peduli untuk mereka. Yang memilih membahagiakan mereka yang tak pernah memilih membahagiakan ku. Tidak lagi akan ada aku. Bulir air mata yang terjatuh menjadi saksi bisu mengapa aku tak mampu. Mengapa aku tak bisa. Mengapa aku tak kuasa menahan semuanya. Bagaimana bisa kuceritakan kepada mereka yang ku rasakan jika alasan yang menyakitiku adalah mereka? Bisakah kau jelaskan? Sanggupkah dirimu menceritakan batinmu yang tersiksa kepada mereka yang sudah membuatnya hancur dan berantakan. Sanggupkah dirimu? Kuyakin tak akan sanggup. Ku yakin kau tak akan bisa. Rasa sayangmu yang membuatmu pada akhirnya memilih mundur dan memilih menajamkan pisau lukanya kedalam dadamu. Kau saja yang memilih mati daripada mereka yang kau sayangi terlukai. Sudah kubilang kan? Semuanya tidak mudah,sayang. Tidak akan pernah mudah. Aku yang selalu dibersamai mereka yang kusayangi.nyatanya aku sendirian ,aku tak bisa apa apa,aku terluka,aku yang mengalah dan kemudian aku yang memilih mundur. Dan kemudian aku tak bisa bertahan untuk lebih lama. Tak akan ada lagi aku.

Selasa, 01 Agustus 2017

Teruntuk Kamu,Jodohku di Lauful Mahfuz

                Assalamualaikum kamu yang sedang menunggu indahnya penantian. Wahai kamu yang saat ini sedang berusaha mati matian memperbaiki diri untuk meraih RidhoNya. Kamu yang selalu tak henti kusebut namanya dalam setiap sujud disepertiga malamku. Mas. Yang kelak menjadi calon imamku nanti. Apakabar kamu sekarang? Mengapa kamu terlihat ragu seperti itu? Mengapa kau takut kita tak akan bertemu? Mas,percayalah Allahku tak akan pernah mengecewakanmu atau siapapun. Kita akan bertemu pada wakttu dimana takdir sudah mengizinkan episodenya untuk kita.
                Mas,Bukankah kita pernah bertemu di Lauful Mahfuz? Saat aku dan kamu belum diutus oleh Rabbku ke dunia yang fana ini. Kita pernah dipertemukan,bercengkrama bersama hingga kita sudah saling jatuh cinta bukan? Hingga pada akhirnya Allah mengutus kita ke dunia dan memberi ujian kepada kita untuk melupakan satu sama lain. Tapi tidakkah kita akan bertemu lagi di dunia? Bisajadi dengan cerita yang indah di atas kesucian cinta bernama pernikahan. Mas,percayalah walopun aku tak pernah tau bagaimana rupa dan fisikmu,aku sudah mencintaimu dan mendoakanmu disetiap sujudku. Tidakkah kau tau mas? Ku pendam rindu yang amat dalam ini agar aku Allahku tak cemburu. Kubisikkan rinduku kedalam sujudku yang kemudian mengangkasa bersama di langit dan mungkin kau bisa merasakannya,bukan?
                Untukmu ,jodohku di Lauful Mahfuz. Yang namanya sudah dituliskan berdampingan bersama dengan namaku di Lauful MahfuzNya. Aku sedang berusaha memperbaiki diriku mati matian agar aku bisa menjadi istri yang baik untukmu. Ibu yang baik untuk anak anak kita. Bukankah madrasah pertama bagi anak anaknya adalah ibunya? Iyakan mas? Mas,Aku sedang berusaha menjaga kehormatanku agar aku tak mengecewakanmu. Bukankah setiap istri adalah mahkota bagi suaminya? Aku tak ingin karena diriku kau harus merasakan pedihnya api neraka karena tak bisa membimbingku. AKu juga tak ingin kau yang menanggung dosa dosa yang sudah ku perbuat. Mas,Aku tau aku punya masa lalu yang sangat buruk begitupun juga dengan dirimu. Tapi sudahlah mas biarlah masa lalumu milikmu dan masa lalu milikku,tetapi masa depan adalah milik kita. Ku terima dirimu dengan segala kekurangan yang kau miliki,cukup dengan ridho Allah saja kita akan bahagia. Mas,kusedang belajar agama lebih dalam agar aku tak salah memperlakukan mu sebagai surgaku yang sesuai dengan syariat islam,aku tak ingin mengecewakanmu. Aku juga sedang menambah hafalan hafalanku agar aku bisa menemani anak anak kita untuk belajar al quran dan aku tidak malu ditanya olehnya.

