Sabtu, 08 Juli 2017

Bukan Sekedar BPH Biasa

           Pernah percaya takdir tuhan yang dirancang sedemikian rupa sehingga terlihat indah pada akhirnya? Itu yang ku alami saat ini. Takdir indah yang mempertemukan aku dengan  4 orang hebat yang begitu penting dalam keberlangsungan skillku dalam berorgnisasi. Takdir membawaku kedalam sebuah himpunan mahasiswa yang begitu hangat akan kekeluargaan. Takdir membawaku bertemu mereka. Yang pada awalnya aku tak pernah mengerti apa maksud dari ketidak tahuan didalam hati. Keraguan hadir dalam setiap sudut pandang yang menyertai langkah kaki untuk setiap tujuannya. Mengapa tuhan begitu romantic membawaku kedalam cerita menakjubkan bersama dengan BPH HMJ FISIKA 17? Bersama dengan keluarga yang begitu hangat di HMJ FISIKA 17?
            BPH HMJ FISIKA 17 atau biasa disebut dengan Badan Pengurus Harian Himpunan Mahasiswa Fisika 2017 terdiri dari 6 orang yang diharuskan membimbing dan bertanggung jawab atas keberlangsungan Himpunan ini. Banyak cerita yang ingin ku tuliskan dalam setiap paragrafnya bersama mereka. Keluarga kedua bagiku yang tak pernah henti ku doakan untuk setiap kebaikan didalamnya. Bukan karena jabatan yang tinggi yang membuat ku bangga menjadi bagian darinya. Tapi,karena tanggung jawab yang begitu besar yang harus kami pikul untuk HMJ ini membuatku ingin terus belajar dan tak ingin mengecewakan siapapun. Menjaga amanah dan juga menyatukan pikiran agar sejalan tak pernah begitu mudah. Perbedaan jalan pikiran ,debat yang tak henti bahkan sempat ada waktu dimana kami tak bicara satu sama lain. Semua itu hanyalah proses untuk saling mengenal dan saling mengetahui satu sama lain.Semua itu hanyalah bentuk rasa sayang yang tak pernah bisa diungkapkan hanya dengan bibir saja. Percayalah,Lebih dari itu.
            Di BPH ini aku dipertemukan dengan 4 orang tangguh yang penuh sabar dalam membimbing. Juga dipertemukan dengan partner kerja hebat yang bahkan sifat dan perilaku nya berbeda denganku secara pribadi namun tetap bisa tertawa dan berpikir pada suatu hal kecil yang sama. Mas Ismail Hasan sebagai komando kami ,sosok kahima yang begitu sabar dan penuh tanggung jawab. Kahima yang begitu perhatian yang kadang membuatku sedikit sebal dengan kata kata panjangnya dan banyak. Tetapi terkadang nasihat nasihat darinya begitu bermanfaat dan terbukti kebenarannya pada akhirnya. Mas Rahmad Alvian . Wakahima tersabar dan terkadang menyebalkan karena perubahan moodnya sangat drastic dan bisa terjadi kapan saja dan dimana saja. Tetapi beliau sangatlah perhatian  dan penuh sabar jika harus membimbing anggotanya. Tak jarang banyak humor yang dibuatnya walau kadang juga tak lucu pada dasarnya. Tetapi bahagia memang harus diciptakan tidak ditemukan,bukan? Takdir membawaku bertemu dengan sosok  dewasa yang begitu baik dan nyaris sempurna sebagai perempuan,Mbak Shofilia Branchais. Bagaimana tidak? Beliau  sangatlah rendah hati,taat agamanya,dewasa cara berpikirnya hingga bisa membuatku banyak terinspirasi banyak darinya. Karena beliau juga aku bisa berubah banyak dan menemukan apa yang seharusnya ku cari. Ya,Mbak Shofi yang membimbingku dengan sangat sabar untuk menjalani jobdis ku di BPH ini. Hanya saja kadang sikap cuek yang mungkin begitu melekat padanya sedikit membuatku sebal kepadanya. Selanjutnya takdir membawaku bertemu dengan Mbak Novyanti Nur F. ,bendahara terbaik yang pernah ku temui. Karena tak ada yang setegas beliau untuk mengatur keuangan HMJ ini. Aku saja sudah pusing melihat keuangan HMJ yang begitu pelik,but she is not. Tak ada yang sedetail dan seteliti mbak Novy. Mbak yang terlihat garang didepan semua orang tapi pada dasarnya gampang sekali terbawa perasaan. (Actually,like me) Hahah. Selanjutnya partner 2 periode untuk bekerja di HMJ yaitu Putri Zulaiha R.A . Partner tersabar terbaik ter yang mengerti kondisiku. Yang bersedia memback up jobdis ku ketika kondisi ku tak memungkinkan melakukannya. Partner yang benar benar bisa mengertiku dan memahamiku saat tak ada yang bisa mengerti. Sifat kami benar benar bertolak belakang yang bahkan tak pernah ada kesamaan diantara kami. Tetapi Inshaallah,kami akan lakukan yang terbaik untuk HMJ Fisika kedepannya. That’s all orang orang hebat yang  dipertemukan denganku secara tidak sengaja oleh takdir yang dibuat oleh Tuhan. BPH ini sudah kuanggap seperti keluarga kedua,saudara yang bahkan tak sedarah. BPH ini adalah segalanya. Sangat romantic dan mengesankan. Begitu banyak duka,marah yang mungkin masih tersimpan tapi ku percaya ini hanyalah sebuah proses yang akan berakhir indah. Tidakkah novel yang terkenal itu membutuhkan konflik yang begitu menegangkan tapi tetap berakhir menyenangkan dan membahagiakan? Begitu yang selalu ku terapkan pada BPH ini. 6 orang yang masih mencoba saling mengenal namun dipaksa untuk saling menguatkan dan saling mengerti satu sama lain. Sangat sempurna. Tak ada yang semenarik takdir yang sudah dituliskan  tuhan hingga bisa seperti ini.