                Wahai kamu jodoh yang sudah ditakdirkan untukku,aku akan selalu menunggumu dipintu rumahku. Menunggumu untuk bertemu ayahku dan segera menghalalkanku. Aku tak membutuhkan apapun untuk kau dapat mengkhitbahku,hanya dirimu dan keberanian mu saja itu sudah cukup. Niatkan karena allah mas,agar cinta kita di Ridhai Oleh Nya. Aku tak akan pernah letih menunggumu dan memperbaiki diriku menjaga kehormatanku hanya untukmu,hingga kau datang meminangku. Mas,Akan selalu kusampaikan rinduku disetiap sujudku untukmu.Akan selalu kusampaikan doaku untukmu,walaupun kita tak pernah bertemu. Aku mencintaimu karena Allah mas. Bahkan aku jatuh cinta padamu sedari aku belum pernah melihatmu,aku sudah jatuh cinta padamu dan merindukanmu. Aku tunggu kedatanganmu menemui ayahku mas,Semoga allah selalu menjagamu untukku. Barakallah fiikum,jodohku .

Selasa, 18 Juli 2017

Kau Penyebab Perpindahan Bernama Harapan

                Ada batas dimana aku tak pernah bisa memahami setiap detak jantung yang ditimbulkan bersama dengan momen yang sedang kualami. Ada saat dimana aku hanyalah seorang hamba yang tak pernah bisa melangkah jauh tanpa ridho rabbku. Aku haruslah mengikuti setiap aturan yang ada. KU harus mengikuti aturan main dunia yang semakin tak menentu kemana arahnya. Ku harus siap dijatuhkan kapanpun waktunya. Dan disinilah aku sekarang. Masih tertunduk terpaku berusaha berdiri berkali kali namun tak menemui perpindahan sama sekali. Tak menemui adanya perbedaan jarak . Tak menemui arti dari sebuah perbedaan. Disinilah aku sekarang yang masih berkutat dengan masa lalu yang tak bisa dibilang indah juga tak bisa dibilang sempurna. Yang masih merintih menahan sakit untuk bekas luka yang ditimbulkan oleh sisa sisa masa lalu. Apa yang sedang terjadi padaku? Memori segala kenangan kehilangan memutar dikepalaku,tak bisa kuenyahkan begitu saja. Kesendiran,kesepian serta keterpurukan kembali melanda. Hingga kau hadir lagi sebagai sosok baru dan mencoba merubah segalanya. Bolehkah kusebut itu,”Harapan Baru?” bolehkah?
                Ya,tuan kau datang tanpa beban. Kau masuk kedalam ruang yang dulunya telah dihancurkan dengan begitu parah. Kau masuk kedalam ruang yang didalamnya aku masih takut akan terjadi lagi seperti dahulu. Traumakah aku? Mungkin saja. Tuan,kau tunjukkan aku segala hal yang kau sebut dengan duniamu. Kau berikan tanganmu untuk membantuku yang sedang duduk sendiri ,kau bantu aku bangkit dari rasa sakit yang sudah kupendam satu tahun lamanya. Hanya saja ku takut,aku tak bisa memberikan apa apa kepadamu karena keterbatasanku atas kewajibanku sebagai hamba untuk rabbku. Ku tak bisa menjanjikan apa apa selain mendoakanmu disetiap akhir dari sujudku. Tidakkah itu lebih penting dari setiap kata yang harus kukatakan kepadamu? Bukankah yang diam diam itu jauh lebih indah daripada yang berterus terang? Dengar tuan,kehadiranmu memang istimewa. Tapi tetap saja ku tak bisa melakukan apa apa. Ku hanya bisa mendoakanmu untuk setiap langkah yang kau pilih. Atau bahkan jika kau harus tak dibersamakan denganku,ku bisa apa tuan? Tidakkah takdirNYA jauh lebih baik daripada kita? Ku hanya bisa berikhtiar mendoakanmu,selanjutnya? Biarkan tuhan yang memilihkan jalan kemana kamu dan aku akan melangkah. Akupun tak tau apa yang kau rasakan sekarang. Sekedar singgahkah? Atau menetap? Ku serahkan semuanya hanya kepada rabbku.

                Kehadiranmu membuatku mengerti art perpindahan yang dibalut dengan rasa bahagia akibat dari HARAPAN BARU. Aku bahkan tak mengerti apa apa saja yang sudah kau lakukan untuk itu? Padahal hanya hal hal  sederhana tapi rasanya kau sudah memberikan GAYA yang cukup besar hingga membuat perpindahan terjadi. Tapi tetaplah ingat tuan,bukan ku menyembunyikan apapun bukan ku ingin menyakitimu hanya saja aku masih takut. Seandainya saja ku bisa ceritakan semuanya. Seandainya saja kau bisa mengerti. Seandainya saja perpindahan yang kau buat bukan perpindahan yang tak berarah. Seandainya saja perpindahan itu bertujuan.  Ah sudahah apa yang sedang kupikirkan? Aku tak bisa berharap apa apa dari perpindahan yang kau berikan. Aku tak bisa berharap apa apa bahkan dari yang kusebut HARAPAN BARU. Tapi  aku percaya setiap perpindahan kecil terjadi atas seizinNYA. Juga bersama nya dihadirkan setiap INCI HARAPAN BARU YANG POSITIF. INSHAALLAH.

Sabtu, 08 Juli 2017

Bukan Sekedar BPH Biasa

           Pernah percaya takdir tuhan yang dirancang sedemikian rupa sehingga terlihat indah pada akhirnya? Itu yang ku alami saat ini. Takdir indah yang mempertemukan aku dengan  4 orang hebat yang begitu penting dalam keberlangsungan skillku dalam berorgnisasi. Takdir membawaku kedalam sebuah himpunan mahasiswa yang begitu hangat akan kekeluargaan. Takdir membawaku bertemu mereka. Yang pada awalnya aku tak pernah mengerti apa maksud dari ketidak tahuan didalam hati. Keraguan hadir dalam setiap sudut pandang yang menyertai langkah kaki untuk setiap tujuannya. Mengapa tuhan begitu romantic membawaku kedalam cerita menakjubkan bersama dengan BPH HMJ FISIKA 17? Bersama dengan keluarga yang begitu hangat di HMJ FISIKA 17?
            BPH HMJ FISIKA 17 atau biasa disebut dengan Badan Pengurus Harian Himpunan Mahasiswa Fisika 2017 terdiri dari 6 orang yang diharuskan membimbing dan bertanggung jawab atas keberlangsungan Himpunan ini. Banyak cerita yang ingin ku tuliskan dalam setiap paragrafnya bersama mereka. Keluarga kedua bagiku yang tak pernah henti ku doakan untuk setiap kebaikan didalamnya. Bukan karena jabatan yang tinggi yang membuat ku bangga menjadi bagian darinya. Tapi,karena tanggung jawab yang begitu besar yang harus kami pikul untuk HMJ ini membuatku ingin terus belajar dan tak ingin mengecewakan siapapun. Menjaga amanah dan juga menyatukan pikiran agar sejalan tak pernah begitu mudah. Perbedaan jalan pikiran ,debat yang tak henti bahkan sempat ada waktu dimana kami tak bicara satu sama lain. Semua itu hanyalah proses untuk saling mengenal dan saling mengetahui satu sama lain.Semua itu hanyalah bentuk rasa sayang yang tak pernah bisa diungkapkan hanya dengan bibir saja. Percayalah,Lebih dari itu.