            Semua cerita yang terjadi dan terukir akan selalu dirindukan jika ceritanya sudah menjadi sebuah kenangan. Segala hal yang kita rasakan pada akhirnya akan tersingkirkan karena kebersamaan tetap akan mengalahkan kebencian,kekecewaan,kemarahan serta kesedihan. Kebersamaan akan mengalahkan segalanya. Kebahagiaan akan tetap menjadi subjek yang akan selalu membawa objeknya merasa lebih baik. Aku percaya,jikalau memang ada sesuatu hal yang tidak sempurna pada masing masing ,itu karena kami hanyalah makhluk yang penuh dengan keterbatasan yang tentu tak bisa disalahkan untuk itu. Aku beruntung mengenal mereka. Aku bersyukur bertemu dengan mereka. Aku berterimakasih pada cara kerja takdir yang sampai saat ini tak pernah berhenti menyiapkan setiap kisah indah untukku.Doa dan harapan selalu ku panjatkan untuk kebaikan BPH ini dan HMJ ini.  Aku sangat percaya ,setiap kesedihan sakit hati dan kekecewaan pada setiap diri manusia akan hilang pada waktunya. Akan hilang bersama dengan  waktu,seiring dengan takdir yang mengubah plot ceritanya. Berganti dengan tawa kebahagiaan yang akan membuat setiap diri manusia merasa takjub dan tak akan menyesalinya. THAT’S HOW “TAKDIR” WORKS. Thanks a lot BPH HMJ FISIKA 17. Thanks a lot HMJ FISIKA 17. Lets start this all over again,so would ya? Bismillah.

Rabu, 28 Juni 2017

Waktu Sudah Berubah Tapi Aku...

Kumengadah menatap langit yang dipenuhi ledakan ledakan kecil kembang api  yang menyatu bersama hitam pekat warnanya. Kulihat ledakan yang indah bersama dengan kombinasi warna yang sangat menakjubkan. Ya benar,ledakan yang sangat indah untuk momen yang indah pula. Ramadhan segera pamit untuk pergi,namun bulan syawal sudah menunggu untuk ditemui. Waktu berlalu dengan sangat cepat,atau aku yang terlalu menikmati setiap detik bulan yang penuh berkah ini hingga tak terasa akan berlalu pergi. Bulan Syawal tiba,Lebaran pun tiba. Waktu berjalan tanpa kuduga sangat cepat berlalu. Segala momen terjadi seiring dengan perubahan setiap mili detiknya. Berbagai momen terjadi dan berbagai perubahan juga terjadi. Lebaran tahun ini sangat berbeda dengan tahun tahun sebelumya. Dimana aku harus beradaptasi dengan segala perubahan yang ada. Senang berbalut duka yang mengganggu hati tak bisa dikondisikan. Tak terasa eluh bening jatuh menetes pada pipi mengingat segala hal yang sudah terjadi. Sebegitu sayangnya kah tuhanku kepadaku? Namun aku masih saja terus melupakan kewajibanku sebagai hamba yang lemah dan tak berdaya.Ah aku mengadah lagi menatap langit ,kuucapkan syukur dalam hati atas setiap hal yang sudah Tuhan berikan untukku hingga saat ini bersama dengan perubahan waktu. Setiap perubahan yang terjadi atas setiap perubahan momen yang terjadi kusyukuri setiap incinya.