            Di BPH ini aku dipertemukan dengan 4 orang tangguh yang penuh sabar dalam membimbing. Juga dipertemukan dengan partner kerja hebat yang bahkan sifat dan perilaku nya berbeda denganku secara pribadi namun tetap bisa tertawa dan berpikir pada suatu hal kecil yang sama. Mas Ismail Hasan sebagai komando kami ,sosok kahima yang begitu sabar dan penuh tanggung jawab. Kahima yang begitu perhatian yang kadang membuatku sedikit sebal dengan kata kata panjangnya dan banyak. Tetapi terkadang nasihat nasihat darinya begitu bermanfaat dan terbukti kebenarannya pada akhirnya. Mas Rahmad Alvian . Wakahima tersabar dan terkadang menyebalkan karena perubahan moodnya sangat drastic dan bisa terjadi kapan saja dan dimana saja. Tetapi beliau sangatlah perhatian  dan penuh sabar jika harus membimbing anggotanya. Tak jarang banyak humor yang dibuatnya walau kadang juga tak lucu pada dasarnya. Tetapi bahagia memang harus diciptakan tidak ditemukan,bukan? Takdir membawaku bertemu dengan sosok  dewasa yang begitu baik dan nyaris sempurna sebagai perempuan,Mbak Shofilia Branchais. Bagaimana tidak? Beliau  sangatlah rendah hati,taat agamanya,dewasa cara berpikirnya hingga bisa membuatku banyak terinspirasi banyak darinya. Karena beliau juga aku bisa berubah banyak dan menemukan apa yang seharusnya ku cari. Ya,Mbak Shofi yang membimbingku dengan sangat sabar untuk menjalani jobdis ku di BPH ini. Hanya saja kadang sikap cuek yang mungkin begitu melekat padanya sedikit membuatku sebal kepadanya. Selanjutnya takdir membawaku bertemu dengan Mbak Novyanti Nur F. ,bendahara terbaik yang pernah ku temui. Karena tak ada yang setegas beliau untuk mengatur keuangan HMJ ini. Aku saja sudah pusing melihat keuangan HMJ yang begitu pelik,but she is not. Tak ada yang sedetail dan seteliti mbak Novy. Mbak yang terlihat garang didepan semua orang tapi pada dasarnya gampang sekali terbawa perasaan. (Actually,like me) Hahah. Selanjutnya partner 2 periode untuk bekerja di HMJ yaitu Putri Zulaiha R.A . Partner tersabar terbaik ter yang mengerti kondisiku. Yang bersedia memback up jobdis ku ketika kondisi ku tak memungkinkan melakukannya. Partner yang benar benar bisa mengertiku dan memahamiku saat tak ada yang bisa mengerti. Sifat kami benar benar bertolak belakang yang bahkan tak pernah ada kesamaan diantara kami. Tetapi Inshaallah,kami akan lakukan yang terbaik untuk HMJ Fisika kedepannya. That’s all orang orang hebat yang  dipertemukan denganku secara tidak sengaja oleh takdir yang dibuat oleh Tuhan. BPH ini sudah kuanggap seperti keluarga kedua,saudara yang bahkan tak sedarah. BPH ini adalah segalanya. Sangat romantic dan mengesankan. Begitu banyak duka,marah yang mungkin masih tersimpan tapi ku percaya ini hanyalah sebuah proses yang akan berakhir indah. Tidakkah novel yang terkenal itu membutuhkan konflik yang begitu menegangkan tapi tetap berakhir menyenangkan dan membahagiakan? Begitu yang selalu ku terapkan pada BPH ini. 6 orang yang masih mencoba saling mengenal namun dipaksa untuk saling menguatkan dan saling mengerti satu sama lain. Sangat sempurna. Tak ada yang semenarik takdir yang sudah dituliskan  tuhan hingga bisa seperti ini.