Lebaran ini memang begitu berat dimana aku harus menjalaninya tanpa sosok kakek yang senantiasa selalu ada pada setiap lebaran lebaran sebelumnya. lebaran pertama kali yang mengharuskanku datang dan menari bersama air mata di pusara kakek. Begitu berat,dadaku terasa sesak saat ku sentuh nisan yang tertuis nama kakek diatasnya. Masih ku tatap lekat lekat nisan itu menyadari bahwa aku harus ikhlas. Semua sangat berbeda tanpa kakek. Di mobil yang sama tempatku pulang ke kampung halaman,momen yang sama,bahkan kampung halaman yang sama. Tetapi rasanya berbeda. Bersama orang yang berbeda,kondisi yang berbeda. Perubahan Waktu mengharuskanku beradaptasi dengan hal hal yang baru. Suasana hati yang baru serta pribadi yang baru. Betapa perubahan waktu begitu membawa dampak yang besar bagi kehidupan setiap manusia. Betapa momen yang berubah disetiap detiknya penuh dengan rasa bahagia bersama dengan rasa sesal.

Waktu. Mengharuskanku berubah. Mengharuskan setiap momen berubah. Mengharuskan setiap hal yang dilaluinya berubah. mengharuskan perasaan dan suasana hati berubah. Terlihat sangat sepele dan remeh tapi sangat penting. Betapa waktu dengan sekejap dapat merubah segalanya. Dadaku terasa sesak mengingat setiap momen yang sudah terjadi. Hatiku terasa pilu melihat mereka yang juga meneteskan air mata kehilangan dengan penuh sesal karena harus beradaptasi akibat perubahan. Momen yang terekam tak akan pernah bisa diulang. Segala hal yang berubah tak akan bisa dikembalikan sama persis seperti yang semula. Orang yang pergi tak akan pernah bisa kembali.

Waktu. Terlihat sederhana tapi sangat rumit untuk dimengerti. Nikmati segala hal yang terjadi pada setiap detiknya. Jaga baik baik mereka yang sudah Tuhan karuniakan kepada kita sebagai rezeki kita. Karena jika tuhan memerintahkan waktu untuk mengambil semua yang sudah terjadi dan merubahnya,kita tak akan pernah bisa berbuat apa apa. Tak akan ada lagi. Hanya ada luka,duka dan kenangan. Tetap limpahkan syukur kepadaNya. Ikhlaskan segala hal yang sudah berubah bersama dengan waktu, Karena Waktu juga yang akan membawa sebuah kebaikan dibalik segala perubahan yang terjadi dengan seizin Tuhanku. Karena aku percaya,Tuhanku sayang padaku,Tuhanku maha tau yang tak ku ketahui. Dan perubahan waktu adalah bentuk kasih sayang Tuhanku kepadaku.

Kamis, 01 Juni 2017

Hijrahku Tak Semulus Doaku

Hijrah yang telah ku lakukan hingga sampai detik ini,membuatku sadar dan bangun dari mimpi yang selama ini ku rasakan. Semua hal yang ada disekitarku berubah hingga 180 derajat. Banyak hal yang membuatku mengerti bahwa keyakinan saja tidak pernah cukup untuk melakukan kewajiban besar seorang muslimah ini. Ketaqwaan saja tidak cukup karena kau tak sedang berhubungan dengan Allah saja ataupun iblis saja. Namun kau juga sedang berdiri melawan arus serta melawan orang orang yang kau sayangi sendiri. Orang orang yang kau bahagiakan ,orang orang yang kau sayangi serta orang orang yang begitu penting di setiap bagian hidupmu. Bisa kau bayangkan,bagaimana rapuhnya aku saat itu? Benar sekali,aku tak kuasa melawan mereka yang ku sayangi. Mereka yang dengan jelas dan dengan terang mengatakan tidak pada perjalanan hijrahku. Mereka yang menolak perubahan yang ada pada diriku. Mereka yang mengatakan ketidak relaannya kehilanganku karena proses hijrahku. Ketakutan mereka terhadap hijrahku membuat aku terasa lemah. Tak mampu lagi berpikir jernih hingga sampai Tuhanku membantuku berdiri ,memberiku kemantapan hati . Dan disinilah aku sekarang,berdiri sendiri berusaha tegar dihantam dengan berjuta caci maki maupun hina karena masa laluku. Cacian yang begitu merajam hati dengan daalamnya.

Dengarlah wahai saudaraku,aku tak pernah benar benar berubah. Aku masih saja temanmu yang dulu sahabatmu yang akan memelukmu dengan sangat hangat. Yang akan tetap menjadi payung teduhmu untukmu berkeluh kesah. Aku tak pernah kemana mana dan tak akan pergi kemana mana. Hanya saja jalan yang ku tempuh kini sudah berbeda,jalan yang ku tempuh kini hanya ingin meraih RidhoNya ,tak pernah ada yang lain. Jalan yang membuatku kini merasa sendiri dan berjalan sendirian. Meratapi setiap langkah yang mengharuskan ku kehilangan satu persatu mereka yang kusayangi. Begitu perih,begitu menyakiti hati hingga semuanya terasa hampa dan hanya tinggal kekosongan, Mereka yang kusayangi satu per satu berjalan mundur. Berjalan menjauh dan membelakangiku. Yang tersisa hanyalah kesendirian kesepian serta tangis bermunajat kepada Rabbku. Ingin ku keluhkan,tetapi inilah pilihanku.

Tak cukup sampai disitu saja,mereka yang tidak cukup mengenalku juga tak sungkan meghujat menghina serta memaki, Pandangan tajam yang begitu menusuk jantungku,kata kata kasar yang begitu  membuat telingaku perih. Perlakuan yang begitu tidak sopan pun ku terima. Kata kata "Teroris,seperti ibu ibu dann wanita munafik" pun juga ku terima. Aku terima semua yang mereka berikan padaku. Ku terima setiap hal yang mereka limpahkan padaku. Walaupun begitu sangat menyakiti,begitu perih untuk didengar bahkan begitu sakit untuk dirasakan. Aku akan tetap mencoba berdiri setiap kali aku jatuh oleh mereka. Tak kan ku benci apapun yang sudah mereka lakukan. Mereka hanya belum mengerti indahnya jatuh cinta dengan Rabbku. Mereka hanya belum mengerti yang ku sebut dengan kebahagiaan hakiki.

Saudaraku,aku hanyalah wanita akhir jaman. Yang bahkan masa lalunya masih penuh dengan lumuran dosa yang tak bisa dihitung berapa jumlahnya. Aku hanyalah gadis biasa seperti mereka yang tidak pernah sempurna dari dosa . AKupun masih belajar menjadi pribadi yang lebih baik untuk tidak melakukan dosa di masa laluku. Hidayah Nya juga tak tau kapan datangnya dan aku tak bisa menebaknya. Aku terima semua caci maki yang memang ditujukan untukku. Aku terima semua perlakuan kasar mereka kepadaku. Aku selalu mengadu kepada Rabbku untuk kebaikan mereka semua bersama dengan air mata disetiap sepertiga malamku. bersama dengan sujud dan bermunajat atas luka dan perih yang mereka beri kepadaku. Kuharapkan setiap kebaikan datang kepada mereka. Untuk mereka yang selalu aku sayang disetiap doaku tak pernah absen kusebutkan.
Perjalanan hijrahku sangat tidak mudah bahkan tak pernah mulus. Tak semulus harapanku yang selalu kupanjatkan kepada RAbbku. Tak semulus doa yang selalu ku munajatkan disepertiga malamku. Tapi inshaallah tidak akan luntur niatku. Tidak akan aku berhenti belajar, Mungkin hatiku bisa remuk berkali kali karena mereka yang mencaci,namun Rabbku bisa membuatnya Utuh berkali kali juga untuk tetap berdiri walaupun sendiri. 