            Semua cerita yang terjadi dan terukir akan selalu dirindukan jika ceritanya sudah menjadi sebuah kenangan. Segala hal yang kita rasakan pada akhirnya akan tersingkirkan karena kebersamaan tetap akan mengalahkan kebencian,kekecewaan,kemarahan serta kesedihan. Kebersamaan akan mengalahkan segalanya. Kebahagiaan akan tetap menjadi subjek yang akan selalu membawa objeknya merasa lebih baik. Aku percaya,jikalau memang ada sesuatu hal yang tidak sempurna pada masing masing ,itu karena kami hanyalah makhluk yang penuh dengan keterbatasan yang tentu tak bisa disalahkan untuk itu. Aku beruntung mengenal mereka. Aku bersyukur bertemu dengan mereka. Aku berterimakasih pada cara kerja takdir yang sampai saat ini tak pernah berhenti menyiapkan setiap kisah indah untukku.Doa dan harapan selalu ku panjatkan untuk kebaikan BPH ini dan HMJ ini.  Aku sangat percaya ,setiap kesedihan sakit hati dan kekecewaan pada setiap diri manusia akan hilang pada waktunya. Akan hilang bersama dengan  waktu,seiring dengan takdir yang mengubah plot ceritanya. Berganti dengan tawa kebahagiaan yang akan membuat setiap diri manusia merasa takjub dan tak akan menyesalinya. THAT’S HOW “TAKDIR” WORKS. Thanks a lot BPH HMJ FISIKA 17. Thanks a lot HMJ FISIKA 17. Lets start this all over again,so would ya? Bismillah.

Rabu, 28 Juni 2017

Waktu Sudah Berubah Tapi Aku...

Kumengadah menatap langit yang dipenuhi ledakan ledakan kecil kembang api  yang menyatu bersama hitam pekat warnanya. Kulihat ledakan yang indah bersama dengan kombinasi warna yang sangat menakjubkan. Ya benar,ledakan yang sangat indah untuk momen yang indah pula. Ramadhan segera pamit untuk pergi,namun bulan syawal sudah menunggu untuk ditemui. Waktu berlalu dengan sangat cepat,atau aku yang terlalu menikmati setiap detik bulan yang penuh berkah ini hingga tak terasa akan berlalu pergi. Bulan Syawal tiba,Lebaran pun tiba. Waktu berjalan tanpa kuduga sangat cepat berlalu. Segala momen terjadi seiring dengan perubahan setiap mili detiknya. Berbagai momen terjadi dan berbagai perubahan juga terjadi. Lebaran tahun ini sangat berbeda dengan tahun tahun sebelumya. Dimana aku harus beradaptasi dengan segala perubahan yang ada. Senang berbalut duka yang mengganggu hati tak bisa dikondisikan. Tak terasa eluh bening jatuh menetes pada pipi mengingat segala hal yang sudah terjadi. Sebegitu sayangnya kah tuhanku kepadaku? Namun aku masih saja terus melupakan kewajibanku sebagai hamba yang lemah dan tak berdaya.Ah aku mengadah lagi menatap langit ,kuucapkan syukur dalam hati atas setiap hal yang sudah Tuhan berikan untukku hingga saat ini bersama dengan perubahan waktu. Setiap perubahan yang terjadi atas setiap perubahan momen yang terjadi kusyukuri setiap incinya.