Sabtu, 20 Mei 2017

LUKA YANG TAK KUNJUNG SEMBUH

Ku berjalan menyusuri setiap jalan setapak yang ingin kulalui bersama setiap langkah kaki. Ku berjuang menapaki setiap inci yang ada mmembarka segala kerikil menusuk setiap tapak kaki. Kubiarkan lukanya terasa sakit dan kubiasakan rasa sakitnya didalam diriku. Kunikmati setiap rasa sakit yang tumbuh,dan kubiarkan semuanya terasa sakit. Luka yang tak pernah kunjung sembuh. Luka yang selalu menguak duka lama. Luka yang disebabkan oleh setiap kisah baru yang ada. Pasti akan sembuh. Entah dalam jangka waktu yang lama ataupun jangka waktu yang cukup singkat. Disinilah aku sekarang,berdiri merengkuh setiap luka yang menyesakkan diri . Bukan karena masa lalu,bukan karena duka yang telah ada,atau duka karena yang sudah lama terkuak kembali. Bukan. Duka karena kisah baru bersama dengan orang baru .
                Tak bisakah dia melihat bagaimana aku tertatih menggenggam luka di tangan? Tak bisakah mereka melihat mata yang menyorot pada setiap kesedihan. Aku yang terlalu pandai menyembunyikan luka ataukah mereka yang terlalu buta melihat. Ku masih ingat betul,bagaimana kita disatukan dalam sebuah kerjasama yang membuat kita melakukan beberapa janji untuk selalu ada. Beberapa janji untuk berjalan sejajar,hingga jika ada yang terjatuh satu sama lain dapat membantunya berdiri. Tetapi kini kemankah mereka semu yang berjanji akan selalu ada. Berjanji akan membantu berdiri sendiri. Aku masih sendiri merengkuh luka memeluk duka dan berdamai dengan kesendirian kekosongan dan keterpurukan. Tidakkah satupun dari mereka melihat semuanya sedang tidak baik baik saja? Tidakkah?
                Apa yang salah denganku? Aku selalu mencoba berlari mengejar ketertinggalanku untuk berjalan sejaja denganmu,tapi mengapa kau biarkan aku terjatuh tersungkur sendirian? Inikah yang kau sebut dengan kebersamaan? Yang selalu kau teriakkan kepada ku bahwa kita adalah sebuah keluarga tak sedarah? Inikah? Bagaimana mungkin setiap keluarga bias membiarkan keluarga yang lain jatuh tersungkur sendirian. Menahan luka sendirian dan melawan kesendiriannya juga pun sendiri. Ku sudah muak dengan segala hal yag tak pernah ada akhir. Ku lelah melupakkan setiap inci dari rasa sakit yang kurasakan kini. Benar sekali,aku jatuh cinta pada setiap kebersamaan bersama mereka, Jatuh cinta pada setiap kenangan yang telah di lalui bersama. Namun,terlalu sakit untuk membuat semuanya terasa baik baik saja.

                Aku tak mengerti apa yang sedang luka lakukan padaku. Hingga setiap butirnya tak kunjung sembuh dan membaik. Semuanya masih terasa perih dan pedih. Taka da satupun yang bias kuajak berbagi untuk bersama sama berdiri. Ku sendiri,terpuruk dan tersungkur. Berpura pura segalanya sangat baik,dan berharap setiap lukanya akan sembuh. Sembuh pada waktu yang tepat bersama orang yag tepat.

Sabtu, 25 Maret 2017

Akhir Chapterku Tentangmu

Sudah. Sudah kuletakkan hatiku matang matang tepat didepanmu. Sudah kubiarkan semuanya berjalan untuk tak lagi menghadapmu. Sudah kuarahkan semua pikiranku dan semua pandangan untuk tak lagi berjalan searah denganmu. Semuanya sudah sangat berubah semenjak kau memutuskan untuk lebih memilih berjalan bersama dia dijalan yang bahkan kau tak pernah lewati bersamanya. Kau teruskan langkahmu berjalan berlalu membelakangiku,meninggalkan aku dan memilih untuk tetap bertahan melangkah kedepan tanpa melihatku yang dibelakangmu masih terduduk tersungkur menunggu kehadiranmu. Akankah ini menjadi akhir dari kisah cinta dan semua harapan harapan indah yang sudah kita panjatkan bersama? Inikah jawaban dari setiap doaku bersama tuhan disetiap malam yang tak pernah absen kusebutkan namamu untuk setiap baitnya? Apakah takkan ada lagi harapan yang akan terbentuk dan doa doa yang saling bertaut meskipun tak dijalan yang sama? Bisakah?

Oh tuan. Tak kah kau mengerti betapa hati telah mencoba mengukuhkan bentuknya hanya untuk bertahan denganmu. Bukankah kita sudah merangkai asa bersama untuk tetap berjalan di jalan yang sama? Lalu mengapakah kau kini memilih pergi bersama orang yang bahkan kau tak tau bagaimana dia akan membantu berdiri ketika kau jatuh? Bisakah dia lebih baik dari diriku? Akankah dia mengutamakanmu daripada dirinya seperti yang ku lakukan kepadamu disetiap waktuku? Tuan. Rintihan hatiku terus berteriak memanggil namamu,menangis berharap kau akan kembali bersama dengan asa yang telah kau simpan hanya untuk kita wujudkan bersama. Aku merangkak meraih setiap jengkal langkah kakimu hanya untuk bisa berdiri dan berjalan sejajar denganmu. Namun,kau tetap memilih pergi tanpa menengok sedikitpun kearahku.

Jikalah memang ini akhir dari setiap doa dan cinta yang telah kupertahankan selama ini kepadamu. Dan jikalah memang tak kan ada lagi cerita yang akan menceritakan tentang aku dan kamu pada setiap paragarafnya,maka kan ku biarkan kau pergi. Pergi untuk mencari setiap inci kebahagiaanmu yang mungkin aku tak pernah bisa memberimu. Kan ku lepaskan kau dengan hati yang ikhlas dan tak ingin berlari kearahmu sekali lagi . Semuanya akan kusudahi akhir dari setiap chapter yang selalu ku tulis masih tentang kamu. Tuan,cinta yang kupunya tak pernah bisa melihatmu tersakiti dan untuk iu akan berjalan berlawanan arah denganmu agar kita tak akan pernah bisa berjalan sejajar lagi. Tak kan ada yang mengusik hidupmu lagi bersamanya. Kan kubunuh dan kumusnahkan setiap inci dari hati yang masih mencoba mengingat tentangmu. Kan ku redam rasa rindu yang masih ingin merengkuhmu sekali lagi. Kan ku coba lagi untuk kesekian kalinya

Tuan,jikalah memang dia pilihan hati yang seharusnya bisa mendampingi hidupmu hingga nanti,maka aku akan mundur dan menjauh. Melupakan segala inci kenangan dari aku dan kamu yang mungkin bisa merajam hati dan melukai diri. Mengikhlaskan setiap langkah mu untuk pergi dan berjalan bersamanya. Tidak lagi bersamaku. Tidak lagi tentang aku. Dan tidak lagi tentang kita. Kusesalkan mengapa kau bertemu dengandia dan memilih berjalan bersamanya. Semoga tuhan selalu bersamamu tuan. Dan semoga dia bisa memberimu kebahagiaan sebanyak aku,mendoakanmu sesering aku menyebut namamu disetiap bait doaku. Inilah akhir kisahku dengan mu. Tak akan ada laginchapter yang kuceritakan tentangmu. Selamat tinggal,tuan.

Kamis, 16 Februari 2017

Di bagian manakah aku dan kamu ?

Aku terduduk dihadapanmu merintih lirih karena lukaku. Masih terekam jelas bagaimana kau mencoba untuk mengambil hatiku lalu memilih mematahkannya dihadapanku. Kau coba menerobos masuk melalui pikiranku dan kau memaksa keluar setelah kau tinggalkan luka yang begitu sukar untuk ku sembuhkan. Dan bahkan tanganku pun tak mampu meraihmu kembali saat kau memaksa kan untuk tetap berjalan ke depan. Dan Bahkan masih kau sempatkan untuk meraciki duri yang kau persembahkan untuk merajam hati. Mengapa kau lakukan ini kepadaku tuan? Mengapaa kau lakukan  ini kepada diriku yang sudah memberikan hatinya kepadamu? Tak pantaskah aku untuk mendapatkan butiran hati yang kau miliki? Mengapa kau memilih merajam hatiku hingga membuatnya menjadi kepingan kepingan yang tak bervolume lagi.