Lebaran ini memang begitu berat dimana aku harus menjalaninya tanpa sosok kakek yang senantiasa selalu ada pada setiap lebaran lebaran sebelumnya. lebaran pertama kali yang mengharuskanku datang dan menari bersama air mata di pusara kakek. Begitu berat,dadaku terasa sesak saat ku sentuh nisan yang tertuis nama kakek diatasnya. Masih ku tatap lekat lekat nisan itu menyadari bahwa aku harus ikhlas. Semua sangat berbeda tanpa kakek. Di mobil yang sama tempatku pulang ke kampung halaman,momen yang sama,bahkan kampung halaman yang sama. Tetapi rasanya berbeda. Bersama orang yang berbeda,kondisi yang berbeda. Perubahan Waktu mengharuskanku beradaptasi dengan hal hal yang baru. Suasana hati yang baru serta pribadi yang baru. Betapa perubahan waktu begitu membawa dampak yang besar bagi kehidupan setiap manusia. Betapa momen yang berubah disetiap detiknya penuh dengan rasa bahagia bersama dengan rasa sesal.

Waktu. Mengharuskanku berubah. Mengharuskan setiap momen berubah. Mengharuskan setiap hal yang dilaluinya berubah. mengharuskan perasaan dan suasana hati berubah. Terlihat sangat sepele dan remeh tapi sangat penting. Betapa waktu dengan sekejap dapat merubah segalanya. Dadaku terasa sesak mengingat setiap momen yang sudah terjadi. Hatiku terasa pilu melihat mereka yang juga meneteskan air mata kehilangan dengan penuh sesal karena harus beradaptasi akibat perubahan. Momen yang terekam tak akan pernah bisa diulang. Segala hal yang berubah tak akan bisa dikembalikan sama persis seperti yang semula. Orang yang pergi tak akan pernah bisa kembali.

Waktu. Terlihat sederhana tapi sangat rumit untuk dimengerti. Nikmati segala hal yang terjadi pada setiap detiknya. Jaga baik baik mereka yang sudah Tuhan karuniakan kepada kita sebagai rezeki kita. Karena jika tuhan memerintahkan waktu untuk mengambil semua yang sudah terjadi dan merubahnya,kita tak akan pernah bisa berbuat apa apa. Tak akan ada lagi. Hanya ada luka,duka dan kenangan. Tetap limpahkan syukur kepadaNya. Ikhlaskan segala hal yang sudah berubah bersama dengan waktu, Karena Waktu juga yang akan membawa sebuah kebaikan dibalik segala perubahan yang terjadi dengan seizin Tuhanku. Karena aku percaya,Tuhanku sayang padaku,Tuhanku maha tau yang tak ku ketahui. Dan perubahan waktu adalah bentuk kasih sayang Tuhanku kepadaku.

Kamis, 01 Juni 2017

Hijrahku Tak Semulus Doaku

Hijrah yang telah ku lakukan hingga sampai detik ini,membuatku sadar dan bangun dari mimpi yang selama ini ku rasakan. Semua hal yang ada disekitarku berubah hingga 180 derajat. Banyak hal yang membuatku mengerti bahwa keyakinan saja tidak pernah cukup untuk melakukan kewajiban besar seorang muslimah ini. Ketaqwaan saja tidak cukup karena kau tak sedang berhubungan dengan Allah saja ataupun iblis saja. Namun kau juga sedang berdiri melawan arus serta melawan orang orang yang kau sayangi sendiri. Orang orang yang kau bahagiakan ,orang orang yang kau sayangi serta orang orang yang begitu penting di setiap bagian hidupmu. Bisa kau bayangkan,bagaimana rapuhnya aku saat itu? Benar sekali,aku tak kuasa melawan mereka yang ku sayangi. Mereka yang dengan jelas dan dengan terang mengatakan tidak pada perjalanan hijrahku. Mereka yang menolak perubahan yang ada pada diriku. Mereka yang mengatakan ketidak relaannya kehilanganku karena proses hijrahku. Ketakutan mereka terhadap hijrahku membuat aku terasa lemah. Tak mampu lagi berpikir jernih hingga sampai Tuhanku membantuku berdiri ,memberiku kemantapan hati . Dan disinilah aku sekarang,berdiri sendiri berusaha tegar dihantam dengan berjuta caci maki maupun hina karena masa laluku. Cacian yang begitu merajam hati dengan daalamnya.