Tuan. Bagaimana mungkin kau tak bisa melihat aku yang tengah berusaha mendaki untuk meraih cintamu. Telah kuberikan hati dan jantung yang ku punya hanya untuk dirimu saja. Tunjukkan kepadaku tuan ,dibagian mana aku tidak pernah berjuang untukmu? Dibagian manakah aku tidak mencoba meraih tanganmu? Dibagian manakah. Tak pernah ada bagian yang menceritakan aku tidak memperjuangkanmu. Dalam kisah ini,akulah sang tokoh utama yang terluka karena mencintaimu. Akulah pemeran utama yang begitu bodoh telah menepikan hatinya hanya untukmu. Lalu,kau mengatakan bahwa kau telah memberikan segalanya untukku?

Tuan,kumohon tunjukkan padaku. Dibagian manakah kau mencoba untuk menggenggam tanganku? Dibagian manakah kau mencoba memperjuangkan aku seperti yang telah kau katakan dengan bibir indahmu itu. Dibagian manakah? Tidak ada satu cerita pun yang menunjukkan kau telah mencoba meraih tanganku. Kau pemeran utama yang telah merusak dan begitu tega membunuh dan merampas hatiku. Kau begitu kejam. Kau tinggalkan hati dan jantung yang telah kuberikan begitu saja. Kau patahkan setiap inci darinya dan kau buang dihadapanku. Kisah ini akan berakhir tragis bagiku. Sangat tragis.

Tuan. Kucoba membuka mataku setelah kejadian itu. Kulepaskan pandanganku kepada sekitarku dan tak pernah kutemukan dirimu lagi disana. Apakah kau sudah benar benar menghilang dari hidupku dan tak akan pernah kembali? Kau tak pernah lagi muncul dalam mimpiku dan tak pernah lagi ada didalam harapanku. Beginikah yang kau mau tuan? Bagian inikah yang memang kau rencanakan untukku? Meninggalkanku yang sedang meratapi kepergian mu karena hati dan jantungnya telah patah berkeping keping karena ulahmu. Kau benar kisah ini akan berakhir tragis bagiku. Karena disetiap bagiannya hanya ada aku yang memperjuangkanmu . Tak pernah ada kamu disana. Hanya ada bagianmu yang memilih pergi dan menyisakan luka berbalut sesak yang tak pernah akan sembuh. 

Rabu, 08 Februari 2017

Setiap kisah cinta memiliki takdirnya sendiri

Setiap kisah cinta selalu memiliki akhir dari ceritanya sendiri. Entah itu menyedihkan menyenangkan ataupun bahkan kematian. Setiap kisah cinta memberi isyarat kepada setiap tokohnya untuk mengerti dan memahami apa yang sebenarnya amanat yang sedang dia mainkan didalam perannya. Seperti aku yang berperan mencintaimu dengan sangat sederhana. Dan kamu yang berperan sangat  baik untuk memilih pergi dan tak menginginkanku. Ini kisah cintaku yang begitu singkat untuk disebut kisah cinta namun begitu dalam untuk disebut kisah dongen belaka. Karena cinta selalu membuat hal yang sederhana menjadi tak sederhana yang terlihat oleh kasat mata,bukan kah begitu?

Kau datang membawa sejuta harapan dengan beberapa tangkai doa ditanganmu. Kau buka tangan mu kau lemparkan  tanganmu ke hadapanku yang sedang terjatuh tersungkur dan tak ingin berdiri lagi. Sejenak aku mengerjap ngerjapkan mataku melihat ke arahmu menajamkan pandangan ku seolah olah aku ingin meneliti setiap jengkal wajahmu. Sepertinya,aku pernah mengenalmu. Ah iya,kau adalah bagian dari masa laluku dahulu. Dan kini kau mencoba membuatku berdiri ditengah keterpurukanku karena dia. Kau terduduk didepanku meraih kedua bahuku dan mengangkatnya pelan hingga aku sekarang sudah sejajar berdiri di sampingku. Kau buka tanganku kau letakkan tangkain doa dan harapan di tanganku dan kemudian kau menutupnya dan menginginkan aku menyimpannya.

Hari begitu indah ketika kau membuatku begitu sangat berharga. Kau tunjukkan padaku bahwa hidup yang kualami kemarin adalah sebuah kesia siaan. Kau tunjukkan aku masa depan yang indah kau tunjukkan aku bagaimana cara tersenyum begitu dengan sangat ikhlas. Aku begitu bahagia ada di sampingmu,tuan. Kau membawaku berlari ke tempat yang bahkan tak pernah ku jamah dan kau tunjukkan bahwa hidup ini begitu indah jika aku harus tersungkur sendirian. Kau mengatakan padaku bahwa kau akan selalu menjadi samuraiku saat ada yang akan mencoba menyentuhku. Kau tak akan pernah membiarkan siapapun akan melukaiku. Itu sangat manis tuan. Sangat manis. Hingga dadaku terasa sesak dengan deru nafas bahagia yang tak bisa kuungkapkan dengan kata kata.

Waktu berjalan begitu cepat,hingga aku terlupa bahwa kau adalah tetap kau. Kau yang pernah menyakitiku 3 tahun silam. Kau pernah meninggalkanku begitu kejam dan kau juga yang telah membuat tersungkur karena lelah mengejar mu. Dan kini kau menyadarkanku dari mimpi mimpi indahku bersamamu. Kini,kau menginginkan semuanya dariku. Kau menginginkan aku menghilangkan kesedihanmu dan kamu ingin aku pergi dari hidupmu sekali lagi. Kau mengatakan bahwa akulah penyebab dari setiap kesedihan yang menimpamu,setiap kesedihan yang menderu dadamu. Akulah yang menciptakan drama agar dia yang kau cintai meninggalkanmu. Omong kosong apa ini tuan? Apa yang sebenarnya sedang kau coba tunjukkan lagi padaku? Tidak tuan. Kau mengatakan bahwa aku adalah si pembuat karma dalam hidupmu dan akulah yang membuat segala hal berjalan menjadi tidak baik. Oleh karena itu kau membuatku bahagia agar kau bisa menghilangkan kutukan karma yang menimpamu,begitu? Ketidaklogisan apa yang sedang kau pikirkan di otakmu?

Aku terduduk tersungkur lagi melihat kenyataan bahwa kau telah merebut kebahagiaan ku sekali lagi. Kau membiarkan aku menari dengan kesedihan yang kau buat sekali lagi. Fairy tale macam apa ini,drama percintaan apa yang sedang kau mainkan. Kau berhasil membuatku jatuh cinta kepadamu begitu dalam dan kau juga berhasil membuatku begitu patah dengan jarak yang tak terlalu lama. Ini begitu sakit tuan. Kau tak akan pernah mengerti. Memang benar aku sangat mencintaimu dengan singkat , tapi bukan berarti kau juga bisa menjatuhkan dengan sangat singkat. Salahku yang terlalu menaruh kepercayaan dan kebahagiaanku padamu. Terimakasih sudah membuatku tersadar dari mimpi indahku. Terimakasih atas jutaan luka yang kau rajamkan didadaku hingga semuanya terasa sesak dan mataku kunang kunang berurai titik sedu. Terimakasi telah mendorongku begity kuat dan menghantamkanku begitu dalam hingga aku tak kuat berdiri lagi. Kamu memang pemain drama terbaik yang pernah akuLihat. Kau adalah penulis skenario yang tak pernah kupikirkan sebelumnya.

Kisah cinta. Kisah cintaku denganmu sangatlah singkat dan terlalu dalam jika disebut cinta namun terlalu sakit jika hanya disebut selaksa peristiwa. Aku benar mencintaimu tuan,dan kisah cinta ini sudah mengajarkanku bahwa mencintaimu membutuhkan beberapa luka disekujur tubuh dan bahkan itu tak merubah alur kisah cintanya. Kini ku mengerti kisah cinta akan memilih jalannya sendiri sesuai dengan takdir tuhan yang merestuinya. Kisah cinta,menurutlah kepada takdir yang baik. Dan takdir yang baik,bersamalah dengan kisah cinta yang tak pernah akan berakhir seperti kisah cintaku. Ini kisah cinta sedihku.