Dengarlah wahai saudaraku,aku tak pernah benar benar berubah. Aku masih saja temanmu yang dulu sahabatmu yang akan memelukmu dengan sangat hangat. Yang akan tetap menjadi payung teduhmu untukmu berkeluh kesah. Aku tak pernah kemana mana dan tak akan pergi kemana mana. Hanya saja jalan yang ku tempuh kini sudah berbeda,jalan yang ku tempuh kini hanya ingin meraih RidhoNya ,tak pernah ada yang lain. Jalan yang membuatku kini merasa sendiri dan berjalan sendirian. Meratapi setiap langkah yang mengharuskan ku kehilangan satu persatu mereka yang kusayangi. Begitu perih,begitu menyakiti hati hingga semuanya terasa hampa dan hanya tinggal kekosongan, Mereka yang kusayangi satu per satu berjalan mundur. Berjalan menjauh dan membelakangiku. Yang tersisa hanyalah kesendirian kesepian serta tangis bermunajat kepada Rabbku. Ingin ku keluhkan,tetapi inilah pilihanku.

Tak cukup sampai disitu saja,mereka yang tidak cukup mengenalku juga tak sungkan meghujat menghina serta memaki, Pandangan tajam yang begitu menusuk jantungku,kata kata kasar yang begitu  membuat telingaku perih. Perlakuan yang begitu tidak sopan pun ku terima. Kata kata "Teroris,seperti ibu ibu dann wanita munafik" pun juga ku terima. Aku terima semua yang mereka berikan padaku. Ku terima setiap hal yang mereka limpahkan padaku. Walaupun begitu sangat menyakiti,begitu perih untuk didengar bahkan begitu sakit untuk dirasakan. Aku akan tetap mencoba berdiri setiap kali aku jatuh oleh mereka. Tak kan ku benci apapun yang sudah mereka lakukan. Mereka hanya belum mengerti indahnya jatuh cinta dengan Rabbku. Mereka hanya belum mengerti yang ku sebut dengan kebahagiaan hakiki.

Saudaraku,aku hanyalah wanita akhir jaman. Yang bahkan masa lalunya masih penuh dengan lumuran dosa yang tak bisa dihitung berapa jumlahnya. Aku hanyalah gadis biasa seperti mereka yang tidak pernah sempurna dari dosa . AKupun masih belajar menjadi pribadi yang lebih baik untuk tidak melakukan dosa di masa laluku. Hidayah Nya juga tak tau kapan datangnya dan aku tak bisa menebaknya. Aku terima semua caci maki yang memang ditujukan untukku. Aku terima semua perlakuan kasar mereka kepadaku. Aku selalu mengadu kepada Rabbku untuk kebaikan mereka semua bersama dengan air mata disetiap sepertiga malamku. bersama dengan sujud dan bermunajat atas luka dan perih yang mereka beri kepadaku. Kuharapkan setiap kebaikan datang kepada mereka. Untuk mereka yang selalu aku sayang disetiap doaku tak pernah absen kusebutkan.
Perjalanan hijrahku sangat tidak mudah bahkan tak pernah mulus. Tak semulus harapanku yang selalu kupanjatkan kepada RAbbku. Tak semulus doa yang selalu ku munajatkan disepertiga malamku. Tapi inshaallah tidak akan luntur niatku. Tidak akan aku berhenti belajar, Mungkin hatiku bisa remuk berkali kali karena mereka yang mencaci,namun Rabbku bisa membuatnya Utuh berkali kali juga untuk tetap berdiri walaupun sendiri.